Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Seperti Apa Tanda-Tanda Sembuh dari Infeksi Saluran Kemih?

Seperti Apa Tanda-Tanda Sembuh dari Infeksi Saluran Kemih?

Meski infeksi saluran kemih (ISK) dapat diobati dengan antibiotik, dalam beberapa kasus gejala ISK bisa bertahan lebih lama. Anda masih bisa mengalami gejala bahkan setelah menyelesaikan pengobatan dari dokter. Jika demikian, seperti apa ciri-ciri yang menunjukkan Anda telah sembuh dari infeksi saluran kemih?

Kenapa ISK lama sembuhnya?

ISK dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi ginjal yang serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Mengutip riset dalam jurnal Therapeutic Advances in Urology, ISK adalah salah satu jenis infeksi yang paling umum terjadi.

Antibiotik hingga sekarang masih menjadi pengobatan pertama untuk sebagian besar kasus ISK.

Penting untuk meminum antibiotik seperti yang diresepkan dokter. Sayangnya, pengobatan antibiotik tidak selalu efektif mengatasi ISK.

Berikut tiga alasan utama mengapa pengobatan ISK tidak ampuh menghentikan infeksi bakteri.

  1. Bakteri yang menginfeksi kebal dengan jenis antibiotik yang diberikan (resistensi antibiotik).
  2. Antibiotik yang dikonsumsi tidak sesuai karena penyebab infeksi bisa jadi merupakan bakteri, jamur, atau mikroorganisme lain.
  3. Pasien mungkin mengalami kondisi atau penyakit lain yang memiliki gejala mirip ISK.

Menurut jurnal Postgraduate Medicine, penyebab umum ISK yakni bakteri Enterobacteriaceae memiliki kemampuan bermutasi yang tinggi sehingga resisten terhadap antibiotik.

Biasanya orang dengan penyakit dasar bawaan dan ISK kronis paling berisiko terhadap resistensi antibiotik.

ISK yang disebabkan oleh bakteri yang resisten antibiotik sulit disembuhkan karena pilihan pengobatannya terbatas.

Ciri-ciri sembuh dari infeksi saluran kemih

penyebab kanker kandung kemih

Pasien dengan ISK biasanya akan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Dari hasil pemeriksaan, dokter dapat mengukur jumlah bakteri atau kuman yang terkandung di dalam urine.

Terdapat dua jenis tes yang umumnya dilakukan oleh dokter untuk mendeteksi bakteri dalam urine.

  • Urinalisis: tes ini akan memeriksa urine untuk mengetahui jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan keberadaan bakteri. Jumlah sel darah putih dan merah dapat mengindikasikan adanya infeksi.
  • Kultur urine: kultur urine digunakan untuk menentukan jenis bakteri dalam urine.

Seseorang didiagnosis menderita ISK, apabila hasil urinalisis menunjukkan kandungan bakteri lebih dari 100.000 per mililiter.

Hasil tersebut didapat dari urine yang diambil lewat metode pengambilan urine clean catch midstream.

Untuk memastikan apakah ISK sudah sembuh, Anda bisa menjalani pemeriksaan urinalisis ulang.

Ciri-ciri dari infeksi kandung kemih yang sembuh terlihat dari penurunan jumlah bakteri di dalam urine.

Selain itu, dokter dapat melihat kondisi pasien lewat evaluasi kemajuan pengobatan dan perbaikan gejala. Gejala-gejala yang umum terjadi saat mengalami ISK, di antaranya sebagai berikut.

  • Ingin buang air kecil yang terus-menerus.
  • Rasa nyeri dan sensasi panas saat buang air kecil (anyang-anyangan).
  • Urine keruh dan berbau tajam.
  • Urine yang berdarah atau bernanah.
  • Wanita bisa merasakan nyeri panggul, terutama di pusat panggul dan area tulang di sekitar kelamin.

Apabila hasil urinalisis masih memperlihatkan jumlah bakteri yang tinggi dalam urine, pasien perlu menjalani tes kultur urine.

Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah bakteri yang menginfeksi adalah bakteri yang kebal antibiotik.

Pasien mungkin juga perlu menjalani uji sensitivitas bakteri terhadap antibiotik. Tes ini berguna untuk menentukan antibiotik apa yang tepat untuk menangani kasus ISK milik pasien.

Berapa lama sembuh dari ISK?

Memahami Penyakit Batu Saluran Kemih yang Harus Diwaspadai

Mengutip penelitian dalam jurnal JAMA, biasanya untuk mengatasi ISK tanpa komplikasi, Anda akan minum antibiotik selama 2 – 3 hari.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan minum obat ini 7 – 10 hari.

Untuk ISK dengan komplikasi, Anda perlu minum antibiotik selama 14 hari atau lebih. Lama waktu pemberian antibiotik juga ditentukan lewat hasil tes urine ulang.

Apabila hasil tes urine belum menunjukkan ciri-ciri sembuh dari infeksi kandung kemih, kandungan bakteri masih tinggi misalnya, pengobatan masih perlu dilanjutkan.

Jika Anda sering mengalami ISK, Anda mungkin memerlukan konsumsi antibiotik jangka panjang.

Apakah ISK bisa sembuh sendiri?

ISK dapat sembuh tergantung dari tingkat infeksi yang diderita oleh pasien.

Mengutip studi dalam jurnal Translational Andrology and Urology (Functional Urology), memperkirakan 25 – 42% kasus ISK tanpa komplikasi pada wanita dapat hilang dengan sendirinya.

Penggunaan ibuprofen sebagai pengganti antibiotik yang diresepkan juga dapat membantu menyembuhkan ISK.

Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini dilakukan pada wanita tanpa masalah kandung kemih lain.

Penelitian juga tidak menyebutkan seperti apa ciri-ciri infeksi kandung kemih yang sembuh dengan sendirinya.

Pada pria dengan gejala yang tidak menunjukkan ISK komplikasi, pengobatannya bisa sama dengan wanita.

Namun, pria dengan ISK komplikasi dapat diobati selama 7 hari dengan fluoroquinolone (ciprofloxacin, levofloxacin).

Penting juga untuk diingat bahwa terdapat beberapa risiko komplikasi ISK jika Anda tidak mengobati kondisi ini.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bader, Mazen S; Loeb, Mark; Brooks, Annie A. (2016). An update on the management of urinary tract infections in the era of antimicrobial resistance. Postgraduate Medicine. 00325481.2017.1246055. https://doi.org/10.1080/00325481.2017.1246055 

Bergamin, Paul A.; Kiosoglous, Anthony J. (2017). Non-surgical management of recurrent urinary tract infections in women. Translational Andrology and Urology. 6(S2), S142–S152. https://doi.org/10.21037/tau.2017.06.09    

Drekonja, D. M; et al. (2021). Effect of 7 vs 14 Days of Antibiotic Therapy on Resolution of Symptoms Among Afebrile Men With Urinary Tract Infection A Randomized Clinical Trial. JAMA. 326(4):324-331. https://doi.org/10.1001/jama.2021.9899 

About antibiotic-resistant urinary tract infections. Antibiotic Research UK. Retrieved 22 February, 2022, from https://www.antibioticresearch.org.uk/patient-support/specific-infections/urinary-tract-infections-utis/

Anger, J; et al. (2019). Recurrent Uncomplicated Urinary Tract Infections in Women: AUA/CUA/SUFU Guideline (2019). American Urological Association. Retrieved 22 February, 2022, from https://www.auanet.org/guidelines/guidelines/recurrent-uti

Antibiotics For UTI Treatment – What Are My Options? (2021). Drugs.com. Retrieved 22 February, 2022, from https://www.drugs.com/article/antibiotics-for-uti.html#:~:text=Amoxicillin%2Fclavulanate%20(Augmentin)%20and,over%205%20to%207%20days

Urinary tract infection (UTI). (2021). Mayo Clinic. Retrieved 22 February, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/diagnosis-treatment/drc-20353453

Urinary Tract Infections. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 22 February, 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9135-urinary-tract-infections#management-and-treatment

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Mar 15
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro