Tenggorokan Kering Tapi Tidak Flu, Wajar atau Bahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Salah satu gejala flu yang paling umum adalah tenggorokan yang kering dan meradang. Biasanya kalau tenggorokan terasa tidak nyaman, Anda bisa menebak bahwa Anda akan terserang flu. Namun, bagaimana jika tenggorokan Anda terasa kering terus tapi Anda bebas dari flu atau pilek? Tenggorokan kering adalah kondisi yang cukup umum. Penyebabnya bisa bermacam-macam, misalnya udara yang kering dan kebiasaan merokok. Jika tenggorokan kering disertai dengan rasa nyeri di badan, batuk, mual, diare, atau keluhan lainnya, Anda perlu waspada karena bisa jadi tenggorokan kering Anda menandakan masalah yang cukup serius.

Berbagai penyebab tenggorokan kering

Tenggorokan kering yang disebabkan oleh cuaca, minuman berkafein, atau aktivitas fisik seperti olahraga biasanya akan segera mereda setelah Anda meningkatkan asupan cairan. Namun, pada beberapa kasus, tenggorokan tetap terasa kering meskipun Anda sudah minum air sebanyak-banyaknya. Jangan menyepelekan kondisi ini, terutama jika sudah berlangsung selama beberapa hari dan diikuti keluhan kesehatan lain. Untuk mencari tahu penyebabnya, simak berbagai kemungkinan penyakit yang ditandai dengan tenggorokan kering berikut ini.

1. Penyakit amandel

Amandel yang terletak di bagian belakang tenggorokan bertugas untuk membantu sistem daya tahan tubuh dengan cara menghalangi berbagai kuman memasuki saluran pernapasan. Jika amandel mengalami pembengkakan, ludah akan terhambat untuk masuk ke tenggorokan sehingga tenggorokan Anda akan terasa kering. Umumnya keluhan lain yang muncul adalah sakit ketika menelan, suara serak, napas beraroma tak sedap, dan demam.

2. Alergi

Beberapa jenis alergen seperti serbuk bunga, asap rokok, dan hewan peliharaan bisa menyebabkan reaksi alergi berupa tenggorokan kering. Jika tenggorokan kering Anda tak kunjung mereda setelah berhari-hari dan disertai batuk, tenggorokan gatal, dan hidung berair, maka besar kemungkinannya Anda mengidap alergi tertentu.

3. Dehidrasi

Salah satu gejala kekurangan cairan adalah tenggorokan kering. Tanda-tanda lainnya yang harus Anda perhatikan adalah mulut kering, lidah membengkak, pusing, dan jantung berdebar. Anda juga bisa melihat warna urin untuk memastikan bahwa Anda tidak kekurangan cairan. Jika disepelekan, dehidrasi bisa berakibat fatal. Siapa pun bisa terserang dehidrasi, terlebih jika Anda banyak berkeringat, kurang minum air, atau sedang menderita diare. Berada di ruangan tertutup dengan pendingin ruangan juga bisa membuat Anda lupa minum, padahal tubuh tetap mengeluarkan cairan lewat pernapasan dan penguapan pada kulit. Akibatnya, tubuh jadi dehidrasi dan tenggorokan pun terasa kering.

4. Sindrom Sjorgen

Sindrom Sjorgen adalah penyakit autoimun yang menyerang selaput lendir dan kelenjar yang menjaga kelembapan. Biasanya mata, mulut, dan tenggorokan adalah bagian tubuh yang akan terasa kering. Penyakit ini bisa menyerang pada usia berapapun, tapi paling banyak ditemui pada wanita di atas 40 tahun. Sindrom Sjorgen juga ditandai dengan nyeri sendi, ruam pada kulit, batuk tidak berdahak, dan pada beberapa kasus disertai dengan serangan penyakit lupus atau rematik.

5. Kanker kelenjar ludah

Kelenjar ludah terletak pada tenggorokan, leher, dan mulut. Fungsinya adalah memproduksi cairan untuk menjaga jaringan tetap lembap. Kanker kelenjar ludah biasanya ditunjukkan lewat gejala tenggorokan dan mulut kering, pembengkakan leher, dan pada tahap akhir muncul benjolan yang menyebabkan sulit menelan. Kanker ini jarang terjadi dan penyebabnya bermacam-macam, mulai dari pola makan yang tinggi lemak, kebiasaan merokok, hingga keturunan.

6. Sleep apnea

Hati-hati jika Anda sering bangun tidur dengan tenggorokan yang terasa kering dan perih. Bisa jadi Anda mengidap sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang kesulitan bernapas. Biasanya penyakit ini juga ditandai dengan rasa lelah atau mengantuk padahal sudah tidur cukup, sakit kepala di pagi hari, dan bangun tiba-tiba karena sesak napas, tersedak, atau terengah-engah. Jika tidak segera ditangani, sleep apnea bisa mengancam nyawa.

7. Laringitis

Penyakit ini terjadi ketika pita suara Anda mengalami peradangan atau iritasi. Biasanya penyakit laringitis disebabkan oleh bakteri atau infeksi virus. Gejala yang ditimbulkan antara lain tenggorokan kering, suara serak, demam, dan batuk tak berdahak. Laringitis seharusnya akan mereda setelah kira-kira dua minggu. Namun, jika penyakit ini tak kunjung hilang setelah berminggu-minggu, ada kemungkinan Anda mengidap penyakit laringitis kronis yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.  

Cara meredakan tenggorokan kering

Tenggorokan yang kering tentu membuat Anda tidak nyaman dan sulit melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan atau berbicara. Selain minum banyak air untuk meredakan tenggorokan kering, silakan coba berbagai cara berikut ini.  

Kumur air garam

Larutkan garam dalam air hangat dan berkumurlah selama 30 sampai 60 detik. Garam mampu mengurangi pembengkakan dan iritasi sekaligus membersihkan virus-virus yang bersarang di mulut dan tenggorokan.

Permen pelega tenggorokan

Permen pelega tenggorokan bisa melembapkan jaringan-jaringan pada mulut dan tenggorokan. Selain itu, permen ini juga akan merangsang produksi ludah yang akan membantu membasahi tenggorokan. Hindari permen pelega tenggorokan yang mengandung gula atau perasa tambahan supaya tenggorokan tidak terasa gatal.

Madu

Madu memiliki efek melegakan tenggorokan dan berfungsi sebagai antiseptik dan antibakteri alami. Selain itu, tekstur madu yang kental akan membantu menjaga kelembapan di tenggorokan lebih lama. Anda bisa mencampurkan madu dengan air hangat atau teh, tapi bisa juga Anda konsumsi langsung.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menjaga Kesehatan Tenggorokan untuk Jalani Hari yang Lebih Aktif

Menjaga kesehatan tenggorokan penting dilakukan di masa pandemi. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk menjaga kesehatan tenggorokan.

Ditulis oleh: Nadhila Erin
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Alasan Mengapa Radang Tenggorokan Itu Tanda Sistem Imun yang Lemah

Ketahui alasan mengapa radang tenggorokan bisa menjadi salah satu tanda yang menunjukan bahwa sistem imun Anda sedang lemah dan tidak bekerja optimal.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit