Gendang Telinga Pecah

Gendang Telinga Pecah

Gendang telinga adalah bagian vital dari telinga yang berperan dalam proses pendengaran. Pernahkah Anda membayangkan kalau tiba-tiba gendang telinga pecah?

Ya, meski terletak jauh di dalam telinga, bukan tidak mungkin ia bisa mengalami gangguan seperti bagian tubuh lainnya. Lantas, apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah pendengaran akan terganggu? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui jawabannya.

Apa itu gendang telinga pecah?

gendang telinga pecah bisa sembuh

Gendang telinga pecah atau perforasi membran timpani adalah robekan pada membran tipis yang memisahkan telinga bagian luar dan dalam.

Membran tersebut, disebut membran timpani atau gendang telinga, terbuat dari jaringan yang menyerupai kulit.

Fungsi gendang telinga yang utama ada dua. Pertama, gendang telinga merasakan getaran gelombang suara dan mengubahnya menjadi impuls saraf yang menyampaikan suara ke otak.

Kedua, menjaga bagian tengah telinga dari bakteri, air, dan benda asing. Normalnya, telinga di area tengah ini adalah bagian yang steril.

Namun, ketika perforasi membran timpani, bakteri dapat masuk ke dalam bagian tersebut dan menyebabkan infeksi yang disebut otitis media.

Gendang telinga pecah biasanya bukan kondisi yang berbahaya. Gangguan ini bahkan bisa sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu tertentu.

Apa saja gejala gendang telinga pecah?

Berikut adalah ciri-ciri gendang telinga pecah yang bisa Anda waspadai.

Apa penyebab gendang telinga pecah?

ciri-ciri gendang telinga pecah

Telah terbukti bahwa terdapat banyak penyebab gendang telinga pecah. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini adalah penyebab perforasi membran timpani atau gendang telinga yang paling umum.

  • Infeksi telinga bagian tengah (otitis media), misal karena terlalu banyak cairan yang menumpuk di belakang gendang telinga, sehingga menyebabkan gendang telinga robek dan pecah.
  • Barotrauma, biasanya terjadi akibat perubahan tekanan udara saat penerbangan, scuba diving, atau serangan langsung ke dalam telinga, seperti benturan dari kantung udara mobil.
  • Suara keras atau ledakan (trauma akustik), termasuk suara speaker yang keras.
  • Benda asing yang masuk terlalu dalam ke telinga, termasuk membersihkan telinga pakai cotton bud atau pembersih telinga lain yang dapat melukai telinga.
  • Cedera kepala berat, misal karena kecelakaan atau pukulan yang menyebabkan kerusakan pada struktur telinga bagian tengah dan telinga bagian dalam.

Bagaimana gendang telinga pecah didiagnosis?

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter akan melaksanakan pemeriksaan otoskopik. Otoskop adalah sebuah alat dengan lampu yang berguna untuk melihat bagian dalam telinga.

Selain itu, beberapa tes berikut juga mungkin akan dokter lakukan untuk mendiagnosis perforasi membran timpani.

  • Tes laboratorium, untuk memeriksa kotoran telinga guna mendeteksi kemungkinan infeksi bakteri.
  • Garputala, yaitu instrumen logam khusus untuk menentukan besar efek dari sobekan gendang telinga pada pendengaran Anda.
  • Timpanometri, yaitu tes menggunakan alat khusus ke dalam telinga untuk mengukur respons gendang telinga terhadap perubahan tekanan udara.
  • Tes audiologi, yang menggunakan beberapa seri nada untuk didengarkan melalui headphone untuk menentukan level pendengaran Anda.

Apakah gendang telinga pecah bisa sembuh sendiri?

Kabar baiknya, gendang telinga pecah bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan apa pun, lho. Kebanyakan kasus perforasi membran timpani hanya bersifat sementara.

Hal itu dikarenakan lubang pada gendang telinga memiliki kemampuan untuk menutup dengan sendirinya.

Alhasil, fungsi pendengaran Anda dapat berangsur-angsur normal dan membuat Anda bisa kembali mendengar dengan jelas.

Biasanya, perforasi membran timpani bisa sembuh sendiri dalam beberapa minggu sampai tiga bulan ke depan. Namun, hal ini tergantung dari penyebab perforasi membran timpani yang Anda alami.

Jika disebabkan oleh infeksi telinga, gendang telinga Anda biasanya akan segera membaik setelah infeksi tersebut diobati, misal dengan antibiotik dan obat tetes telinga.

Semakin cepat infeksi telinga diatasi, maka semakin cepat pula fungsi gendang telinga Anda kembali normal seperti semula.

Apa saja pilihan pengobatan untuk menyembuhkan gendang telinga pecah?

telinga terasa tersumbat

Kalau Anda masih saja mengalami gangguan pendengaran yang cukup mengganggu, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter. Dokter biasanya akan memberikan obat berikut.

1. Obat pereda nyeri

Ketika gendang telinga pecah membuat Anda kesakitan, maka dokter akan meresepkan obat pereda nyeri untuk dikonsumsi secara rutin.

Obat ini berfungsi untuk melindungi telinga Anda dari infeksi berlanjut. Anda biasanya akan diberikan paracetamol atau ibuprofen, sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

2. Patch

Jika masalah gendang telinga Anda tak kunjung sembuh meski sudah minum obat, dokter mungkin akan meletakkan patch untuk menambal lubang pada gendang telinga Anda.

Patch berfungsi untuk mendorong pertumbuhan jaringan gendang telinga dan menutup lubang yang ada, sehingga pendengaran Anda berangsur-angsur kembali normal.

3. Operasi timpanoplasti

Operasi timpanoplasti adalah prosedur pembedahan dengan menutup lubang yang terbuka pada gendang telinga.

Cara ini menjadi pilihan terakhir yang ditempuh setelah semua upaya tidak berhasil mengobati perforasi gendang telinga.

Apa saja pengobatan rumahan yang dapat mempercepat penyembuhan gendang telinga pecah?

Meskipun perforasi gendang telinga bisa sembuh sendiri, ini bukan berarti Anda hanya tinggal duduk dan menunggu sampai Anda benar-benar sembuh, lho.

Berikut tips yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat penyembuhan perforasi membran timpani.

1. Pastikan telinga kering

Saat mandi atau berenang, sebaiknya gunakan penutup kepala untuk mencegah air masuk ke dalam telinga.

Anda juga bisa menutup lubang telinga dengan kapas yang dilapisi petroleum jelly untuk mencegah telinga kemasukan air.

2. Hindari naik pesawat

Bila ada hal-hal tertentu yang mengharuskan Anda naik pesawat, gunakan sumbat telinga (earplug).

Anda juga bisa mengunyah permen karet untuk menjaga keseimbangan tekanan di telinga bagian dalam dan luar.

3. Gunakan penutup telinga

Jaga telinga Anda dari kerusakan dengan menggunakan penutup telinga di tempat kerja atau saat berekreasi jika terdapat suara keras.

Tanyakan kepada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ruptured eardrum (perforated eardrum) – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 16 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ruptured-eardrum/symptoms-causes/syc-20351879

Perforated eardrum . (2017). Retrieved 16 October 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/perforated-eardrum/

Publishing, H. (2020). Perforated Eardrum – Harvard Health. Retrieved 16 October 2020, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/perforated-eardrum-a-to-z

Ruptured Eardrum (Acutely Perforated Tympanic Membrane). (2020). Retrieved 16 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15581-ruptured-eardrum-acutely-perforated-tympanic-membrane

Ruptured eardrum (perforated eardrum) – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2022, January 18). Mayo Clinic – Mayo Clinic. Retrieved 11 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ruptured-eardrum/diagnosis-treatment/drc-20351884

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adhenda Madarina Diperbarui Aug 25
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto