Mengenal Urutan Proses Mendengar pada Manusia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Pendengaran adalah salah satu indra utama manusia yang berfungsi untuk berkomunikasi dan memberi peringatan kepada tubuh. Melalui indra pendengaran, Anda dapat merasakan getaran yang disebut sebagai suara. Ini disebut proses mendengar yang melibatkan bagian-bagian telinga dan otak. Penjelasan di bawah ini akan membahas bagaimana proses mendengar berlangsung, dari menerima gelombang suara hingga mengirimkannya ke otak. 

Apa saja bagian telinga dan fungsinya dalam proses mendengar?

kesehatan telinga

Sebelum membahas soal proses mendengar, Anda perlu mengetahui bagian-bagian telinga dan fungsinya sebagai indera pendengaran. Berikut penjelasannya:

1. Telinga luar

Telinga luar terdiri atas daun telinga dan saluran telinga. Dalam proses mendengar, telinga bagian luar bertugas mengirimkan suara ke membran timpani (gendang telinga).

Daun telinga, yang disebut juga dengan pinna, terbuat dari tulang rawan yang dilapisi kulit. Pinna mengumpulkan suara dan menyalurkannya ke saluran telinga. 

Sementara itu, saluran telinga memiliki panjang sekitar 4 cm dan terdiri atas bagian luar dan dalam. Bagian luarnya dilapisi dengan kulit berbulu yang mengandung kelenjar untuk membentuk kotoran telinga. Rambut tumbuh di bagian luar saluran telinga dan berfungsi sebagai pelindung dan disinfektan. 

2. Telinga tengah

Telinga tengah adalah ruang berisi udara yang terhubung ke bagian belakang hidung melalui tabung tipis dan panjang yang disebut tabung Eustachius. Ruang telinga tengah menampung tiga tulang yang bertugas menyalurkan suara dari membran timpani ke bagian dalam telinga. Tulang tersebut bernama malleus, incus, dan stapes. 

Dinding luar telinga tengah adalah membran timpani, sedangkan dinding bagian dalam adalah koklea. Batas atas telinga tengah membentuk tulang di bawah lobus tengah otak. Sementara itu, dasar telinga tengah menutupi pangkal dari vena besar yang mengalirkan darah dari kepala. 

3. Telinga dalam

Telinga dalam adalah ruang yang terdiri atas labirin bertulang dan labirin membran, satu di dalam satu yang lain. Labirin bertulang memiliki rongga yang diisi dengan kanal berbentuk lingkaran yang bertugas untuk fungsi keseimbangan. 

Bagian-bagian telinga yang telah disebutkan di atas saling berkaitan satu sama lain. Bagian-bagian tersebut berpadu dalam melakukan proses mendengar, sehingga Anda dapat memahami bunyi atau suara. 

Bagaimana urutan proses mendengar?

lipatan telinga mendeteksi penyakit jantung

Proses mendengar adalah proses mengubah getaran suara dari lingkungan luar menjadi potensi aksi. Benda yang bergetar menghasilkan suara, kemudian getaran ini memberikan tekanan ke udara, yang lebih dikenal sebagai gelombang suara. 

Telinga Anda memiliki kemampuan untuk membedakan karakteristik suara yang berbeda, seperti nada dan kenyaringan, yang mengacu pada frekuensi gelombang suara dan persepsi intensitas suara. 

Pengukuran frekuensi suara diukur dalam hertz (Hz, siklus per detik). Telinga manusia dapat mendeteksi frekuensi dari 1.000-4.000 hertz. Sementara itu, telinga bayi dapat mendengar frekuensi dalam kisaran antara 20-20.000 Hz. 

Intensitas suara diukur dalam desibel (dB). Kisaran pendengaran manusia pada skala desibel adalah dari 0-13 dB. Semua sifat yang disebutkan harus mengalami proses untuk masuk ke sistem pusat. 

Dikutip dari National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), berikut adalah urutan proses mendengar yang perlu Anda ketahui:

  1. Gelombang suara memasuki telinga luar dan berjalan melalui lorong sempit yang disebut saluran telinga, yang mengarah ke gendang telinga. 
  2. Gendang telinga bergetar dari gelombang suara yang masuk dan mengirimkan getaran ini ke ketiga tulang kecil di telinga tengah. 
  3. Tulang di telinga tengah memperkuat atau meningkatkan getaran suara dan mengirimnya ke koklea.
  4. Setelah getaran menyebabkan cairan di dalam koklea bergetar, gelombang suara berjalan di sepanjang membran basilar. Sel-sel rambut, yaitu sel sensorik yang berada di atas membran basilar, mengendalikan gelombang suara.  Sel-sel rambut di dekat ujung lebar koklea kemudian mendeteksi suara bernada tinggi, sedangkan yang lebih dekat ke tengah mendeteksi suara bernada rendah. 
  5. Saat sel-sel rambut bergerak, komponen seperti rambut yang sangat kecil (dikenal dengan stereocilia) yang bertengger di atas sel-sel rambut menabrak struktur dan lengkungan di atasnya. Ini menyebabkan stereocilia terbuka. Kemudian, bahan kimia masuk ke dalam sel dan menciptakan sinyal listrik. 
  6. Saraf pendengaran kemudian membawa sinyal ini ke sistem saraf pusat (otak) dan mengubahnya menjadi suara yang kita kenal dan pahami. 

Apa saja fungsi otak yang berhubungan dengan proses mendengar?

kemampuan otak

Ketika sinyal dari saraf pendengaran dibawa ke otak, otak melakukan fungsinya dengan menunjang kebutuhan Anda. Dikutip dari World Health Organization, berikut berbagai fungsi otak yang berhubungan dengan proses mendengar:

1. Memblokir suara yang tidak diinginkan

Kemampuan otak yang satu inilah yang membuat Anda mampu mendengar dan melakukan komunikasi dengan jelas di ruangan ramai dan berisik. Ini disebut juga dengan efek pesta koktail atau cocktail party effect. 

Seiring bertambahnya usia, kemampuan Anda dalam mendengar di ruangan yang ramai akan semakin berkurang. Kemampuan tersebut akan bertambah buruk ketika Anda mengalami gangguan pendengaran atau penyakit telinga yang memengaruhi pendengaran.

2. Menentukan lokasi sumber suara

Setelah proses mendengar berlangsung, otak dapat membuat Anda menentukan sumber suara dengan cukup akurat. Misalnya, Anda tahu dari mana arah suara datang, Anda tahu harus menoleh ke mana untuk mencari pembicara, Anda pun tahu di mana mencari pesawat terbang atau burung. Ada saraf khusus yang menangani hal ini di sistem saraf pusat. 

3. Menentukan suara nyala dan mati

Indra pendengaran Anda memiliki fungsi peringatan untuk segala jenis sinyal. Ada sel otak yang hanya menanggapi permulaan suara, sedangkan sel otak lainnya hanya menanggapi perubahan suara menjadi tidak aktif. 

Misalnya, ketika seseorang menyalakan pendingin ruangan, Anda akan menyadarinya. Begitu pula ketika alat tersebut dimatikan. 

4. Interaksi rangsangan suara dengan bagian otak lainnya

Rangsangan suara menghasilkan interaksi dengan bagian otak lain untuk memberikan respons yang sesuai. Itu sebabnya, jika Anda mendengar alarm kebakaran, tubuh Anda akan secara otomatis bereaksi yang mengarah ke pelarian, jantung berdebar, dan kesiapan untuk segera bergerak. 

Contoh lainnya adalah seorang ibu yang lebih merasa waspada ketika mendengar bayinya menangis, ketimbang orang lain. Suara tertentu dapat membangkitkan amarah, kesenangan, atau lainnya. Singkatnya, sensasi yang dihasilkan dari proses mendengar bercampur dengan mekanisme tubuh dan menjadi sebuah kesatuan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Masalah yang Umum dan Sering Terjadi pada Telinga

Tak jarang, kesehatan telinga luput dari perhatian Anda. Padahal, jika kesehatan telinga tidak dijaga, Anda bisa mengalami salah satu masalah telinga ini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 10 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Waspada, Ini Bahaya Anemia yang Mungkin Mengintai Anda

Anemia membuat tubuh Anda kekurangan sel darah merah sehat. Jika dibiarkan, anemia bisa menyebabkan komplikasi. Apa saja bahaya anemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Ragam Penyebab Jerawat di Telinga dan Cara Mengatasinya

Jerawat yang tiba-tiba muncul di wajah itu menyebalkan. Apalagi kalau muncul di tempat yang tidak biasa, misalnya jerawat di telinga. Apa penyebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Jerawat, Kesehatan Kulit 2 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Inilah Alasannya Sebuah Lagu Bisa Terus Terngiang di Kepala Anda

Hampir semua orang pernah merasakan sebuah lagu atau musik yang terngiang di kepala. Namun, tahukah Anda apa sebabnya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan, Informasi Kesehatan 2 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat tetes telinga

Cari Tahu Jenis Obat Tetes Telinga Beserta Cara Pakainya Agar Tak Salah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
otitis eksterna (swimmer's ear)

Otitis Eksterna

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
sinusitis adalah

Sinusitis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Kenapa Tidak Boleh Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit