home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Urutan Proses Mendengar pada Manusia

Mengenal Urutan Proses Mendengar pada Manusia

Pendengaran adalah salah satu indra utama manusia yang berfungsi untuk berkomunikasi dan memberi peringatan kepada tubuh. Melalui indra pendengaran, Anda dapat merasakan getaran yang disebut sebagai suara. Ini disebut proses mendengar yang melibatkan bagian-bagian telinga dan otak. Penjelasan di bawah ini akan membahas bagaimana proses mendengar berlangsung, dari menerima gelombang suara hingga mengirimkannya ke otak.

Apa saja bagian telinga dan fungsinya dalam proses mendengar?

kesehatan telinga

Sebelum membahas soal proses mendengar, Anda perlu mengetahui bagian-bagian telinga dan fungsinya sebagai indera pendengaran. Berikut penjelasannya:

1. Telinga luar

Telinga luar terdiri atas daun telinga dan saluran telinga. Dalam proses mendengar, telinga bagian luar bertugas mengirimkan suara ke membran timpani (gendang telinga).

Daun telinga, yang disebut juga dengan pinna, terbuat dari tulang rawan yang dilapisi kulit. Pinna mengumpulkan suara dan menyalurkannya ke saluran telinga.

Sementara itu, saluran telinga memiliki panjang sekitar 4 cm dan terdiri atas bagian luar dan dalam. Bagian luarnya dilapisi dengan kulit berbulu yang mengandung kelenjar untuk membentuk kotoran telinga. Rambut tumbuh di bagian luar saluran telinga dan berfungsi sebagai pelindung dan disinfektan.

2. Telinga tengah

Telinga tengah adalah ruang berisi udara yang terhubung ke bagian belakang hidung melalui tabung tipis dan panjang yang disebut tabung Eustachius. Ruang telinga tengah menampung tiga tulang yang bertugas menyalurkan suara dari membran timpani ke bagian dalam telinga. Tulang tersebut bernama malleus, incus, dan stapes.

Dinding luar telinga tengah adalah membran timpani, sedangkan dinding bagian dalam adalah koklea. Batas atas telinga tengah membentuk tulang di bawah lobus tengah otak. Sementara itu, dasar telinga tengah menutupi pangkal dari vena besar yang mengalirkan darah dari kepala.

3. Telinga dalam

Telinga dalam adalah ruang yang terdiri atas labirin bertulang dan labirin membran, satu di dalam satu yang lain. Labirin bertulang memiliki rongga yang diisi dengan kanal berbentuk lingkaran yang bertugas untuk fungsi keseimbangan.

Bagian-bagian telinga yang telah disebutkan di atas saling berkaitan satu sama lain. Bagian-bagian tersebut berpadu dalam melakukan proses mendengar, sehingga Anda dapat memahami bunyi atau suara.

Bagaimana urutan proses mendengar?

lipatan telinga mendeteksi penyakit jantung

Proses mendengar adalah proses mengubah getaran suara dari lingkungan luar menjadi potensi aksi. Benda yang bergetar menghasilkan suara, kemudian getaran ini memberikan tekanan ke udara, yang lebih dikenal sebagai gelombang suara.

Telinga Anda memiliki kemampuan untuk membedakan karakteristik suara yang berbeda, seperti nada dan kenyaringan, yang mengacu pada frekuensi gelombang suara dan persepsi intensitas suara.

Pengukuran frekuensi suara diukur dalam hertz (Hz, siklus per detik). Telinga manusia dapat mendeteksi frekuensi dari 1.000-4.000 hertz. Sementara itu, telinga bayi dapat mendengar frekuensi dalam kisaran antara 20-20.000 Hz.

Intensitas suara diukur dalam desibel (dB). Kisaran pendengaran manusia pada skala desibel adalah dari 0-13 dB. Semua sifat yang disebutkan harus mengalami proses untuk masuk ke sistem pusat.

Dikutip dari National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), berikut adalah urutan proses mendengar yang perlu Anda ketahui:

  1. Gelombang suara memasuki telinga luar dan berjalan melalui lorong sempit yang disebut saluran telinga, yang mengarah ke gendang telinga.
  2. Gendang telinga bergetar dari gelombang suara yang masuk dan mengirimkan getaran ini ke ketiga tulang kecil di telinga tengah.
  3. Tulang di telinga tengah memperkuat atau meningkatkan getaran suara dan mengirimnya ke koklea.
  4. Setelah getaran menyebabkan cairan di dalam koklea bergetar, gelombang suara berjalan di sepanjang membran basilar. Sel-sel rambut, yaitu sel sensorik yang berada di atas membran basilar, mengendalikan gelombang suara. Sel-sel rambut di dekat ujung lebar koklea kemudian mendeteksi suara bernada tinggi, sedangkan yang lebih dekat ke tengah mendeteksi suara bernada rendah.
  5. Saat sel-sel rambut bergerak, komponen seperti rambut yang sangat kecil (dikenal dengan stereocilia) yang bertengger di atas sel-sel rambut menabrak struktur dan lengkungan di atasnya. Ini menyebabkan stereocilia terbuka. Kemudian, bahan kimia masuk ke dalam sel dan menciptakan sinyal listrik.
  6. Saraf pendengaran kemudian membawa sinyal ini ke sistem saraf pusat (otak) dan mengubahnya menjadi suara yang kita kenal dan pahami.

Apa saja fungsi otak yang berhubungan dengan proses mendengar?

kemampuan otak

Ketika sinyal dari saraf pendengaran dibawa ke otak, otak melakukan fungsinya dengan menunjang kebutuhan Anda. Dikutip dari World Health Organization, berikut berbagai fungsi otak yang berhubungan dengan proses mendengar:

1. Memblokir suara yang tidak diinginkan

Kemampuan otak yang satu inilah yang membuat Anda mampu mendengar dan melakukan komunikasi dengan jelas di ruangan ramai dan berisik. Ini disebut juga dengan efek pesta koktail atau cocktail party effect.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan Anda dalam mendengar di ruangan yang ramai akan semakin berkurang. Kemampuan tersebut akan bertambah buruk ketika Anda mengalami gangguan pendengaran atau penyakit telinga yang memengaruhi pendengaran.

2. Menentukan lokasi sumber suara

Setelah proses mendengar berlangsung, otak dapat membuat Anda menentukan sumber suara dengan cukup akurat. Misalnya, Anda tahu dari mana arah suara datang, Anda tahu harus menoleh ke mana untuk mencari pembicara, Anda pun tahu di mana mencari pesawat terbang atau burung. Ada saraf khusus yang menangani hal ini di sistem saraf pusat.

3. Menentukan suara nyala dan mati

Indra pendengaran Anda memiliki fungsi peringatan untuk segala jenis sinyal. Ada sel otak yang hanya menanggapi permulaan suara, sedangkan sel otak lainnya hanya menanggapi perubahan suara menjadi tidak aktif.

Misalnya, ketika seseorang menyalakan pendingin ruangan, Anda akan menyadarinya. Begitu pula ketika alat tersebut dimatikan.

4. Interaksi rangsangan suara dengan bagian otak lainnya

Rangsangan suara menghasilkan interaksi dengan bagian otak lain untuk memberikan respons yang sesuai. Itu sebabnya, jika Anda mendengar alarm kebakaran, tubuh Anda akan secara otomatis bereaksi yang mengarah ke pelarian, jantung berdebar, dan kesiapan untuk segera bergerak.

Contoh lainnya adalah seorang ibu yang lebih merasa waspada ketika mendengar bayinya menangis, ketimbang orang lain. Suara tertentu dapat membangkitkan amarah, kesenangan, atau lainnya. Singkatnya, sensasi yang dihasilkan dari proses mendengar bercampur dengan mekanisme tubuh dan menjadi sebuah kesatuan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How Do We Hear?. (2015). Retrieved 5 October 2020, from https://www.nidcd.nih.gov/health/how-do-we-hear

Explore Our Sense of Hearing | How the Ears & Brain Communicate — Hearing Health Foundation. (2020). Retrieved 5 October 2020, from https://hearinghealthfoundation.org/how-hearing-works

(2020). Retrieved 5 October 2020, from https://www.who.int/occupational_health/publications/noise2.pdf

Nava, A., & Lasrado, S. (2020). Physiology, Ear. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK540992/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 23/12/2020
x