Infeksi Telinga yang Tidak Diobati Bisa Sebabkan Kerusakan Permanen Pada Otak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Infeksi telinga tengah (otitis media) adalah salah satu penyakit “langganan” anak-anak. Meski begitu, bukan berarti ortu boleh menyepelekan kondisi ini dan memberikan perawatan seadanya. Infeksi telinga lama-lama dapat memengaruhi kinerja otak jika tidak ditangani dengan baik sampai sembuh. Memang, apa hubungannya infeksi telinga tengah dengan fungsi otak?

Apa penyebab infeksi telinga tengah?

Infeksi telinga tengah biasanya terjadi ketika gejala sinus atau pilek anak tidak sembuh-sembuh sehingga ingus jadi menggenang di ruang kosong dalam telinga tengah, yang seharusnya hanya terisi oleh udara.

Telinga tengah yang lembap karena tersumbat cairan dapat meningkatkan risiko bakteri dan virus berkembang biak di dalamnya, sehingga menyebabkan peradangan. Peradangan dalam telinga tengah yang tidak tertangani dapat menyebabkan telinga sakit dan bengkak, bahkan mengeluarkan nanah.

Di negara-negara maju, sekitar 90 persen anak-anak mengalami infeksi telinga tengah setidaknya sekali sebelum usia masuk sekolah. Biasanya antara usia enam bulan hingga empat tahun.

Bagaimana infeksi telinga bisa memengaruhi fungsi otak?

Meski antibiotik dapat sangat mengurangi bahaya infeksi telinga, risiko komplikasi kerusakan saraf otak yang serius, termasuk gangguan pendengaran, kelumpuhan wajah, meningitis dan abses otak masih mungkin terjadi. Begitu ungkap sebuah laporan terbitan jurnal Current Neurology and Neuroscience Reports. Pasalnya, organ dalam telinga berdekatan dengan otak sehingga infeksi dari telinga bisa menjalar ke jaringan otak dengan mudah.

Berikut adalah risiko komplikasi infeksi telinga tengah yang mungkin terjadi pada fungsi otak:

Hilang pendengaran

Komplikasi hilang pendengaran permanen akibat otitis media sebenarnya cukup jarang terjadi. Kira-kira 2 dari setiap 10.000 anak yang terserang infeksi telinga tengah tapi mendapatkan pengobatan seadanya bisa mengalami hilang pendengaran.

Gangguan pendengaran tingkat sedang hingga serius bisa menyebabkan penurunan daya ingat serta kemampuan mental lainnya seperti berpikir dan mengambil keputusan. Para ahli melaporkan bahwa orang dengan gangguan pendengaran juga akan mengalami atrofi atau penyusutan otak. Penyusutan inilah yang menyebabkan fungsi otak semakin menurun. Jadi, hilang pendengaran memang bisa merembet sampai masalah otak.

Abses otak

Abses otak adalah salah satu komplikasi infeksi otitis media yang paling serius.

Cairan berisi bakteri yang tadinya menggenang dalam telinga bisa mengalir ke otak dan akhirnya menumpuk di sana. Lama kelamaan, cairan yang menumpuk di otak akan berubah menjadi nanah dan meningkatkan tekanan dalam rongga kepala. Abses otak dapat berpotensi fatal, menyebabkan kerusakan permanen pada otak atau bahkan kematian.

Gejala abses otak yang paling umum adalah sakit kepala, demam, mual, muntah, dan penurunan fungsi otak (termasuk bingung, linglung, sulit bergerak dan berkomunikasi, hingga kelemahan lengan atau kaki).

Sebagian besar cairan abses otak dapat disedot atau dikeringkan lewat pembedahan, yang diikuti oleh pengobatan antibiotik lewat infus selama enam hingga delapan minggu. Meski tergolong sebagai komplikasi yang serius, peluang seseorang untuk pulih total dari abses otak cukup tinggi, yaitu 70 persen.

Vertigo dan hilang keseimbangan

Otitis media dapat menyebabkan vertigo karena cairan infeksinya akan menyumbat saluran eustachius yang terdapat di bagian dalam telinga. Saluran eustachius berfungsi untuk mengatur tekanan udara di dalam telinga tetap seimbang, sekaligus bertugas untuk mengatur keseimbangan tubuh.

Normalnya ketika Anda menggerakkan atau mengubah posisi kepala, maka telinga bagian dalam akan memberi sinyal ke otak tentang posisi kepala Anda untuk membantu menjaga keseimbangan tubuh dan fungsi pendengaran dengan baik.

Tapi jika telinga bagian dalam mengalami masalah, entah karena adanya infeksi virus ataupun peradangan pada telinga, maka sinyal yang seharusnya dikirim ke otak pun akan terganggu. Akhirnya, Anda akan mengalami sakit kepala hebat khas vertigo yang membuat tubuh mudah goyah.

Selain itu, gangguan ini bisa disebabkan karena peradangan di saraf vestibulokoklear telinga yang juga mengakibatkan Anda gampang hilang keseimbangan.

Meningitis

Infeksi telinga akibat bakteri dan virus pada anak-anak dan orang dewasa dapat menyebabkan meningitis. Meningitis adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada selaput pembungkus sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges).

Gejala meningitis yaitu leher kaku, demam dan sakit kepala. Bayi dan anak-anak juga menjadi mudah marah dan mengantuk serta menunjukkan sedikit nafsu makan.

Dalam kasus yang parah, meningitis dapat menyebar ke pembuluh darah di otak, menyebabkan pembekuan darah, sehingga menyebabkan stroke. Peradangan juga bisa menyebabkan kerusakan, pembengkakan dan perdarahan di jaringan otak.

Mastoiditis akut

Mastoiditis akut adalah infeksi yang memengaruhi tulang mastoid yang terletak di belakang telinga. Kondisi ini harus segera diobati untuk mencegahnya berkembang ke komplikasi yang lebih serius.

Lumpuh wajah

Penyakit Bell’s palsy adalah risiko komplikasi infeksi telinga tengah lainnya. Bell’s palsy ditandai dengan kelumpuhan wajah akibat peradangan dan pembengkakan pada saraf perifer yang mengontrol otot salah satu sisi wajah. Kelumpuhan otot wajah kemudian menyebabkan perubahan bentuk pada salah satu sisi wajah. Meski begitu, sekitar 95 persen pasien infeksi telinga tengah yang mengalami kelumpuhan wajah dapat pulih sepenuhnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Semua yang Perlu Diketahui Seputar Atrofi Otak, Ketika Ukuran Otak Menciut

Atrofi otak adalah kondisi rusak atau hilangnya sel otak dan sambungan antar sel otak secara berkelanjuta. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Tidak Boleh Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud?

Kalau tak boleh pakai cotton bud, bagaimana caranya membersihkan telinga?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Masalah yang Umum dan Sering Terjadi pada Telinga

Tak jarang, kesehatan telinga luput dari perhatian Anda. Padahal, jika kesehatan telinga tidak dijaga, Anda bisa mengalami salah satu masalah telinga ini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 10 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Jangan Mau Ditipu! Ini Alasan Orang Mudah Percaya Berita Hoax

Berita hoax di Internet memang selalu bikin resah, tapi herannya masih banyak saja yang percaya. Ups, ternyata otak manusia yang jadi penyebabnya, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

otitis media

Otitis Media

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
manfaat berkebun

5 Manfaat Berkebun Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 31 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
makanan untuk otak

7 Makanan dan Minuman yang Bisa Tingkatkan Daya Pikir dan Kinerja Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 29 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
senam otak

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Meningkatkan Fokus, Juga Mengasah Kreativitas

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit