home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Efek Samping Filler Hidung yang Perlu Anda Ketahui

5 Efek Samping Filler Hidung yang Perlu Anda Ketahui

Filler hidung merupakan prosedur kecantikan yang cukup populer, tetapi cara ini bukan berarti tanpa efek samping. Filler hidung menjadi pilihan karena tindakan medis ini tidak menggunakan operasi, tetapi menyuntikkan cairan ke bagian hidung yang Anda inginkan. Meski tanpa prosedur operasi, ada sejumlah efek samping dari filler hidung, berikut penjelasannya.

Efek samping filler hidung

operasi polip hidung

Mempercantik tampilan hidung bisa dengan dua cara, filler dan tanam benang.

Kedua prosedur ini sama-sama tidak melalui operasi, tetapi tetap harus dilakukan oleh dokter yang berpengalaman.

Untuk filler, cara melakukannya adalah dengan menyuntikkan zat seperti gel bernama dermal filler di bawah untuk mengembalikan volume yang hilang.

Mengutip dari American Board of Cosmetic Surgery, gel ini juga bermanfaat untuk menyamarkan garis halus dan kerutan.

Setidaknya, satu juta pria dan wanita Amerika Serikat memilih filler hidung sebagai perawatan peremajaan wajah.

Meski tindakan ini lebih singkat dan hemat biaya daripada operasi hidung, filler hidung tetap bisa menimbulkan efek samping, berikut penjelasannya.

1. Reaksi pada kulit yang disuntik

Penelitian terbitan Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery mengungkapkan bahwa ada sejumlah efek samping suntik filler pada kulit.

Reaksi yang paling umum adalah perubahan dan nyeri pada area suntikan, seperti:

  • bengkak,
  • memar,
  • kemerahan,
  • nyeri,
  • gatal, sampai
  • infeksi.

Biasanya, memar dan bengkak akan mereda dalam beberapa hari. Anda bisa mengatasinya dengan mengompres air es setelah atau sesudah sesi penyuntikan filler.

2. Infeksi

Efek samping filler hidung yang satu ini terbilang sangat jarang. Kalau pun terjadi, dokter akan memberikan antibiotik aktif untuk membunuh bakteri pada kulit.

Peradangan bisa terjadi karena infeksi bakteri tingkat rendah, seperti Staphylococcus epidermidis atau Propionibacterium acnes di sekitar tindakan penyuntikkan.

Maka dari itu, dokter tidak akan melakukan penyuntikkan bila ada tempat infeksi berdekatan di wajah.

endoskopi nasal endoskopi hidung

3. Alergi dan hipersensitif

Reaksi alergi dan hipersensitif tergantung pada bahan filler yang Anda gunakan.

Bila Anda menggunakan kolagen sapi, ini bisa memicu hipersensitif sistemik seperti demam dan urtikaria (biduran).

Umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan tes kulit untuk melihat apakah Anda memiliki alergi terhadap kolagen sapi.

Sementara itu, filler hidung memakai gel mengandung hyaluronic acid. Jadi, kemungkinan efek samping yang Anda rasakan adalah pembengkakan.

Namun, efek ini baru berkembang bulanan atau tahunan setelah penyuntikan.

4. Kematian sel kulit

Efek samping filler hidung yang satu ini bisa terjadi bila Anda melakukan filler sendiri atau bukan dengan ahlinya.

Memang, filler terbilang lebih murah daripada operasi plastik, tetapi harganya masih terbilang mahal bagi sebagian kalangan.

Mengutip dari Harvard Health Publishing, sebagian orang yang menganggap prosedur filler legal mahal sehingga memilih membeli suntikan dan melakukan sendiri.

Tentu saja filler hidung sendiri dan tidak sama ahlinya bisa menimbulkan masalah dan efek samping berbahaya.

Kebersihan dan ketidakaslian gel yang Anda beli secara online bisa menyebabkan reaksi alergi, infeksi, sampai kematian sel kulit.

Risiko lain adalah pembengkakan, gumpalan, bahkan sampai kebutaan karena menyuntikkan ke lokasi yang tidak tepat.

5. Komplikasi rusak jaringan hidung

Pada sebagian kasus, filler hidung bisa menimbulkan komplikasi parah seperti kerusakan jaringan hidung sampai kerusakan pembuluh darah.

Komplikasi ini bisa terjadi ketika bahan filler masuk ke dalam pembuluh darah. Umumnya, kondisi tersebut bisa terjadi karena dilakukan oleh orang yang kurang kompeten.

Maka dari itu, sebaiknya memilih dokter bedah plastik atau estetika ketika akan melakukan filler hidung.

Sebelum melakukan filler, tanyakan dengan dokter tentang efek samping tersebut.

Katakan juga jenis alergi yang mungkin Anda alami agar dokter bisa menyesuaikan bahan filler yang Anda gunakan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

Lafaille, P., & Benedetto, A. (2010). Fillers: Contraindications, side effects and precautions. Journal Of Cutaneous And Aesthetic Surgery, 3(1), 16. doi: 10.4103/0974-2077.63222

Can You “Un-Do” Dermal Fillers?. (2021). Retrieved 12 October 2021, from https://www.americanboardcosmeticsurgery.org/injectable-treatments/can-you-undo-dermal-fillers/

Dermal fillers: The good, the bad and the dangerous – Harvard Health. (2019). Retrieved 12 October 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/dermal-fillers-the-good-the-bad-and-the-dangerous-201907152561

Learn about injectable dermal fillers. (2021). Retrieved 12 October 2021, from https://www.americanboardcosmeticsurgery.org/procedure-learning-center/non-surgical/injectable-fillers-guide/

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 19/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto