Bolehkah Melakukan Filler Berulang-ulang?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bolehkah filler berulang-ulang, merupakan pertanyaan yang kerap muncul di benak seseorang yang sedang keranjingan filler. Tindakan filler kerap dianggap sebagai solusi dari keinginan untuk selalu tampil awet muda. Pada dasarnya, filler memang dilakukan untuk memperbaiki estetik kulit, seperti menghilangkan kerutan dan mengencangkan kulit wajah.

Tak jarang, orang merasa butuh mengulangi filler ketika efeknya hilang perlahan. Namun, sebenarnya kapan filler boleh dilakukan kembali?

Sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk mengulang filler pada bagian wajah Anda. Pasalnya, jika dilakukan dengan benar, risiko bentuk wajah tidak proporsional bisa mengintai Anda. Efek samping yang mungkin akan mempengaruhi tampilan Anda juga bisa saja terjadi.

Kapan filler boleh dilakukan lagi?

Hasil filler bisa bertahan dalam waktu 6 hingga 18 bulan, tergantung jenis dan area injeksi. Tindakan tersebut dapat dilakukan kembali jika dirasa hasil sebelumnya sudah mulai berkurang. Biasanya, hasil filler memudar pada bulan ke-6 hingga 12. 

Dalam beberapa kasus, pasien bisa kurang atau tidak puas dengan hasil injeksi filler pertama. Alhasil, mereka meminta dokter melakukan filler kembali, beberapa hari setelah injeksi sebelumnya. 

Hal tersebut tidak masalah, asalkan menggunakan bahan yang tepat dan teregistrasi BPOM. Agar hasil terasa maksimal, Anda perlu memilih dokter yang punya jam terbang tinggi dalam melakukan tindakan filler.

Mengingat prosesnya yang tergolong mudah dan cepat, orang cenderung tak berpikir panjang untuk melakukan prosedur ini. Kalau sudah begini, tak menutup kemungkinan filler dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu.

Melihat hasil filler memang terasa adiktif. Siapa yang tidak ingin selalu tampil lebih muda daripada usia aslinya? 

Pasien seringkali merasa ketergantungan terhadap injeksi filler. Namun, itu bukan berarti filler bersifat adiktif. Psikologis pasien yang merasa puas dengan hasil injeksi membuat mereka terus menerus ingin mengulang filler pada bagian wajah.  

Ketika bentuk asli wajah perlahan kembali setelah melakukan filler, pasien akan cenderung melakukan filler lagi. Terlebih, jika mereka sudah menganggap hal itu sebagai sebuah kebutuhan. 

Apa efek samping melakukan filler secara berulang?

Injeksi filler berbahan asam hialuronat biasanya tidak menimbulkan efek alergi, asalkan teregistrasi BPOM. Efek samping tindakan itu bisa terjadi karena kesalahan prosedur penyuntikan oleh dokter yang tidak berpengalaman.

Efek samping tersebut antara lain kematian jaringan kulit yang diinjeksi (nekrosis kulit), bahkan yang paling parah adalah kebutaan. Kehilangan penglihatan bisa terjadi jika infeksi filler masuk ke pembuluh arteri. 

Oleh sebab itu, memilih dokter dengan jam terbang tinggi dan pengalaman itu sangat penting. Ditangani dengan dokter yang tidak berpengalaman, atau melakukan filler berulang tanpa petunjuk dokter bisa meningkatkan risiko overfilled face syndrome, di mana bentuk wajah menjadi aneh dan tidak proporsional. 

Ada banyak kasus yang dirujuk ke saya untuk ditangani lebih lanjut. Biasanya, pasien ini sebelumnya ditangani oleh dokter yang tidak berpengalaman. 

Tips aman melakukan filler secara berulang

Satu hal yang paling penting dalam tindakan injeksi filler adalah dokter yang menangani Anda. Anda perlu memastikan kompetensi dan kualitas dokter sebelum melakukan filler. 

Biasanya, dokter yang berpengalaman dengan jam terbang tinggi dan sertifikasi yang mumpuni mempengaruhi harga filler per-cc-nya. Karena itu saran saya, jangan terlalu cepat tergiur dengan harga miring yang ditawarkan klinik kecantikan. 

Anda harus menyadari bahwa harga yang mahal biasanya dibarengi dengan kualitas pengerjaan filler. Hal tersebut tentu mampu dilakukan oleh dokter yang memiliki jam terbang tinggi. 

Memang, menentukan kualitas dokter tidak selalu mudah karena pengerjaan filler juga sangat tergantung pada keahlian serta bakat. Namun, cara yang paling mudah adalah dengan melihat sertifikasi apa saja yang sudah diterima dokter tersebut. 

Selain itu, pelatihan apa saja yang sudah diikuti dokter hingga dianggap mumpuni melakukan tindakan filler. Langkah ini sangat penting demi menjamin kepuasan Anda sebagai pasien. 

Jangan ragu untuk menanyakan kompetensi si dokter. Anda bisa mencari tahu profil dokter di internet atau bertanya langsung kepada pihak yang bersangkutan. 

Selain itu, penting untuk memastikan kualitas produk filler yang digunakan. Filler harus terdaftar BPOM dan punya kualitas baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Dikky Prawiratama, M.Sc, Sp.KK

Setiap Orang Berisiko Kena Penyakit Menular Seksual, Bagaimana Mencegahnya?

Berganti-ganti pasangan berisiko membuat Anda tertular penyakit. Jangan tunda melakukan pencegahan penyakit menular seksual mulai sekarang!

Ditulis oleh: dr. Dikky Prawiratama, M.Sc, Sp.KK
pencegahan penyakit menular seksual
Kesehatan Seksual 22 Januari 2021

Kapan Sebaiknya Kita Berjemur di Pagi Hari?

Berjemur di pagi hari punya banyak manfaat untuk tubuh Anda, tetapi aktivitas ini bisa berakibat buruk jika dilakukan tidak sesuai anjuran.

Ditulis oleh: dr. Dikky Prawiratama, M.Sc, Sp.KK
berjemur di pagi hari
Kesehatan Kulit 3 April 2020

Bolehkah Melakukan Filler Berulang-ulang?

Ketika Anda ingin tampil awet muda, Anda kerap ingin melakukan filler berulang. Namun sebelumnya, Anda perlu memperhatikan hal-hal ini.

Ditulis oleh: dr. Dikky Prawiratama, M.Sc, Sp.KK
filler berulang

Yang juga perlu Anda baca

Agar Tidak Keliru, Yuk Kenali Perbedaan Suntik Botox dan Filler

Ada banyak cara untuk mempercantik tampilan diri, di antaranya botox dan filler. Sebelum melakukannya, yuk cari tahu apa saja beda filler dan botox.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan, Informasi Kesehatan 28 September 2018 . Waktu baca 3 menit

5 Jenis Perawatan Dokter Kulit yang Paling Populer di Indonesia

Merawat kulit penting bagi semua kalangan. Jika Anda tidak punya cukup waktu, melakukan perawatan di dokter kulit bisa jadi solusi terbaik.

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan 4 Mei 2018 . Waktu baca 7 menit