Bolehkah Melakukan Filler dan Tanam Benang di Hidung?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baru-baru ini tersiar kabar bahwa filler dan tanam benang di hidung berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Memang benar filler dan tanam benang tidak boleh diterapkan di hidung?

Sekilas tentang  filler dan tanam benang di hidung

Sebelum membahas mengenai boleh atau tidaknya kedua prosedur ini dilakukan di hidung, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan filler dan tanam benang.

Filller dan tanam benang di hidung merupakan dua proses yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama bertujuan untuk memperbaiki tampilan hidung yang dirasa kurang pas. Lalu, apa perbedaannya? Berikut ulasannya.

Apa itu filler hidung?

Filler hidung adalah tindakan medis yang dilakukan untuk memperbaiki tampilan hidung dengan menyuntikkan gel khusus ke bagian hidung tertentu. Gel yang digunakan adalah gel yang disebut dengan asam hyaluronat (AH). Filler gel AH merupakan bahan injeksi yang paling aman karena bersifat sementara. Selain itu, gel AH berasal dari bakteri yang sudah dimurnikan yang terdapat dalam lapisan kulit manusia. Oleh karenanya, bila terjadi efek samping bisa segera dihancurkan dengan injeksi Hyaluronidase.

Prosedur ini dilakukan dengan cara menyuntikkan gel AH pada bagian hidung yang ingin diperbaiki tampilannya. Umumnya, orang yang boleh melakukan prosedur ini adalah mereka yang sudah berusia di atas 17 tahun. Sama seperti filler di bagian lainnya, filler hidung bukanlah prosedur permanen yang akan bertahan seumur hidup. Daya tahannya hanya sekitar 6-12 bulan, tergantung metabolisme dan gaya hidup yang Anda lakukan.

Apa itu tanam benang di hidung?

Tanam benang (thread lift) di hidung adalah prosedur medis yang dilakukan untuk memberikan bentuk yang lebih tinggi di area batang hidung dengan menggunakan benang. Umumnya benang yang digunakan berbahan dasar Polydixanone (PDO). Benang ini merupakan jenis benang yang sama yang digunakan dalam operasi pembuluh darah jantung. Jadi, penggunaan jenis benang ini sangat aman.

Benang PDO juga dapat hancur dengan sendirinya dalam jangka waktu tertentu. Prosedur tanam benang dengan bahan PDO bersifat sementara, yakni hanya sekitar 1-1,5 tahun.

Bolehkah melakukan filler dan tanam benang di hidung?

Setelah mengetahui kedua prosedur tersebut, saya akan menjawab pertanyaan yang belakangan cukup viral yaitu, “Benarkah filler dan tanam benang tidak boleh dilakukan di hidung?”. Jawabannya, boleh.

Pada dasarnya kedua prosedur ini boleh diterapkan, asalkan dilakukan oleh dokter yang tepat dan berpengalaman.

Filler hidung sendiri merupakan salah satu tindakan off label, artinya tindakan yang berada di luar indikasi yang seharusnya. Filler sendiri awalnya hanya diperuntukkan untuk pipi dan dagu. Namun, sejak tahun 1997 praktik filler untuk mengoreksi hidung semakin mendunia. Maka filler hidung aman-aman saja untuk dilakukan asalkan Anda memilih dokter yang berkualitas dan tersertifikasi resmi.

Di Indonesia sendiri, praktik injeksi hidung dengan gel AH serta tanam benang di hidung tidak dilarang. Ya, kedua prosedur ini termasuk aman. Bahkan, di negara-negara seperti Eropa dan Amerika Serikat di mana praktik kedua prosedur ini sudah menjamur tidak pernah mendapat kecaman atau larangan karena memang keamanannya terjaga, selama dilakukan oleh ahlinya.

Apakah filler bisa bikin hidung makin lebar?

Injeksi yang tepat dan pemahaman dokter yang baik seputar anatomi hidung tidak akan membuat hidung Anda menjadi lebih pesek dan lebar seperti yang diberitakan. Justru tindakan ini akan memperbaiki bentuk hidung yang dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Tak hanya filler, tanam benang juga aman dilakukan untuk membantu memperbaiki tampilan hidung Anda asalkan dilakukan oleh dokter yang kompeten dan memahami teknik yang benar dalam proses pengerjaannya.

Bahkan, filler dan tanam benang dapat dikombinasikan untuk memberikan tampilan hidung yang lebih tinggi dan tegas. Biasanya kombinasi filler dan thread lift di hidung dilakukan pada pasien yang takut untuk memasang implan di hidung. Walaupun dapat digunakan, akan tetapi hasilnya biasanya tidak akan sebaik operasi hidung dengan memasangkan implan ke dalamnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Dikky Prawiratama, M.Sc, Sp.KK

Kapan Sebaiknya Kita Berjemur di Pagi Hari?

Berjemur di pagi hari punya banyak manfaat untuk tubuh Anda, tetapi aktivitas ini bisa berakibat buruk jika dilakukan tidak sesuai anjuran.

Ditulis oleh: dr. Dikky Prawiratama, M.Sc, Sp.KK
berjemur di pagi hari
Kesehatan Kulit 3 April 2020

Bolehkah Melakukan Filler Berulang-ulang?

Ketika Anda ingin tampil awet muda, Anda kerap ingin melakukan filler berulang. Namun sebelumnya, Anda perlu memperhatikan hal-hal ini.

Ditulis oleh: dr. Dikky Prawiratama, M.Sc, Sp.KK
filler berulang

Suntik Vitamin C untuk Mencerahkan Kulit, Benarkah Aman dan Efektif?

Banyak orang ikut-ikutan melakukan suntik vitamin C untuk mencerahkan kulit tanpa tahu faktanya. Agar tak salah langkah, yuk simak informasi dari ahlinya.

Ditulis oleh: dr. Dikky Prawiratama, M.Sc, Sp.KK
glass skin
Kesehatan 31 Oktober 2019

Yang juga perlu Anda baca

Penuaan

Setiap orang akan mengalami penuaan. Gaya hidup dan riwayat kesehatan membuat orang bisa mengalami penuaan lebih dini. Apa saja tandanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Lansia 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pilihan Cara Menghilangkan Selulit yang Mengganggu

Banyak yang menyangka penyebab selulit adalah tumpukan lemak di tubuh, namun ini ternyata kurang tepat. Lalu, bagaimana cara menghilangkan selulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa Saja Efek Samping Suntik Filler di Wajah?

Tertarik melakukan filler wajah? Ketahui terlebih dulu efek samping dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perawatan wajah satu ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan, Operasi A-Z 31 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Tren Operasi Rahang untuk Bikin Pipi dan Rahang Lebih Tirus

Untuk membuat pipi nampak tirus serta wajah yang kecil, banyak wanita yang melakukan operasi rahang. Seperti apa prosesnya? Apakah aman?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menghilangkan hitam di leher

Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
brazilian blowout

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
penyebab bulu mata rontok

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
masker mengecilkan pori-pori

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit