Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bagi banyak orang, malam hari adalah waktu bercinta yang terbaik. Bagimana tidak? Setelah dipertemukan banyak masalah sepanjang hari, seks bisa jadi cara yang mudah dan nikmat untuk melepas stres.

Namun, nyatanya malam hari bukanlah waktu yang ideal untuk memadu kasih jika Anda berusia 20-an. Justru inilah saat yang lebih tepat bagi pasangan yang berusia 40 tahunan untuk semakin mengobarkan api gairah di kamar tidur. Usut punya usut, ternyata waktu terbaik untuk bercinta bisa berbeda untuk setiap orang, tergantung dari usia Anda dan pasangan.

Kapan waktu bercinta yang ideal sesuai usia?

Meski secara biologis manusia bisa bercinta kapan saja, tapi ada saat-saat tertentu yang membuat berhubungan intim bisa terasa lebih nikmat bagi kelompok usia yang berbeda.

Beda waktu ideal untuk bercinta erat kaitannya dengan perubahan jam biologis tubuh, yang disebut dengan ritme sirkadian. Jam biologis mengikuti segala perubahan pada aktivitas fisik, mental, dan perilaku manusia dalam siklus 24 jam.

Selain mengatur kapan Anda pergi dan bangun tidur, jam biologis juga produksi hormon dan berbagai fungsi tubuh lainnya, termasuk gairah seksual. Kadar libido bisa lebih tinggi di waktu-waktu tertentu di usia dua puluhan, lima puluhan, atau tujuh puluhan, mengikuti pergeseran jam biologis tubuh ini.

Berikut adalah waktu bercinta paling ideal berdasarkan usia, yang dirangkum dari berbagai hasil penelitian.

Waktu bercinta terbaik untuk usia 20-an

Sore hari pukul 3 sore adalah waktu bercinta yang paling ideal bagi pasangan yang berusia 20-an . Di waktu ini ada puncak energi seksual untuk kaum milenial karena hormon kortisol dan energi tubuh masih tinggi. Selain itu, di sore hari tingkat testosteron pria menurun namun kadar estrogen mereka meningkat tajam.

Kombinasi keduanya bisa membuat pria lebih dekat dan terikat dengan pasangannya saat berhubungan seks, sehingga lebih mampu memusatkan perhatian pada kebutuhan dan kepuasan si wanita di ranjang.

Pada usia ini, estrogen, progesteron, dan testosteron berada pada tingkat tertingginya. Lonjakan biologis ini juga merupakan kesempatan besar bagi pasangan yang sedang mencoba hamil.

Waktu bercinta terbaik untuk usia 30-an

Pukul 8 pagi adalah waktu bercinta yang tepat bagi pasangan di usia 30-an sebelum memulai kesibukan lainnya. Pergeseran jam biologis tubuh membuat Anda terbiasa bangun lebih pagi.

Selain itu, tingkat testosteron pria serta progesteron dan estrogen pada wanita cenderung memuncak di pagi hari berkat pancaran sinar matahari pagi yang merangsang hipotalamus, bagian otak yang mengendalikan pelepasan hormon melalui kelenjar pituitari.

Estrogen, progesteron, dan testosteron adalah hormon kunci yang memengaruhi hasrat dan fungsi seksual manusia, sehingga pagi hari menjadi waktu yang ideal bagi pasangan usia 30-an untuk berhubungan seks. Selain itu, di pagi hari Anda juga memiliki waktu luang yang lebih panjang karena anak-anak sudah berangkat sekolah.

Waktu bercinta terbaik untuk usia 40-an

Pada usia 40, kadar estrogen, progesteron, dan testosteron yang berfluktuasi selama perempuan memasuki menopause mungkin akan meredam keintiman di kamar tidur. Gejolak hormon ini juga menyebabkan berbagai perubahan fisik yang membuat gairah seksual wanita mungkin menurun.

Dengan demikian, waktu bercinta terbaik bagi pasangan usia 40-an adalah pukul 22:00 atau 10 malam. Di malam hari otak mulai memproduksi hormon tidur melatonin dan hormon mood bahagia oksitosin. Kombinasi kedua hormon ini bisa membuat Anda lebih santai dan nyaman baik pada tubuh sendiri maupun pada aktivitas seksual yang Anda lakukan, yang menjadikan malam hari sebagai momen yang tepat untuk bermesraan dengan pasangan.

Waktu bercinta terbaik usia 50-an

Berbanding terbalik dengan mereka yang berusia 30-an, pagi hari bukanlah waktu yang ideal untuk memadu hasrat bagi pasangan paruh baya. Pada usia ini, seks lebih baik dijadwalkan di malam hari pukul 22.00 karena pagi hari cukup disibukkan dengan rutinitas harian. Tahun-tahun pertengahan antara 50 dan 65 memang menjadi puncak kehidupan orang dewasa.

Di sisi lain, seiring pertambahan usia durasi tidur nyenyak Anda akan semakin berkurang. Makanya ketika memasuki usia 50 tahunan ke atas, Anda jadi makin sering bolak-balik terbangun di tengah malam dan susah tidur lagi. Hormon endorfin yang dilepaskan saat berhubungan intim akan membuat Anda jadi lebih rileks dan nyaman, sehingga Anda bisa tidur lebih nyenyak.

Waktu bercinta terbaik untuk usia 60 tahun ke atas

Orang-orang lanjut usia membutuhkan waktu tidur yang lebih cepat dan lebih lama. Ini karena tingkat energi Anda sudah menurun sehingga Anda pun harus cukup beristirahat agar tubuh tetap bugar esok harinya.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu orang yang sudah lanjut usia banyak yang mengeluhkan susah tidur. Berhubungan intim sebelum tidur sekitar pukul 8 malam bisa membantu Anda untuk lebih mudah terlelap dan tidur lebih nyenyak, tanpa harus sering terbangun tengah malam.

Setelah orgasme, Anda melepaskan oksitosin, hormon mood bahagia yang membuat Anda merasa lebih semangat. Nah, di sekitar pukul 10 malam setelah bercinta, akan ada lonjakan hormon tidur melatonin yang membuat Anda mengantuk. Di sekitar waktu ini adalah waktu yang sempurna untuk Anda pergi tidur, sehingga bisa memenuhi kebutuhan tidur Anda.

Mengingat pada usia 60-an jam biologis tubuh Anda kembali bergeser seperti anak-anak, yang membutuhkan waktu tidur 7-8 jam setiap malamnya.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Pernahkah Anda tiba-tiba mengeluarkan air mani meski tak menerima rangsangan apapun? Berikut ini penjelasannya secara medis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Muncul Flek Darah Saat Tidak Menstruasi: Haruskah Khawatir?

Berbeda dengan menstruasi, flek darah biasanya berwarna gelap dan hanya berupa sedikit noda. Apakah ini sesuatu yang berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Wanita, Menstruasi 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Tips Mempertahankan Hubungan Setelah Pasangan Selingkuh

Perselingkuhan adalah faktor utama penghancur hubungan. Lantas, bagaimana caranya bangkit setelah pasangan selingkuh? Simak tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 21 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

8 Tanda Anda Mengalami Kekerasan Emosional Dalam Hubungan Asmara

Efek kekerasan emosional dalam hubungan tak kalah sadis dibandingkan dengan kekerasan fisik. Apa saja tanda kekerasan emosional yang harus diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat vertigo

Berbagai Pilihan Obat Vertigo: Mana yang Paling Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit