home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Hal yang Harus Anda Tahu Sebelum Konsultasi ke Terapis Seks

5 Hal yang Harus Anda Tahu Sebelum Konsultasi ke Terapis Seks

Banyak orang yang masih beranggapan negatif ketika mendengar kata terapi seks dan mengaitkannya dengan kegiatan cabul atau iklan prostitusi. Bukan seperti itu. Seorang terapis seks bisa membantu mengatasi berbagai masalah seksual yang mungkin Anda miliki, mulai dari disfungsi seksual seperti impotensi, sulit atau tidak bisa orgasme, libido rendah, hingga kecanduan seks.

Namun sebelum berangkat konsultasi ke terapis seks, ketahui dulu hal-hal berikut.

Yang harus Anda ketahui sebelum pergi ke terapi seks

1. Cara kerja terapis seks sama seperti psikolog biasa

Jalannya terapi seks tidak jauh berbeda dengan konsultasi dengan psikolog pada umumnya. Selama konseling untuk masalah psikologis, terapis atau konselor biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan dasar untuk mengenal Anda lebih dekat. Mulai dari apa yang sedang terjadi dalam hidup Anda, apa yang membuat Anda pergi terapi, apa yang mengganggu hidup Anda, dan apa tujuan yang ingin Anda capai. Terapi seks juga dimulai dengan hal-hal yang mendasar seperti ini.

Selanjutnya, terapis seks dapat menanyakan seputar riwayat kehidupan seks Anda secara rinci, mungkin termasuk kapan terakhir kali Anda berhubungan seks (dengan orang lain atau sendiri alias masturbasi), seberapa sering Anda berhubungan seks, dan apa yang Anda rasa menjadi masalah dalam urusan ranjang Anda.

Pada dasarnya, terapi seks sama dengan jenis terapi lainnya yang mengharuskan Anda untuk membuka diri lewat sesi curhat supaya terapis bisa mendeteksi akar masalahnya untuk membantu Anda mengelola emosi dan pandangan soal akar masalah tersebut.

Baru kemudian ia akan membantu Anda mencari jalan keluar, mungkin dengan cara mengubah kebiasaan sehari-hari (terkait seks dan tidak), menjauhkan diri dari sumber masalah, memberikan pendidikan seks yang aman, hingga mengajarkan teknik-teknik mengendalikan emosi dan stres agar tidak memengaruhi kehidupan seks.

2. Terapi seks tidak sampai buka baju

Meski namanya terapi seks, konseling bersama seorang terapis seks yang profesional tidak akan membuat kliennya membuka baju. Apalagi sampai diminta untuk menunjukkan dan/atau menyentuh alat kelamin hingga melakukan aktivitas/posisi seks apapun. Terapi seks yang baik juga tidak membiarkan sang terapis untuk mengajarkan cara berhubungan seks secara langsung.

Yvonne K. Fulbright, PhD, seorang seks edukator dan profesor seksualitas di American University, dikutip dari laman Everyday Health, mengatakan bahwa jika Anda diminta untuk melakukannya, segeralah pergi dari tempat itu dan cari bantuan hukum.

 

2. Terapis seks bisa membantu masalah fisik Anda

Konseling bersama terapis seks bisa jadi solusi yang tepat untuk masalah seks Anda karena kebanyakan gangguan seksual umumnya berakar dari masalah psikologis, seperti stres, depresi, dan kecemasan.

Meski begitu, orang yang mengalami masalah seks karena kondisi medis tertentu (misalnya diabetes, kanker, stroke, dst), kecelakaan bermotor, atau setelah operasi juga bisa berkonsultasi dengan terapis seks.

Terapis dapat bekerja sama dengan dokter yang menangani masalah fisik Anda untuk merancang rencana ke depannya terkait perbaikan atau peningkatan kualitas kehidupan seks Anda.

Yang perlu dipahami, terapi ini tidak bisa menyembuhkan atau mengobati keterbatasan dan masalah fisik yang menyebabkan disfungsi seksual. Dalam banyak kasus, terapi seks hanya bisa membantu masalah seksual yang berakar dari masalah mental atau emosional.

4. Siapa saja boleh konsultasi ke terapis seks

Siapa saja boleh konsultasi dengan terapis, tidak hanya yang berpasangan saja. Anda pun bisa datang sendirian atau bersama pasangan jika memang dibutuhkan. Terapis juga bisa menangani masalah seksual bila kliennya belum menikah. Ini bisa saja disebabkan karena mereka memiliki masalah yang memengaruhi mereka untuk lebih intim ke orang lain. Salah satu penyebabnya mungkin disebabkan karena trauma seksual atau punya pikiran negatif tentang seks.

4. Konsultasi seks bukan berarti hubungan Anda dan pasangan rusak

Banyak orang mengira bahwa konsultasi ke terapis mengenai masalah seks yang mereka alami artinya hubungan si klien dengan pasangannya sudah rusak atau akan kandas. Padahal, tidak selalu seperti itu.

Kelli Young, MEd, BScOT, seks terapis dan psikolog dari Toronto malah mengatakan sebaliknya. Sebagian besar pasangan yang datang konsultasi adalah pasangan yang saling peduli dan sayang satu sama lain. Mereka pergi menemui terapis untuk untuk melihat dan mengambil langkah-langkah agar hubungan seks mereka makin baik dan bahagia.

Dengan menyadari kalau hubungan seks Anda dengan pasangan mulai bermasalah dan segera mencari bantuan dari ahli, ini merupakan suatu hal yang dinamakan peduli dan ingin hubungan asmara tetap berlanjut. Terapis yang tepat dapat membantu pasangan untuk membuat mereka lebih langgeng dan menikmati hubungan seksual mereka.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 02/07/2018
x