5 Hal yang Harus Anda Tahu Sebelum Konsultasi ke Terapis Seks

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang masih beranggapan negatif ketika mendengar kata terapi seks dan mengaitkannya dengan kegiatan cabul atau iklan prostitusi. Bukan seperti itu. Seorang terapis seks bisa membantu mengatasi berbagai masalah seksual yang mungkin Anda miliki, mulai dari disfungsi seksual seperti impotensi, sulit atau tidak bisa orgasmelibido rendah, hingga kecanduan seks.

Namun sebelum berangkat konsultasi ke terapis seks, ketahui dulu hal-hal berikut.

Yang harus Anda ketahui sebelum pergi ke terapi seks

1. Cara kerja terapis seks sama seperti psikolog biasa

Jalannya terapi seks tidak jauh berbeda dengan konsultasi dengan psikolog pada umumnya. Selama konseling untuk masalah psikologis, terapis atau konselor biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan dasar untuk mengenal Anda lebih dekat. Mulai dari apa yang sedang terjadi dalam hidup Anda, apa yang membuat Anda pergi terapi, apa yang mengganggu hidup Anda, dan apa tujuan yang ingin Anda capai. Terapi seks juga dimulai dengan hal-hal yang mendasar seperti ini.

Selanjutnya, terapis seks dapat menanyakan seputar riwayat kehidupan seks Anda secara rinci, mungkin termasuk kapan terakhir kali Anda berhubungan seks (dengan orang lain atau sendiri alias masturbasi), seberapa sering Anda berhubungan seks, dan apa yang Anda rasa menjadi masalah dalam urusan ranjang Anda.

Pada dasarnya, terapi seks sama dengan jenis terapi lainnya yang mengharuskan Anda untuk membuka diri lewat sesi curhat supaya terapis bisa mendeteksi akar masalahnya untuk membantu Anda mengelola emosi dan pandangan soal akar masalah tersebut.

Baru kemudian ia akan membantu Anda mencari jalan keluar, mungkin dengan cara mengubah kebiasaan sehari-hari (terkait seks dan tidak), menjauhkan diri dari sumber masalah, memberikan pendidikan seks yang aman, hingga mengajarkan teknik-teknik mengendalikan emosi dan stres agar tidak memengaruhi kehidupan seks.

2. Terapi seks tidak sampai buka baju

Meski namanya terapi seks, konseling bersama seorang terapis seks yang profesional tidak akan membuat kliennya membuka baju. Apalagi sampai diminta untuk menunjukkan dan/atau menyentuh alat kelamin hingga melakukan aktivitas/posisi seks apapun. Terapi seks yang baik juga tidak membiarkan sang terapis untuk mengajarkan cara berhubungan seks secara langsung.

Yvonne K. Fulbright, PhD, seorang seks edukator dan profesor seksualitas di American University, dikutip dari laman Everyday Health, mengatakan bahwa jika Anda diminta untuk melakukannya, segeralah pergi dari tempat itu dan cari bantuan hukum.

2. Terapis seks bisa membantu masalah fisik Anda

Konseling bersama terapis seks bisa jadi solusi yang tepat untuk masalah seks Anda karena  kebanyakan gangguan seksual umumnya berakar dari masalah psikologis, seperti stres, depresi, dan kecemasan.

Meski begitu, orang yang mengalami masalah seks karena kondisi medis tertentu (misalnya diabetes, kanker, stroke, dst), kecelakaan bermotor, atau setelah operasi juga bisa berkonsultasi dengan terapis seks.

Terapis dapat bekerja sama dengan dokter yang menangani masalah fisik Anda untuk merancang rencana ke depannya terkait perbaikan atau peningkatan kualitas kehidupan seks Anda. 

Yang perlu dipahami, terapi ini tidak bisa menyembuhkan atau mengobati keterbatasan dan masalah fisik yang menyebabkan disfungsi seksual. Dalam banyak kasus, terapi seks hanya bisa membantu masalah seksual yang berakar dari masalah mental atau emosional.

4. Siapa saja boleh konsultasi ke terapis seks

Siapa saja boleh konsultasi dengan terapis, tidak hanya yang berpasangan saja. Anda pun bisa datang sendirian atau bersama pasangan jika memang dibutuhkan. Terapis juga bisa menangani masalah seksual bila kliennya belum menikah. Ini bisa saja disebabkan karena mereka memiliki masalah yang memengaruhi mereka untuk lebih intim ke orang lain. Salah satu penyebabnya mungkin disebabkan karena trauma seksual atau punya pikiran negatif tentang seks.

4. Konsultasi seks bukan berarti hubungan Anda dan pasangan rusak

Banyak orang mengira bahwa konsultasi ke terapis mengenai masalah seks yang mereka alami artinya hubungan si klien dengan pasangannya sudah rusak atau akan kandas. Padahal, tidak selalu seperti itu.

Kelli Young, MEd, BScOT, seks terapis dan psikolog dari Toronto malah mengatakan sebaliknya. Sebagian besar pasangan yang datang konsultasi adalah pasangan yang saling peduli dan sayang satu sama lain. Mereka pergi menemui terapis untuk untuk melihat dan mengambil langkah-langkah agar hubungan seks mereka makin baik dan bahagia.

Dengan menyadari kalau hubungan seks Anda dengan pasangan mulai bermasalah dan segera mencari bantuan dari ahli, ini merupakan suatu hal yang dinamakan peduli dan ingin hubungan asmara tetap berlanjut. Terapis yang tepat dapat membantu pasangan untuk membuat  mereka lebih langgeng dan menikmati hubungan seksual mereka.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit