Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Sering Bercinta Bikin Awet Muda, Bagaimana Bisa?

    Sering Bercinta Bikin Awet Muda, Bagaimana Bisa?

    Bercinta merupakan aktivitas seksual yang memberikan banyak manfaat kesehatan, salah satunya bikin awet muda. Manfaat tersebut telah dibuktikan melalui berbagai macam penelitian. Seperti apa pengaruhnya?

    Mengapa bercinta bikin awet muda?

    Hubungan seks yang sehat dan aman bersama pasangan merupakan salah satu resep bahagia paling mujur. Pasalnya, aktivitas ini dapat memberikan kepuasan secara lahir dan batin.

    Kondisi tersebut tentu berpengaruh positif pada kesehatan mental dan fisiko. Dengan begitu, Anda bisa tampak lebih muda dan panjang umur.

    Berikut ulasan tentang berbagai alasan mengapa hubungan seks bisa membuat Anda awet muda.

    1. Memunculkan perasaan bahagia

    seks anal

    Berhubungan seks rutin yang penuh hasrat dan kasih bersama pasangan dapat menambah tingkat kebahagiaan. Tentunya, ada kaitan antara kebahagiaan dan kesehatan Anda.

    Ketika berbahagia, Anda tentu akan lebih sering dan mudah tersenyum. Ekspresi kebahagiaan akibat bercinta kemudian bisa bikin Anda tampak awet muda.

    Studi yang dipublikasikan dalam situs PLOS ONE menyebutkan wajah orang yang berbahagia lebih sering dinilai muda daripada mereka yang menunjukkan ekspresi netral.

    2. Menghilangkan cemas dan stres

    Sering bercinta nyatanya dapat mengurangi kadar stres dan cemas dalam tubuh. Selain itu, berada di dalam hubungan yang intim juga dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan.

    Seperti diketahui, stres merupakan penyumbang utama terjadinya penuaan dini. Ini karena saat Anda merasa stres, kolagen dalam tubuh melemah sehingga kulit tampak lebih tua.

    Sementara itu, hubungan seksual dapat melepaskan hormon seperti oksitosin dan dopamin yang dikenal berguna menurunkan tingkat stres.

    3. Mencegah penurunan kolagen dalam tubuh

    Orgasme dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Ini merupakan pertanda baik karena hormon estrogen dapat membantu mencegah penuaan kulit.

    Hormon tersebut mampu mencegah penurunan kolagen dalam tubuh. Kolagen mampu mencegah kulit dari kerutan, mengunci kelembapan kulit, hingga menjaga kulit tetap kenyal.

    Dengan kata lain, sering bercinta bisa bikin kulit Anda tampak lebih awet muda.

    4. Membuat kulit Anda bercahaya

    Rajin bercinta ternyata membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat meningkatkan sirkulasi darah.

    Sistem kekebalan tubuh yang kuat dan aliran darah yang lancar dapat membuat kulit tampak lebih cerah dan bersinar.

    Ini karena ketika laju aliran darah meningkat, ada banyak oksigen yang mencapai wajah Anda. Ini dapat merangsang pembuatan kolagen dalam tubuh sehingga kulit akan tampak bercahaya.

    5. Membentuk massa otot

    Berhubungan seks dua kali seminggu juga menandakan bahwa tubuh Anda aktif secara fisik. Pasalnya, bercinta mengharuskan Anda untuk bergerak dan melakukan upaya yang melibatkan otot-otot.

    Menurut American Academy of Family Physicians, bercinta bahkan sama saja seperti olahraga aerobik dan latihan pembentukan otot yang bisa bikin Anda awet muda.

    Olahraga merupakan salah satu hal penting dalam pola hidup sehat. Dengan olahraga dan asupan makanan bergizi, Anda akan jauh dari penyakit dan hidup lebih lama.

    6. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

    Sering bercinta (sekitar atau dua kali seminggu) mampu meningkatkan antibodi untuk melawan penyakit.

    Sebuah studi menemukan bahwa immunoglobulin A (IgA) lebih tinggi pada mereka yang berhubungan seks 1–2 kali seminggu dibanding yang tidak bercinta sama sekali.

    IgA merupakan sebuah antibodi yang dapat menangkal peradangan dalam tubuh Anda. Artinya, bercinta dapat membuat Anda lebih kebal dari sejumlah penyakit.

    7. Kualitas tidur yang lebih baik

    gairah seks wanita

    Satu lagi bukti bahwa seks membuat awet muda yakni bahwa Anda bisa tidur lebih nyenyak setelah berhubungan seksual dan orgasme.

    Ini karena tubuh menghasilkan hormon relaksasi (prolaktin) segera setelah orgasme. Selain itu, Anda juga melepaskan hormon oksitosin yang dapat membuat tidur nyenyak.

    Penelitian menyatakan, orang yang kurang tidur tampak kurang menarik, kurang sehat, dan lebih mengantuk. Artinya, kualitas tidur yang baik membuat wajah lebih sehat dan awet muda.

    Berbagai bukti soal bercinta bikin awet muda di atas merupakan manfaat dari hubungan seksual yang sehat bersama pasangan. Anda bisa mencoba di rumah untuk mendapatkan manfaat serupa.

    Ditambah lagi, hubungan seksual yang sehat juga bisa menjauhkan Anda dari berbagai penyakit menular seksual berbahaya.

    Harus bercinta seberapa sering agar awet muda?

    Jumlah bercinta dalam seminggu agar awet muda yaitu satu kali seminggu. Hal ini diungkapkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychoneuroendocrinology pada 2017.

    Dalam penelitian tersebut, para peserta yang merupakan ibu diminta untuk menceritakan apakah mereka puas dengan kehidupan seks masing-masing.

    Peneliti lalu membandingkan laporan peserta dengan sampel darah mereka. Hasilnya, mereka yang berhubungan seks setidaknya satu kali dalam seminggu memiliki telomer yang lebih panjang.

    Telomer merupakan bagian ujung kromosom sel yang terbentuk dari untaian DNA yang berulang. Telomer akan semakin menipis seiring waktu, dipercepat oleh stres dan gaya hidup yang buruk.

    Nah, telomer yang lebih panjang dikaitkan dengan umur yang lebih panjang. Jadi, secara tidak langsung, seks yang rutin bisa membuat Anda lebih awet muda dan panjang umur.

    Bercinta bikin awet muda bukan mitos

    Bercinta bikin awet muda jika dilakukan setidaknya satu minggu sekali. Berhubungan seks membuat awet muda karena:
    • memunculkan perasaan bahagia,
    • menghilangkan cemas dan stres,
    • mencegah penurunan kolagen dalam tubuh,
    • membuat kulit bercahaya,
    • membentuk massa otot,
    • meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta
    • menciptakan kualitas tidur yang lebih baik.


    Punya pertanyaan atau cerita kehamilan?

    Yuk, gabung komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan dapatkan info menarik seputar kehamilan.


    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Berapa lama siklus haid Anda?

    (hari)

    28

    Berapa lama Anda haid?

    (hari)

    7

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Health Benefits of a Good Sex Life – familydoctor.org. (2017). Retrieved 31 August 2022, from https://familydoctor.org/health-benefits-good-sex-life/

    The Health Benefits of Sexual Expression. (2021). Retrieved 31 August 2022, from https://www.plannedparenthood.org/uploads/filer_public/a0/ee/a0eed54c-ffda-4f82-b53d-4fb2b4666eee/benefits_sex_07_07.pdf

    Benefits of love and sex. (2022). Retrieved 31 August 2022, from https://www.stmaryssurgery.nhs.uk/syndication/live-well/sexual-health/benefits-of-love-sex-relationships

    Negative effects of restricted sleep on facial appearance and social appeal | Royal Society Open Science. (2022). Royal Society Open Science. Retrieved from https://royalsocietypublishing.org/doi/full/10.1098/rsos.160918

    Hass, N., Weston, T., & Lim, S. (2016). Be Happy Not Sad for Your Youth: The Effect of Emotional Expression on Age Perception. PLOS ONE, 11(3), e0152093. doi: 10.1371/journal.pone.0152093

    Thornton, M. (2013). Estrogens and aging skin. Dermato-Endocrinology, 5(2), 264-270. doi: 10.4161/derm.23872 

    Cabeza de Baca, T., Epel, E., Robles, T., Coccia, M., Gilbert, A., Puterman, E., & Prather, A. (2017). Sexual intimacy in couples is associated with longer telomere length. Psychoneuroendocrinology, 81, 46-51. doi: 10.1016/j.psyneuen.2017.03.022

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Bayu Galih Permana Diperbarui 4 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: