home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sakit Kepala Setelah Bercinta, Bahaya Atau Tidak?

Sakit Kepala Setelah Bercinta, Bahaya Atau Tidak?

Seks seharusnya bisa membuat Anda merasa lebih rileks. Bahkan seks bisa membantu meringankan sakit kepala. Akan tetapi, ada orang yang justru merasa sakit kepala setelah bercinta. Sakit yang dirasakan biasanya menusuk, entah pada kepala bagian belakang atau pada satu sisi kepala saja seperti migrain. Kondisi tersebut dirasakan tiba-tiba, biasanya sesaat sebelum mencapai orgasme, saat orgasme, atau setelah berhubungan seks. Ada juga yang mengeluh sakit kepala setelah menonton film porno.

Sakit kepala setelah beraktivitas seksual ini memang jarang terjadi. Namun, laki-laki memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalaminya, bahkan hingga tiga kali lipat dari perempuan. Beberapa orang mengalaminya setiap kali habis berhubungan seks, sementara orang lain hanya pernah mengalaminya sekali saja atau sangat jarang. Kondisi ini juga umumnya tidak bersifat permanen. Jika sakit kepala tersebut tidak disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu, lama-lama Anda tidak akan merasakan sakit kepala lagi setelah melakukan aktivitas seksual apa pun.

BACA JUGA: Kenapa Saya Merasa Sakit Saat Berhubungan Seks?

Apa artinya kalau sakit kepala setelah bercinta?

Kebanyakan kasus sakit kepala setelah bercinta atau melakukan aktivitas seksual lainnya tidak bersifat serius. Sakit kepala tersebut bisa berangsur-angsur hilang sendiri. Hingga saat ini memang belum diketahui apa penyebab pasti dari kondisi tersebut. Para ahli percaya bahwa sakit kepala muncul karena tubuh memproduksi banyak hormon adrenalin secara tiba-tiba. Adrenalin akan diproduksi tubuh saat Anda melakukan kegiatan-kegiatan yang cukup intens, misalnya bercinta, mencapai orgasme, atau menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. Namun, belum ada penjelasan yang memadai tentang bagaimana hormon tersebut menyebabkan sakit kepala.

Teori lain yang juga banyak dipercaya adalah ketika Anda hampir mencapai klimaks, tekanan darah dan detak jantung Anda bisa melonjak. Apabila Anda mengidap hipertensi, Anda pun jadi lebih rentan untuk mengalami sakit kepala setelah bercinta. Ada juga yang berspekulasi bahwa ketika Anda hampir orgasme, otot-otot leher, rahang, dan kepala akan menegang tiba-tiba akibat kontraksi. Kontraksi otot inilah yang membuat kepala terasa nyeri.

BACA JUGA: Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Orgasme

Meski sakit kepala setelah bercinta biasanya tidak mengancam nyawa atau kesehatan Anda, Anda perlu berhati-hati. Sakit kepala yang muncul tiba-tiba bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang serius dan berbahaya. Berikut ini adalah berbagai kondisi kesehatan yang mungkin berkaitan dengan sakit kepala setelah bercinta.

Kapan harus ke dokter?

Perhatikan sakit kepala yang Anda rasakan. Jika Anda belum pernah merasakan sakit kepala sehebat itu sebelumnya, Anda sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter. Apabila setelah bercinta atau melakukan aktivitas seksual sakit kepala tersebut muncul disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, leher kaku, pingsan, dan rasa sakit yang tak kunjung hilang dalam waktu 24 jam, segera hubungi layanan darurat atau periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.

BACA JUGA: 10 Penyebab Sakit Kepala yang Disertai Mual

Meredakan sakit kepala setelah bercinta

Kalau Anda pernah atau sering mengalami sakit kepala setelah bercinta, jangan panik dulu. Bukan berarti Anda tidak bisa melakukan aktivitas seksual sama sekali. Lakukan hal-hal berikut kalau Anda sakit kepala muncul setelah berhubungan seks.

  • Minum obat pereda nyeri (ibuprofen, paracetamol, dan aspirin)
  • Jika sudah sering terjadi, periksalah ke dokter dan minum obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Biasanya Anda akan diberi obat migrain, hipertensi, atau penyakit jantung koroner
  • Minum kunyit
  • Menghirup aromaterapi peppermint
  • Kalau sakit kepala muncul di tengah-tengah sesi intim Anda, hentikan dulu sampai sakit kepala mereda
  • Duduk atau berbaring dengan rileks sambil menarik napas dalam beberapa kali

Mencegah sakit kepala setelah bercinta

Supaya sesi panas Anda dan pasangan tidak berakhir dengan sakit kepala, hindari bercinta dengan posisi atau gerakan yang bisa membuat Anda pusing. Misalnya gerakan yang terlalu cepat atau berhubungan seks sambil berdiri. Banyak orang yang mengalami kondisi tersebut mengaku bahwa bercinta pelan-pelan berhasil mengurangi risiko munculnya sakit kepala.

BACA JUGA: Berbagai Posisi Seks yang Rawan Menyebabkan Penis Patah

Sebagai langkah pencegahan, Anda juga bisa minum obat pereda nyeri atau obat migrain kira-kira satu jam sebelum mulai bercinta atau melakukan aktivitas seksual tertentu. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter Anda untuk menentukan berapa dosis yang aman atau seberapa sering Anda boleh mengonsumsinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Orgasm Can Bring Bad Headache. http://www.webmd.com/sexual-conditions/news/20021030/orgasm-can-bring-bad-headache#1 Diakses pada 7 Desember 2016.

A Sexual Headache Is Not A Joke. http://www.everydayhealth.com/sexual-health/dr-laura-berman-sexual-headaches.aspx Diakses pada 7 Desember 2016.

Sex Headaches. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sex-headaches/basics/definition/con-20025355 Diakses pada 7 Desember 2016.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri pada 17/12/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x