home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-hati, 3 Penyakit Ini Mengintai Anda Kalau Suka Sembarangan Pakai Sex Toy

Hati-hati, 3 Penyakit Ini Mengintai Anda Kalau Suka Sembarangan Pakai Sex Toy

Anda masih bisa terkena penyakit menular seksual meski tidak melakukan hubungan seks. Sebab ada beberapa hal yang bisa menjadi alat penyebaran penyakit seksual yang mungkin selama ini tak pernah terpikirkan oleh Anda. Salah satunya adalah lewat pemakaian sex toys. Bagi beberapa lajang maupun yang sudah berpasangan, melibatkan sex toys dalam aktivitas seks dapat menambah kepuasan tersendiri di ranjang. Tapi awas, pemakaian mainan seks yang tidak higienis, sembarangan, atau malah dipakai bergantian bisa menularkan penyakit seks menular. Kenapa begitu, dan apa saja penyakit menular yang bisa menjadi risiko sex toy?

Bagaimana sex toy dapat menularkan penyakit seksual?

Penularan penyakit seksual adalah salah satu risiko sex toy. Namun ini harus lebih diperjelas. Bukan sex toysnya yang membuat Anda berisiko terkena, tapi sex toy dapat menjadi media penyebaran penyakit dari cairan penis atau vagina yang terinfeksi dan masih menempel di mainan tersebut.

Sebuah penelitian dari jurnal Sexually Transmitted Infections melakukan penelitian yang berfokus pada wanita antara 18 hingga 29 tahun. Wanita yang diteliti adalah para wanita yang pernah melakukan hubungan seksual. Para peneliti memberi tiap satu orang sebuah produk pembersih, satu buah vibrator yang terbuat dari elastomer termoplastika, dan vibrator yang terbuat dari silikon lembut.

Para peserta wanita tersebut diminta untuk menggunakan vibrator tersebut untuk masturbasi dan diteliti selama 24 jam kemudian. Hasilnya ditemukan kalau 75% dari jumlah wanita tersebut mengidap HPV (human paviloma virus). Lalu pada 9 vibrator milik wanita yang positif mengidap HPV, ditemukan tanda-tanda adanya virus.

Peningkatan risiko penyebaran penyakit ini terutama tinggi ketika mainan seks dipakai orang selanjutnya tanpa dicuci bersih dulu dari bekas aktivitas sebelumnya. Hasilnya berbeda ketika sex toy dibersihkan dan disterilkan setiap habis pakai. Nyatanya, ketika sudah dibersihkan, risiko mengendapnya virus pada vibrator menurun menjadi 56 persen. Selain itu, para peneliti pun juga menemukan bahwa vibrator berbahan silikon memiliki tingkat deteksi virus yang lebih rendah. Nah, bayangkan bila vibrator yang tidak dibersihkan ini dipakai secara bergantian. Tentu virus yang melekat pada vibrator akan menular ke para pemakai.

Beberapa penyakit menular seksual yang menjadi risiko sex toy

1. Klamidia

Klamidia atau chlamydia adalah sebuah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri bernama chlamydia trachomatis. Gejala klamidia yang paling umum adalah rasa nyeri pada kelamin dan keluarnya cairan dari vagina atau penis. Namun klamidia jarang menunjukkan gejala, sehingga Anda mungkin tidak pernah mengetahui bahwa Anda terjangkit penyakit ini.

Klamidia dapat menginfeksi bagian serviks, anus, saluran kencing, mata, dan tenggorokan. Klamidia umumnya sering terdapat pada pria maupun wanita yang berusia di atas 25 tahun. Dan salah satu penyebarannya bisa lewat penggunaan sex toys yang tidak bersih.

2. Sipilis

Sipilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin, serta sistem saraf. Sipilis dikenal juga dengan nama raja singa.

Jika terdeteksi lebih awal, sifilis akan lebih mudah disembuhkan dan tidak akan menyebabkan kerusakan permanen. Namun, penyakit sipilis yang tidak diobati dapat mengakibatkan kerusakan serius pada otak atau sistem saraf serta organ lainnya, termasuk jantung.

3. Herpes

Herpes genital adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV). Biasanya ditandai dengan bentol-bentol berair pada alat kelamin, anus, atau mulut. Herpes genital dapat menyebar melalui sentuhan, namun lebih sering menyebar melalui hubungan seksual.

Herpes genital adalah suatu kondisi yang sering terjadi dan dapat terjadi pada wanita dan laki-laki. Wanita lebih berisiko terkena virus ini dibandingkan laki-laki. Biasanya terjadi pada orang yang aktif berhubungan seksual.

Bagaimana mencegah penyakit menular seksual yang disebarkan lewat sex toys

Untuk menghindari risiko sex toy di atas, usahakan jangan pinjam-meminjam sex toys. Selain itu, jaga kebersihan mainan seks dan alat kelamin sendiri. Dengan membersihkan mainan seks secara teratur sebelum dan sesudah menggunakannya dapat mengurangi risiko infeksi dan penyakit seksual yang bisa menulari Anda

Tapi, tidak semua sex toys bisa dicuci dengan bahan atau cara yang sama. Anda perlu memerhatikan cara menjaga kebersihan sex toys berdasarkan jenisnya. Umumnya, sebagian besar mainan dapat dibersihkan dengan larutan pemutih ringan (pemutih yang diencerkan dengan air), pembersih mainan seks antibakteri (tersedia di banyak toko mainan seks), atau sabun dan air untuk membunuh penyakit atau kuman.

Setelah dibersihkan, Anda mungkin perlu untuk mengeringkan sex toys dengan cara diangin-anginkan guna mencegah pertumbuhan bakteri.

Di bawah ini, ada beberapa cara membersihkan sex toys yang harus Anda perhatikan:

  • Setiap akan membersihkan, membilas atau mencuci sex toys, pastikan kalau Anda melepaskan baterainya terlebih dahulu. Hindari juga membersihkan alat seks tersebut ketika masih tersambung dengan arus listrik.
  • Hindari membersihkan dengan cara menggosok terlalu kasar
  • Mainan yang terbuat dari silikon atau kaca plastik bisa dibersihkan dengan cara direndam dengan air hangat
  • Simpan mainan di tempat yang sejuk dan hindari sinar matahari langsung

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sex toys can trace HPV 24 hours after used http://www.medicaldaily.com/sex-toys-can-show-traces-hpv-24-hours-after-use-have-increased-chance-spreading-virus-despite-278526 Diakses pada 8 September 2017

Are sex toys safe? http://www.nhs.uk/chq/pages/1690.aspx?categoryid=118& Diakses pada 8 September 2017

How to reduce STD risk http://www.health.com/health/condition-article/0,,20222980,00.html Diakses pada 8 September 2017

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 12/09/2017
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x