home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Mencuci Vagina Setelah Berhubungan Seks Bisa Cegah Kehamilan?

Apakah Mencuci Vagina Setelah Berhubungan Seks Bisa Cegah Kehamilan?

Beberapa wanita ada yang beranggapan jika segera mencuci atau membilas vagina setelah berhubungan seksual bisa mencegah kehamilan. Hmmm… mitos atau fakta, ya? simak penjelasan berikut ini.

Mencuci vagina setelah berhubungan seks, apa efeknya?

Perlu diketahui ketika mencuci alat kelamin, kita hanya mencuci pada bagian luar vagina seperti labia luar, labia bagian dalam, dan sekitar anus. Tidak sampai bagian dalam vagina. Lubang menuju leher rahim sangat kecil. Oleh karena itu, sulit untuk air menembus leher rahim. Tapi tidak sulit untuk sperma menembus leher rahim karena sperma merupakan mikroskopis teramat kecil.

Mencuci vagina dengan air, ataupun buang air kecil setelah berhubungan seksual, tidak akan bisa mencegah atau menghentikan sperma menuju sel telur setelah proses penetrasi. Mencuci vagina dilakukan semata untuk membersihkan vulva dari air mani setelah berhubungan seksual, bukan sebagai cara mencegah kehamilan.

Sperma merupakan perenang yang ulung. Ketika Anda bergegas ke kamar mandi setelah berhubungan seksual untuk mencuci vagina, Anda tidak bisa mengalahkan pergerakan sperma menuju sel telur. Bagaimanapun, mencuci vagina setelah berhubungan seksual dengan air atau melakukan douching sekalipun, bukan salah satu cara mencegah kehamilan yang efektif.

Jadi, bagaimana cara mencegah kehamilan setelah berhubungan seksual?

Cara terbaik untuk mencegah risiko kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan wanita dan pria yang aktif secara seksual adalah dengan menggunakan alat kontrol kelahiran alias kontrasepsi secara benar dan konsisten. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan.

1. Kondom

Kontrasepsi jenis ini merupakan yang paling populer sehingga paling banyak digunakan. Kondom terbuat dari karet elastis yang dipasang di bagian penis untuk mencegah sperma agar tidak masuk ke dalam vagina.

Kondom khusus wanita juga bisa digunakan pada wanita, dengan cara memasukkan kondom pada mulut vagina delapan jam sebelum melakukan hubungan seksual. Namun ini sangat jarang digunakan karena wanita yang menggunakan kondom mengaku merasa tidak nyaman di bagian vaginanya.

2. Pil KB

Kontrasepsi ini juga umum digunakan sebagai upaya mencegah kehamilan. Diminum setiap hari, penggunaan kontrasepsi ini 99% efektif dalam mencegah kehamilan ketika digunakan secara tepat sesuai dengan petunjuk yang ada.

Ada dua jenis pil KB: pil kombinasi dan pil mini. Pil kombinasi bekerja dengan menggabungkan hormon estrogen dan progestin untuk mencegah ovulasi (yang menyebabkan terjadinya kehamilan). Dalam menggunakan pil KB jenis kombinasi, diperlukan kecermatan dalam pemakaiannya. Sedangkan pil mini digunakan bagi wanita yang sensitif terhadap esterogen, karena pil ini hanya mengandung hormon progestin yang diminum sehari sekali.

3. Metode kontrasepsi berbasis hormon

Penggunaan alat kontrasepsi yang berdasarkan hormon di antaranya penggunaan koyo (patch), implan/susuk, cincin vagina, dan suntik. Metode ini 91% – 99.95% efektif dilakukan apabila dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter.

4. Intrauterine devices (IUDs)

Seorang dokter akan menyisipkan alat berbentuk T kecil (spiral) ke dalam rahim wanita. Ada dua jenis: tembaga dan hormonal (progestin). Alat ini berfungsi mencegah sperma bertemu dengan sel telur. Alat ini lebih dari 99% efektif bila digunakan dengan benar.

5. Pembatas vagina

Beberapa produk kontrasepsi dibuat untuk membatasi antara sprema dengan rahim. Selain penggunaan kondom, beberapa metode yang bisa digunakan adalah kontrasepsi spons, diafragma, dan cervical cap.

6. Sterilisasi

Beberapa prosedur bedah dapat dilakukan untuk mencegah kehamilan. Wanita bisa melakukan tuba ligation (tubektomi) yaitu pemotongan dan pengikatan tuba falopi, sehingga sel telur tidak keluar dari ovarium. Selain itu wanita juga bisa melakukan histerektomi atau pengangkatan rahim. Sedangkan pria bisa melakukan vasektomi yaitu pembedahan yang dilakukan untuk mencegah sperma bercampur air mani ketika ejakulasi. Implan tuba, histerektomi, dan vasektomi merupakan metode permanen untuk mencegah kehamilan.

7. Spermisida

Spermisida berbentuk seperti busa atau gel yang bisa membunuh sperma. Wanita bisa mengaplikasikannya secara langsung ke dalam vagina.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Does washing immediately after intercourse prevent pregnancy? – http://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/does-washing-immediately-after-intercourse-prevent-pregnancy diakses pada 3 April 2017

Myth about pregnancy, true or false?- https://sexetc.org/info-center/post/ive-heard-so-many-different-myths-about-pregnancy-whats-true-and-whats-false/ diakses pada 3 April 2017

Can I wash or pee away sperm to prevent pregnancy? – http://www.scarleteen.com/article/bodies/can_i_wash_or_pee_away_sperm_to_prevent_pregnancy diakses pada 3 April 2017

Birth Control Option – https://familydoctor.org/birth-control-options/ diakses pada 3 April 2017

Birth Control – Clinical Methods – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK283/ diakses pada 4 April 2017

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 16/04/2017
x