Lama Tidak Berhubungan Intim, Apa Saja Efeknya Bagi Tubuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Melakukan hubungan intim secara teratur akan memberikan manfaat untuk kesehatan. Sayangnya, ada beberapa pasangan yang karena satu dan lain hal harus puasa berhubungan intim dulu. Misalnya karena sedang mengobati penyakit kelamin, baru saja melahirkan normal, atau menjalani hubungan jarak jauh dengan suami atau istri. 

Anda mungkin bertanya-tanya, apa yang akan terjadi kalau pasangan suami istri sudah lama tidak berhubungan intim lagi? Apakah seks selanjutnya akan terasa jauh lebih nikmat atau justru kurang memuaskan? Apakah ada efeknya bagi kesehatan tubuh? Yuk, cari tahu di bawah ini.

Perubahan pada tubuh jika lama tidak berhubungan intim

1. Terasa sakit saat berhubungan intim lagi

Vagina mungkin terasa sakit saat melakukan hubungan intim lagi setelah jangka waktu lama tidak melakukannya. Penggunaan pelumas  vagina dapat membantu mengurangi rasa sakit. Agar tubuh lebih rileks dan vagina cukup pelumas, Anda juga sebaiknya melakukan foreplay atau pemanasan yang cukup lama. 

2. Lebih berisiko terkena kanker prostat

Orang-orang yang berhenti melakukan seks bisa jadi lebih berisiko terhadap kanker prostat. Menurut sebuah penelitian pada American Urological Association, pria yang rutin berhubungan seks dan berejakulasi (orgasme) dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat hingga 20 persen.

Hal ini dipercaya karena saat berejakulasi, tubuh ikut mengeluarkan zat-zat sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh lewat air mani. Karena itu, ejakulasi bisa membantu membersihkan area reproduksi pria.

3. Vaginismus

Rasa sakit saat berhubungan intim bisa segera teratasi dengan sendirinya dengan kebiasaan, kesabaran, dan foreplay yang cukup baik. Namun dalam beberapa kondisi, otot-otot vagina bisa berkontraksi begitu kencang sehingga tidak memungkinan untuk terjadinya penetrasi. Bahkan, tampon atau jari pun tak bisa menembus vagina.

Kondisi ini disebut vaginismusJika Anda curiga hal ini terjadi pada Anda, segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan rekomendasi untuk terapi otot dasar panggul, misalnya melakukan senam Kegel.

4. Kehilangan gairah seks

Jika Anda lama tidak berhubungan intim, wajar saja bila tubuh Anda berhenti menginginkannya lagi. Pasalnya, ketika berhubungan seks tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang akan membuat Anda menginginkan seks dan keintiman dengan pasangan. Sedangkan kalau Anda sudah lama tidak berhubungan seks, Anda mungkin sudah tidak begitu peka lagi pada hormon ini.

Tenang, gairah seks yang hilang bisa dikembalikan lagi, kok, dengan berbagai cara. Misalnya dengan menghabiskan waktu berkualitas dengan pasangan, mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan gairah seks, dan berolahraga bersama pasangan.

5. Vagina atrofi

Saat usia subur sudah berlalu, seks akan nampak sebagai sesuatu yang kurang penting. Ditambah lagi, jumlah estrogen akan menurun drastis. Hal tersebut membuat Anda malas atau tidak mau berhubungan seks. Turunnya kadar estrogen, dapat menyebabkan vagina menjadi kering dan dinding vagina menipis.

Kondisi ini yang disebut vagina atrofi. Kekeringan vagina dapat menjadi masalah yang perlu ditangani. Ini akan membuat seks menjadi tidak nyaman, karena penetrasi yang terjadi menjadi lebih sakit.

Lama tidak berhubungan intim tidak akan bikin vagina “merapat”

Lama tidak berhubungan intim bukanlah faktor penyebab merapatnya vagina. Bila Anda sudah lama tidak berhubungan intim, kemudian merasa sakit, penyebabnya bukanlah vagina yang lebih sempit setelah lama diistirahatkan, tapi karena kurangnya foreplay sebelum penetrasi penis ke vagina.

Lama tidak berhubungan intim bukanlah faktor penentu kerapatan vagina karena pada dasarnya vagina akan kembali ke bentuk semula, bahkan pada orang yang sering berhubungan seks. Seberapa seringnya berhubungan seksual sama sekali tidak mempengaruhi kerapatan atau kelonggaran vagina.

Ada dua hal yang memengaruhi kerapatan vagina, yaitu melahirkan dan proses penuaan (menopause). Saat melahirkan normal, vagina Anda akan bekerja keras untuk meregang dan memberi jalan bayi. Dengan begini, bentuknya akan berubah dan melonggar. Vagina butuh waktu kurang lebih 6 bulan untuk kembali ke bentuk dan ukuran asalnya.

Ketika menopause, kadar estrogen dalam tubuh Anda akan jauh berkurang yang berdampak pada elastisitas vagina. Saat memasuki masa ini, otot vagina Anda tidak akan seelastis sebelumnya dan membuat vagina jadi lebih longgar.

 

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kuku, mulai dari penampakannya yang aneh atau sekadar mudah patah, bisa berarti ada masalah juga pada kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit
menguji keperawanan wanita

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit