home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Biarkan Terlalu Lama, Begini 5 Cara Menghilangkan Bekas Cupang

Jangan Biarkan Terlalu Lama, Begini 5 Cara Menghilangkan Bekas Cupang

Terkadang, Anda dan pasangan mungkin terlalu asyik melakukan kontak fisik saat seks sehingga lupa akibatnya, salah satunya berciuman. Ciuman yang terlalu intens ini terkadang meninggalkan tanda memar atau yang dikenal dengan sebutan cupang alias kissmark. Bukan hanya mengganggu penampilan, bekas kecupan yang tampak kemerahan ini membuat malu. Eits, jangan panik dulu, ada banyak cara menghilangkan bekas cupang yang bisa Anda coba, kok! Berikut ulasannya.

Kenapa cupang membuat kulit menjadi memar?

penularan meningitis adalah lewat ciuman

Cupang atau kissmark biasanya ditandai dengan memar berwarna kehitaman, biru, atau merah di area bekas ciuman.

Memar umumnya terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit.

Saat pasangan mengisap atau menggigit kulit Anda, hal tersebut mengakibatkan tekanan yang mampu memecah pembuluh darah.

Nah, pecahnya pembuluh darah ini yang menyebabkan darah berkumpul di bawah permukaan kulit.

Kondisi ini yang kemudian menimbulkan bercak kemerahan, ungu, atau kehitaman pada kulit yang disebut dengan memar.

Seperti memar pada umumnya, cupang biasanya bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu.

Seiring dengan berjalannya waktu, warna cupang akan berubah karena tubuh kembali menyerap darah yang terkumpul tadi.

Selain itu, bekas cupangan juga dapat lebih mudah muncul seiring bertambahnya usia.

Ini dikarenakan kulit manusia menjadi lebih tipis dan pembuluh darah semakin rapuh. Alhasil, memar lebih mudah timbul.

Tak hanya itu, terdapat pula beberapa kondisi yang bisa menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami bekas cupang seperti memar di kulitnya, yakni:

Cara menghilangkan bekas cupang yang bisa dicoba

Melakukan kontak fisik yang terlampau bergairah dengan pasangan memang sah-sah saja untuk dilakukan.

Hanya saja, usahakan jangan kelewat batas dan meninggalkan bekas, ya.

Pasalnya, meski terkesan remeh, bekas ciuman atau cupang ini bisa mengganggu penampilan dan memengaruhi rasa percaya diri Anda.

Bayangkan jika Anda harus menemui atasan di kantor atau klien penting, tetapi ada bekas cupangan di leher Anda.

Jika aktivitas intim dengan pasangan sudah telanjur meninggalkan bekas cupang, Anda tidak usah panik.

Ikuti beberapa cara di bawah untuk menghilangkan bekas cupang atau kissmark di tubuh:

1. Kompres dingin di bagian yang memar

cara menghilangkan bekas cupang

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan bekas ciuman atau cupang adalah mengompres dengan air dingin atau es batu.

Tips ini cukup mudah untuk dicoba, berikut langkah-langkahnya:

  1. Masukan es batu ke dalam plastik, kemudian bungkus plastik tersebut dengan kain atau handuk.
  2. Setelah itu, tempelkan handuk berisi es batu tadi ke area yang memar selama 15-20, seperti di leher atau lengan Anda.
  3. Hindari menempelkan es batu langsung ke kulit, ya.

Trik lain yang bisa Anda coba adalah menggunakan sendok logam yang didinginkan. Letakkan sendok ke dalam freezer selama beberapa menit, lalu ambil dan letakkan di kulit yang mengalami memar.

Tekan sendok dingin ke bagian yang memar dengan lembut.

Langkah mengompres ini bisa Anda ulangi setiap jam selama 1-2 hari.

Ingat, menghilangkan bekas memar karena kecupan, termasuk cupang, memang tidak bisa dilakukan dengan cara yang instan.

2. Kompres dengan air hangat

cara menghilangkan bekas cupang

Tidak hanya dengan kompres dingin, menghilangkan bekas ciuman juga bisa dilakukan dengan cara kompres air hangat.

Cara ini sebaiknya dilakukan 2 hari setelah Anda selesai mengompres bekas cupang dengan air dingin atau es batu.

Kompres hangat bertujuan untuk mengurangi rasa sakit serta meredakan pembengkakan pada area yang memar.

Anda bisa mengompres beberapa kali dalam sehari supaya bekas cupang lekas pulih.

Selain dengan handuk yang dibasahi air hangat, Anda juga bisa memakai heating pad atau mandi dengan air hangat.

3. Lidah buaya

manfaat lidah buaya

Anda juga bisa memanfaatkan lidah buaya sebagai cara menghilangkan bekas cupang, baik di leher maupun area kulit lainnya.

Menurut sebuah studi dari Iranian Journal of Medical Sciences, lidah buaya alias aloe vera dipercaya dapat mengurangi peradangan serta mempercepat proses penyembuhan luka.

Lidah buaya juga dapat meningkatkan elastisitas serta memperkuat jaringan kulit Anda.

Hal yang perlu Anda lakukan adalah menempelkan gel lidah buaya ke daerah kulit yang terdapat bekas cupang.

Selanjutnya, diamkan gel tersebut di kulit hingga kering. Cara ini dipercaya dapat membantu menghilangkan bekas merah atau cupang di leher.

4. Memakai obat-obatan

Salep kudis dan scabies di tangan

Pemakaian obat-obatan medis juga bisa Anda coba untuk mengurangi bekas memar atau cupang.

Selain itu, terdapat pula obat-obatan yang bisa Anda konsumsi agar rasa nyeri di bagian memar dapat mereda.

Untuk memar, Anda dapat mencoba obat dalam bentuk krim atau gel dengan kandungan heparin, vitamin K, atau bromelain.

Obat-obatan seperti parasetamol atau ibuprofen bisa Anda pilih sebagai pereda rasa sakit.

Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan tersebut.

Ini karena ada beberapa jenis obat yang tidak boleh digunakan jika Anda memiliki penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

5. Minyak lavender

manfaat minyak lavender

Minyak esensial (essential oil) yang terbuat dari bahan-bahan alami telah dikenal memiliki beragam manfaat kesehatan.

Salah satunya adalah pemakaian minyak lavender yang bisa juga Anda pilih sebagai cara menghilangkan bekas memar atau cupang.

Berdasarkan sebuah studi dari Journal of Obstetrics and Gynaecology, minyak lavender diyakini mampu mengurangi memar pada luka jahitan wanita yang baru saja melewati proses persalinan.

Anda bisa mengaplikasikan beberapa tetes minyak lavender ke bagian kulit yang terdapat cupang. Akan tetapi, tidak semua minyak esensial aman untuk dioleskan langsung ke kulit.

Sebaiknya, diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan bahan-bahan herbal untuk mengobati memar atau bekas cupang yang Anda alami.

Itulah tadi berbagai cara menghilangkan bekas cupang yang bisa Anda jajal di rumah. Kuncinya adalah bersabar karena tanda memar tidak bisa dihilangkan dalam waktu singkat.

Untuk mencegah timbulnya cupang atau memar, Anda bisa mencoba aktivitas lainnya yang tak kalah menggairahkan sebelum berhubungan intim dengan pasangan, misalnya teknik foreplay tertentu.

Apabila memar tidak kunjung hilang setelah 4 minggu atau muncul rasa nyeri yang disertai bengkak di bagian cupang, jangan tunda waktu untuk periksa ke dokter.

Hal tersebut bisa jadi menandakan adanya kondisi kesehatan yang lebih serius.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bruise: First aid – Mayo Clinic. (2020). Retrieved January 25, 2021, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-bruise/basics/art-20056663 

Gavin, ML. (2018). Bruises – TeensHealth. Retrieved January 25, 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/bruises.html 

Bruises – Cleveland Clinic. (2020). Retrieved January 25, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15235-bruises 

Bruises: Management and Treatment – Cleveland Clinic. (2020). Retrieved January 25, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15235-bruises/management-and-treatment 

Quick hickey fix? – Go Ask Alice. (2020). Retrieved January 25, 2021, from https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/quick-hickey-fix# 

Bleeding and bruising – DermNet NZ. (2017). Retrieved January 25, 2021, from https://dermnetnz.org/topics/bleeding-and-bruising/ 

What You Should Know About Bruises – PIH Health. (2019). Retrieved January 25, 2021, from https://www.pihhealth.org/wellness/blog/what-you-should-know-about-bruises/#:~:text=Aloe%20Vera.,bruised%20area%20throughout%20the%20day

Heparinoid – NHS. (2019). Retrieved January 25, 2021, from https://www.nhs.uk/medicines/heparinoid/ 

Hekmatpou, D., Mehrabi, F., Rahzani, K., & Aminiyan, A. (2019). The Effect of Aloe Vera Clinical Trials on Prevention and Healing of Skin Wound: A Systematic Review. Iranian journal of medical sciences, 44(1), 1–9.

Marzouk, T., Barakat, R., Ragab, A., Badria, F., & Badawy, A. (2014). Lavender-thymol as a new topical aromatherapy preparation for episiotomy: A randomised clinical trial. Journal Of Obstetrics And Gynaecology, 35(5), 472-475. https://doi.org/10.3109/01443615.2014.970522 

Wu, TY., Hsiao, J., Wong, EH. (2010). Love bites—an unusual cause of blunt internal carotid artery injury. The New Zealand Medical Journal, 123(26). 

King M. (2017). The Management of Bruising following Nonsurgical Cosmetic Treatment. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 10(2), E1–E4.

Foto Penulis
Ditulis oleh Shylma Na'imah pada 27/01/2021
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
x