home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Alasan Kenapa Seks Setelah Bertengkar Terasa Lebih Menggairahkan

6 Alasan Kenapa Seks Setelah Bertengkar Terasa Lebih Menggairahkan

Pernahkah Anda berpikir mengenai seks setelah Anda dan pasangan bertengkar hebat? Setelah berselisih paham yang begitu menguras emosi dan tenaga, ternyata seks dapat meredam energi negatif dan mengembalikan romantisme Anda dan pasangan. Benarkah seks setelah bertengkar lebih menyenangkan dan menggairahkan? Ini jawabannya.

Alasan kenapa seks setelah bertengkar lebih menggairahkan

Menurut psikolog, sebetulnya hal yang lumrah jika Anda atau pasangan menginginkan seks setelah bertengkar dan membuat aktivitas intim ini menjadi lebih menggairahkan. Seks seperti ini biasa disebut dengan make up sex, banyak pasangan justru terangsang untuk melakukan hubungan seks setelah bertengkar. Lantas, apa yang membuat seks setelah bertengkar terasa lebih menggairahkan? Berikut alasannya.

1. Bercinta setelah bertengkar akan seperti saat pertama kali

Sensasi seks yang hebat akan didapatkan oleh pasangan suami istri yang bercinta setelah pertengkaran. Pada saat sedang bertengkar, sebagai bentuk pembelaan diri dari masing-masing, baik suami atau istri akan saling menjauh.

Namun, ketika ketegangan telah mereda dan pasangan suami istri melakukan hubungan seks, maka mereka akan kembali mengalami yang namanya jatuh cinta serta akan merasa seperti saat baru pertama kali melakukan hubungan seks, dan merasakan sebuah sensasi yang dahsyat.

2. Suami atau istri akan menjadi lebih agresif

Pasangan yang telah lama menikah, mungkin akan mengalami agresifitas dan gairah seksual yang menurun, hal ini biasanya karena mereka akan mengalami titik jenuh dalam berhubungan seks. Oleh karena itu, untuk menunjukkan kembali agresifitas Anda kepada suami ataupun istri, seks setelah bertengkar bisa menjadi ‘jalan’ memanaskan kembali hubungan intim Anda berdua.

3. Meningkatnya adrenalin

Apakah Anda tahu hormon adrenalin akan diproduksi oleh tubuh pada saat bertengkar dan juga pada saat berhubungan seks? Menurut Joshue Estrin seorang psikoterapis, pertengkaran dapat melepaskan senyawa di otak yang menyebabkan seseorang merasa bergairah. Bercinta pun menghasilkan senyawa yang sama, sehingga bila kedua kondisi ini disatukan dalam hubungan seks, bisa menghasilkan orgasme yang sangat dahsyat.

4. Persaingan

Seperti pada saat Anda berlomba, Anda pasti akan berusaha untuk memenangkan perlombaan. Begitu juga saat Anda bertengkar, Anda akan menemukan sedikit persaingan atau perlombaan. Gairah suami ataupun istri akan mencapai puncaknya jika kompetisi tersebut disatukan dalam bentuk hubungan seks, karena baik suami ataupun istri akan saling berlomba untuk ‘melayani’ pasangannya.

5. Orgasme yang lebih hebat

Menurut seorang seks terapis dan psikolog, bercinta setelah bertengkar membuat seseorang menjadi rapuh dan terbuka. Kondisi psikis yang demikian dapat memberikan hubungan seks yang menyenangkan dan memberikan orgasme yang memuaskan suami ataupun istri.

6. Melupakan pertengkaran

Dalam sebuah studi yang dilakukan American Psychological Association ditemukan bahwa, dibandingkan dengan seorang pria, seorang wanita biasanya lebih lama menyimpan amarahnya. Namun semua amarah tersebut bisa hilang begitu saja dengan cara melakukan hubungan seks.

Tapi, perlu Anda catat, hal ini tidak berlaku bagi setiap orang. Sebagian justru mengalami penurunan libido setelah terjadi petengkaran. Kalau dipaksakan, yang ada Anda malah jadi bertambah dongkol.

Karena itu, Anda harus mengenal diri Anda sendiri dan pasangan. Apakah Anda berdua memang tipe orang yang menikmati hubungan seks pasca pertengkaran, atau justru sebaliknya. Jika menikmati, lakukan saja. Tapi jika tidak, lebih baik hindari seks setelah bertengkar.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Make-Up Sex and Breakup Sex Are So Good.

https://www.psychologytoday.com/blog/in-the-name-love/201302/why-make-sex-and-breakup-sex-are-so-good. Accessed 05/05/2017.

Make Up Sex: It’s for Real.

http://www.scienceofrelationships.com/home/2011/8/24/make-up-sex-its-for-real.html.Accessed 05/05/2017.

Anger across the gender divide. http://www.apa.org/monitor/mar03/angeracross.aspx. Accessed 05/05/2017.

The Effects of Adrenaline on Arousal and Attraction.

http://www.mckendree.edu/academics/scholars/issue17/mckinney.htm. Accessed 05/05/2017.

4 Steps to Resolve Any Fight with Her (and Get Straight to the Makeup Sex).

http://www.menshealth.com/sex-women/resolve-fight-with-partner. Accessed 05/05/2017.

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari
Tanggal diperbarui 18/05/2017
x