5 Bahan Produk Pelumas Seks yang Bahayakan Vagina

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat terangsang, normal bagi wanita mengalami vagina basah. Tapi, beberapa wanita juga bisa memiliki vagina kering saat bergairah. Vagina kering dapat menyebabkan seks menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan. Ini saatnya lubrikan alias pelumas seks jadi penyelamat Anda di tempat tidur.

Pelumas seks berfungsi membasahi jaringan vagina dan vulva untuk meniru dan meningkatkan efek pelumasan alami tubuh sendiri, dan memungkinkan wanita untuk berhubungan seks bebas gesekan. Beberapa pelumas juga dapat merangsang gairah dan meningkatkan kenikmatan seksual. Beberapa lainnya berfungsi ganda sebagai pembunuh sperma.

Namun hati-hati, salah-salah, produk pelumas seks Anda bisa memorakporandakan keseimbangan garam dan pH alami vagina dan membuat Anda berisiko tinggi tertular bacterial vaginosis atau jamur vagina. Berikut adalah daftar singkat dari beberapa bahan kimia yang harus dihindari dalam pelumas seks Anda

Bahan kimia berbahaya dalam pelumas seks yang bisa mengancam kesehatan vagina

1. Gliserin

Gliserin, alkohol gula, berfungsi meningkatkan kekentalan pelumas. Gliserin merupakan agen penjaga kelembapan yang menyerap air dari suatu zat, maka adanya gliserin dalam produk pelumas seks akan menyebabkan tekstur cairan pelumas semakin kental dan lengket.

Kadar gliserin tinggi dalam pelumas bukanlah pertanda baik. Terlalu banyak alkohol gula ini dapat meningkatkan koloni candida, yang dapat mengakibatkan infeksi jamur vagina dan infeksi saluran kencing pada wanita yang rentan terhadap penyakit ini.

2. Petrokimia — propilen glikol, polietilen glikol, dan petroleum

Kebanyakan pelumas berperisa atau yang berfungsi menghangatkan dibuat dengan bahan dasar petrokimia, yang merupakan zat kimia yang berasal dari minyak bumi.

Sebenarnya, tak perlu-perlu amat menggunakan lubrikan jenis pemanas. Gairah seksual yang Anda terima dari rangsangan dapat menyebabkan pembengkakan dan pemanasan alami dari organ seksual, sehingga Anda tidak perlu lagi menambahkan bahan kimia di vagina untuk membuatnya panas terbakar. Selain itu, pelumas seks yang mengandung petrokimia dapat melapisi kulit Anda sehingga mengganggu fungsi normal dan penyerapan cairannya. Propilen glikol, khususnya, dapat menyebabkan iritasi jaringan vagina.

Pelumas jenis ini juga mungkin mengandung partikel-partikel asing yang dicurigai memiliki kaitan dengan berbagai kondisi kesehatan, termasuk kanker. Bahan dasar minyak bumi dapat ditemukan di banyak pelumas serbaguna umum, seperti petroleum jelly.

3. Pengawet — paraben, benzil alkohol, phenoxyethanol, dan asam sitrat

Banyak orang pernah memiliki pengalaman buruk dengan pelumas seks yang membuat panas kulit atau menimbulkan ruam gatal, atau merasa benar-benar lengket selama atau setelah digunakan, dan itu disebabkan oleh bahan pengawet.

Paraben dan phenoxyethanol adalah pengawet sintetis yang dimaksudkan untuk membunuh kuman. Pengawet ini cukup berbahaya karena dapat dengan mudah diserap ke dalam tubuh dan meniru estrogen dalam tubuh Anda. Konsentrasi tinggi dari bahan pengawet ini telah dikaitkan dengan iritasi kulit, keracunan, kerusakan reproduksi, pelemahan kekebalan tubuh, dan mengurangi fungsi sistem saraf pada bayi baru lahir. Paraben, terutama, mungkin berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

4. Benzocaine

Benzocaine adalah bius lokal yang dapat mematikan rasa di area kulit yang terkena, dan umum ditemukan dalam pelumas yang menargetkan seks anal atau seks eksperimental lainnya. Benzocaine dalam pelumas seks Anda mengisyaratkan bahaya. Rasa sakit penting untuk kita, karena ini merupakan cara tubuh memperingatkan anda untuk berhenti di saat merasakan ancaman. Jika Anda menjadi kebas dan terus melanjutkan seks menyakitkan ini, Anda dapat berakhir memiliki cedera, mengalami sobekan di jaringan halus vagina, dan masalah lainnya.

5. Spermasida nonoxynol-9 (N-9)

Penelitian telah menunjukkan bahwa N-9 dapat menyebabkan luka. Luka dapat muncul di saluran vagina, di anus, dan pada penis. Karena luka terbuka akan mengekspos cairan tubuh, seperti darah, ada peningkatan risiko penularan HIV dan penyakit menular seks lainnya dari produk pelumas seks yang mengandung spermisida. Pelumas spermisida juga tak dianjurkan dipakai saat berhubungan seks anal.

Spermisida juga mengganggu populasi bakteri normal dalam vagina dan uretra. Ada peningkatan risiko wanita untuk tertular infeksi saluran kemih bila menggunakan pelumas seks mengandung spermisida.

Lalu, pelumas seks seperti apa yang baik untuk digunakan?

Saat membeli pelumas seks, pertimbangkan untuk memilih produk organik, yang diformulasikan khusus untuk tidak menyebabkan iritasi karena selaput lendir reseptif dalam vagina dan vulva mudah menyerap bahan-bahan pelumas ke dalam tubuh.

“Pelumas seks terbaik adalah jenis yang iso-osmotik, artinya produk tersebut cocok dengan kondisi dalam vagina — tidak menambah atau mengurangi air dari sel-sel jaringan atau mengganggu bakteri sehat vagina,” kata Wendy Strgar, pendiri Good Clean Love, sebuah perusahaan kesehatan seksual, dilansir dari Prevention.

Selama bertahun-tahun, para pakar kesehatan telah mewanti-wanti masyarakat untuk menghindari menggunakan pelumas berbasis minyak. Minyak bersifat merusak karet lateks, menyebabkan kondom cepat sobek. Hanya pelumas berbasis silikon dan air yang aman untuk digunakan dengan kondom lateks. Terlebih lagi, tidak ada gunanya menggunakan lotion tubuh, petroleum jelly, atau minyak goreng sebagai “alternatif” pelumas seks. Minyak tidak dimaksudkan untuk dimasukkan ke dalam vagina atau rektum seseorang.

BACA JUGA:

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Biasanya seseorang akan cenderung mengurung diri ketika dirundung cemas hebat. Padahal, ini cara menghilangkan rasa cemas yang salah. Ada cara yang benar

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Wanita Lebih Sering Mendesah di Ranjang Dibanding Pria?

Menurut penelitian, desahan wanita belum jadi jaminan kalau ia merasa cukup terangsang. Lalu apa artinya? Ini dia jawaban dari para ahli!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit
menguji keperawanan wanita

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
impotensi

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
buah zakar gatal

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit