home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Tanda Ukuran Kondom yang Anda Pakai Kurang Pas

4 Tanda Ukuran Kondom yang Anda Pakai Kurang Pas

Pemilihan ukuran kondom yang pas merupakan salah satu pertimbangan penting sebelum Anda melakukan hubungan intim. Sama halnya dengan memilih celana, ukuran yang terlalu besar atau terlalu kecil akan membuat pemakainya menjadi tidak nyaman. Begitu pula dalam pemilihan kondom. Pasalnya, menyesuaikan ukuran kondom dapat memengaruhi kepuasan Anda dan pasangan saat bercinta.

Lantas, apakah ukuran kondom yang Anda pakai sudah pas? Coba cek melalui tanda-tanda berikut ini.

Kalau ukuran kondom yang Anda gunakan tidak pas, begini tanda-tandanya….

1. Terlalu kecil

Kondom yang beredar di pasaran saat ini tersedia dalam berbagai ukuran. Mulai dari yang kecil, sedang, hingga besar. Biasanya, kebanyakan produk kondom memang dibuat dengan ukuran yang lebih panjang dari ukuran penis. Rata-rata, panjang penis pria saat sedang ereksi adalah sekitar 14-15 cm, sementara panjang kondom akan dilebihkan sedikit hingga 2-3 cm guna memberi ruang pada penis dan juga untuk menampung sperma saat ejakulasi.

Nah, tugas Anda adalah mempertimbangkan ukuran yang sesuai dengan penis Anda. Jangan sampai kondom yang Anda beli tidak pas; seperti terlalu sempit saat dipakai, atau bahkan terlalu pendek hingga tidak mampu “menyelimuti” seluruh bagian penis Anda. Penis yang pas seharusnya bisa menutup hingga ke pangkal penis.

Sebab hal ini bisa menghambat peredaran darah di sekitar penis, yang pada akhirnya menyebabkan disfungsi ereksi (impotensi). Risiko lain yang mungkin terjadi ketika Anda menggunakan ukuran kondom yang kekecilan adalah robek saat digunakan. Akibatnya bisa terjadi hal yang ingin Anda cegah, seperti kehamilan. Bahkan yang lebih buruknya lagi, bisa meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin.

2. Terlalu besar

Menurut dr. Brian A. Levine, pimpinan Colorado Center for Reproductive Medicine, dilansir dari Self, ukuran kondom yang tidak pas dengan penis tidak memberikan manfaat yang maksimal sebagai alat kontrasepsi.

Jika ukuran kondom terlalu besar dibanding penis, kondom akan mudah lepas ketika penetrasi. Ini tentu bisa meningkatkan risiko kehamilan. Risiko lain bila ukuran kondom kebesaran antara lain kondom tertinggal di dalam vagina pasangan hingga menyebabkan penyakit kelamin.

Jadi bila kondom Anda mudah lepas saat berhubungan intim, pertimbangkan untuk memilih kondom dengan ukuran yang lebih kecil.

3. Terlalu panjang

Perhatikan perbedaan ukuran kondom yang “kebesaran” dan “kepanjangan”. Kondom yang terlalu besar atau longgar mengacu pada diameternya yang melebihi ukuran penis. Sementara ukuran kondom yang terlalu panjang mengacu pada sisa kondom yang melebihi panjang penis, sehingga terlihat seperti tergulung.

Bila hal ini terjadi, lebih baik jangan Anda gunakan! Pasalnya, selama bercinta ereksi akan sulit terjadi dan pada akhirnya Anda tidak bisa mencapai orgame secara maksimal.

4. Sakit saat digunakan

Pada dasarnya, kondom yang sakit saat dipakai disebabkan oleh ukurannya yang lebih kecil dibanding penis Anda. Mungkin ada sebagian pria yang justru memilih kondom dengan ukuran kecil, tujuannya untuk mendapatkan sensasi yang lebih “menyenangkan”.

Padahal tanpa mereka sadari, hal ini dapat menghambat kemampuan penis saat ereksi. Dikutip dari Everyday Health, survei terbaru menyatakan ada sekitar 32 persen pria yang mengalami masalah ereksi karena kondom yang tidak pas. Salah satunya disebabkan oleh rasa sakit saat menggunakannya. Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan?

Jadi bagaimana cara memilih ukuran kondom yang tepat?

Setelah Anda mengetahui tanda-tanda yang terlihat jika ukuran kondom tidak pas, kini pertanyaan yang muncul yaitu: bagaimana mengetahui jika kondom yang saya gunakan ukurannya sudah tepat?

Jawabannya adalah cari kondom dengan ukuran yang pas saat dipakai; tidak sempit, tidak longgar, tidak kepanjangan, dan yang paling penting nyaman saat digunakan. Akan tetapi, pastikan masih ada sisa sedikit ruang di ujung kondom agar cairan ejakulasi Anda bisa tertampung dengan baik.

Memang butuh beberapa kali percobaan sampai Anda menemukan ukuran yang sesuai dengan penis Anda. Namun, demi kelancaran selama hubungan intim, kenapa tidak?

Idealnya untuk mengetahui ukuran kondom yang sesuai, Anda bisa melakukan pengukuran penis. Ini meliputi ukuran panjang, lebar atau diameter, dan ketebalannya. Ingat, lakukan pengukuran ketika penis sedang “tegang” atau ereksi, bukan ketika “lembek” karena Anda hanya akan mendapatkan ukuran minimumnya saja.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Condom Mistakes You Don’t Want to Make. https://www.everydayhealth.com/erectile-dysfunction/condom-mistakes-you-dont-want-to-make.aspx Diakses pada 9 Maret 2018.

You Might Be Wearing The Wrong Size Condom (and Putting Yourself At Risk) https://www.menshealth.com/sex-women/are-you-wearing-the-wrong-size-condom Diakses pada 9 Maret 2018.

14 Sneaky Condom Mistakes You Should Never Make. https://www.self.com/story/14-sneaky-condom-mistakes-you-should-never-make Diakses pada 9 Maret 2018.

Is Your Dude Wearing The Right Size Condom? Here’s How To Tell. https://www.womenshealthmag.com/sex-and-love/wrong-size-condom Diakses pada 9 Maret 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 11/05/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x