backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Kutu Kemaluan

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Fajarina Nurin · Tanggal diperbarui 03/10/2023

Kutu Kemaluan

Rambut kutuan pasti sudah sering Anda dengar, atau Anda mungkin pernah mengalaminya. Namun faktanya, kutu bisa bertumbuh di bagian tubuh lainnya. Salah satu jenis yang dimaksud adalah kutu kemaluan atau kelamin (Pthirus pubis).

Apa itu kutu kemaluan?

Kutu kemaluan, juga disebut Pthirus pubis, adalah serangga berukuran sangat kecil yang hidup di area kelamin.

Dikutip dari Mayo Clinic, ukuran kutu kemaluan atau kelamin yakni sekitar 1,6 milimeter (mm).

Kutu ini mendapat julukan crabs atau kepiting karena tubuh mereka menyerupai kepiting kecil dengan ciri-ciri berikut ini.

  • Berwarna cokelat atau abu-abu keputihan.
  • Terlihat seperti kepiting kecil.
  • Berwarna lebih gelap ketika kutu telah mengisap darah.
  • Sesuai dengan namanya, kutu kelamin biasanya hidup di rambut kemaluan dan menyebar melalui kontak seksual.

    Meskipun begitu, kutu kemaluan juga dapat menyebar bila Anda bertukar pakaian, seprai, maupun handuk dengan orang yang terinfeksi. 

    Kutu rambut kemaluan lebih sering ditemukan pada orang yang memiliki penyakit menular seksual (penyakit kelamin).

    Tiga jenis kutu

    Ada tiga jenis kutu dapat yang menyerang manusia, yaitu sebagai berikut.
    • Pediculus humanus capitis: kutu kepala.
    • Pediculus humanus corporis: kutu tubuh.
    • Phthirus pubis: kutu kelamin.
    Kutu kemaluan sering kali berukuran lebih kecil dari kutu tubuh dan kutu rambut. Namun pada dasarnya, kutu dapat mengisap darah manusia dan menyebabkan rasa gatal yang intens di area tertentu, termasuk di daerah kemaluan.

    Apa saja gejala kutu kemaluan?

    bahan alami jamur penis

    Pasien dengan kutu rambut kemaluan sering kali mengalami gatal pada area kelamin atau anus pada hari ke-5 setelah kutu ada di area vital Anda.

    Rasa gatal adalah ciri-ciri yang paling sering dikeluhkan akibat terkena kutu kemaluan. Namun, keluhan yang satu ini biasanya terasa lebih intens pada malam hari. 

    Selain di area kelamin, Pthirus pubis juga dapat menimbulkan gatal di area lain tubuh yang ditutupi rambut yang kasar, seperti:

    • kaki,
    • dada.
    • ketiak
    • jenggot atau kumis, dan
    • bulu mata atau alis (lebih sering terjadi pada anak-anak).

    Rasa gatal tersebut kemudian menyebabkan Anda ingin menggaruk hingga mengakibatkan luka dan infeksi bakteri pada kulit.

    Bahkan, pada anak-anak, kutu di bulu mata juga berisiko mengakibatkan konjungtivitis (pink eye).

    Selain rasa gatal, Anda juga mungkin mengalami gejala kutu kemaluan atau kelamin lainnya, seperti berikut. 

    • Terdapat serangga yang berukuran sangat kecil di rambut kemaluan. Anda bisa melihatnya dengan lebih dekat dengan menggunakan kaca pembesar.
    • Ada telur kutu di bagian bawah rambut kemaluan Anda, tetapi berukuran sangat kecil sehingga agak sulit dilihat.
    • Perhatikan ciri-ciri telur kutu kelamin dengan bentuk lonjong, berwarna kuning, putih, atau seperti mutiara. 
    • Area yang ditempati kutu tampak seperti bintik gelap atau kebiruan karena bekas gigitan. 
    • Tubuh demam dan lesu.

    Kapan saya harus periksa ke dokter?

    Diagnosis dan perawatan dini dapat mencegah gejala semakin memburuk dan terjadi kondisi medis darurat lainnya.

    Maka dari itu, segera konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami masalah kelamin atau gejala kutu kemaluan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    Segera hubungi dokter pula jika Anda mengalami ciri-ciri akibat terkena kutu kemaluan berikut ini.

    • Obat yang dijual di apotek tidak bisa membunuh kutu kelamin.
    • Anda mengalami kondisi ini dan sedang hamil.
    • Anda mengalami infeksi kulit akibat menggaruk area vital yang gatal.

    Apa penyebab kutu kemaluan?

    Penyebab kutu kelamin atau kemaluan umumnya adalah karena kontak intim, termasuk melakukan hubungan seksual.

    Menggunakan selimut, handuk, seprai, atau pakaian orang yang memiliki kutu rambut kemaluan juga bisa menyebabkan seseorang tertular serangga kecil ini.

    Penularan kutu kemaluan dimulai dari kutu dewasa yang berpindah dari tubuh penderita ke tubuh orang lain.

    Kutu dewasa tersebut kemudian meninggalkan telur, yang disebut nits, pada batang rambut di dekat kulit.

    Dalam kurun waktu 7—10 hari kemudian, nits menetas menjadi nimfa dan mulai mengisap darah Anda. Meski tidak mendapat asupan makanan dari darah, kutu tetap dapat hidup selama 1—2 hari.

    Ada anggapan bahwa seseorang dapat terkena kutu kelamin dari penggunaan toilet duduk bersama atau perabotan lainnya. Namun, hal itu kemungkinan tidak akan terjadi. 

    Kutu kelamin biasanya tidak akan jatuh dari tubuh orang yang ia tempati, kecuali sudah mati. Kutu kelamin juga tidak dapat melompat dari satu orang ke orang lain seperti kutu rambut.

    Jika pasangan maupun orang terdekat Anda mengalami kondisi ini, hindari tidur bersama untuk sementara waktu. Meski begitu, kutu kelamin tidak membuat Anda tertular penyakit tertentu.

    Namun, infeksi bakteri bisa saja terjadi akibat menggaruk area yang gatal terlalu keras. 

    Faktor risiko kutu kemaluan

    Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang berisiko lebih tinggi untuk mengalami kutu rambut kemaluan, yaitu sebagai berikut.
    • Memiliki beberapa pasangan seksual.
    • Melakukan kontak seksual dengan orang yang terinfeksi.
    • Menggunakan seprai atau pakaian yang digunakan orang yang terinfeksi.

    Bagaimana dokter mendiagnosis kutu kemaluan?

    periksa penis sendiri

    Apabila dokter menduga Anda memiliki kondisi ini, pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk memastikan penyebabnya.

    Kutu kelamin biasanya berwarna abu-abu pucat, tetapi warnanya bisa berubah menjadi lebih gelap setelah mengisap darah Anda.

    Jika Anda melihat serangga kecil bergerak di rambut kemaluan, kemungkinan Anda mengalami kutu kelamin. Selain itu, telur kutu juga termasuk indikator lain Anda memiliki kutu kelamin.

    Telur Pthirus pubis berukuran kecil dan berwarna putih yang biasanya ditemukan di sekitar akar rambut kelamin atau rambut tubuh lainnya.

    Jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter apabila Anda menunjukkan ciri-ciri terkena kutu kemaluan.

    Apa saja pengobatan untuk kutu kemaluan?

    Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan bahwa kutu kelamin dapat diatasi dengan pengobatan di bawah ini.

    1. Pakai losion khusus

    Losion pembunuh kutu yang mengandung 1% permetrin maupun pelembap yang mengandung piretrin dan piperonil butoksida dapat digunakan sebagai obat kutu kelamin.

    Losion dan pelembap ini dapat dibeli di toko obat atau apotek secara bebas tanpa perlu resep dokter.

    Obat kutu kemaluan ini aman dan efektif jika digunakan sesuai petunjuk yang tertera pada label kemasan. 

    2. Pakai sampo lindane

    Sampo lindane merupakan pembersih rambut yang dapat membunuh kutu dan telur kutu. Namun, lindane tidak direkomendasikan sebagai pilihan pertama pengobatan kondisi ini. 

    Ini karena lindane berisiko menjadi racun bagi otak dan bagian lain di sistem saraf sehingga penggunaannya harus dibatasi. 

    Sampo khusus ini juga tidak direkomendasikan untuk kondisi sebagai berikut.

    • Bayi prematur.
    • Orang dengan kelainan kejang.
    • Wanita hamil dan menyusui.
    • Orang dengan kulit yang teriritasi.
    • Bayi.
    • Orang tua. 
    • Orang dengan berat badan kurang dari 49,8 kilogram (kg).

    Sekalipun perawatan yang Anda lakukan berhasil, beberapa telur kutu mungkin saja bertahan dan masih menempel pada rambut.

    Jadi, pastikan Anda membersihkan sisa telur di area vital tersebut sampai benar-benar hilang. Jika kutu kelamin ini dialami oleh beberapa orang dalam satu rumah, lakukan perawatan pada waktu sekaligus.

    3. Menggunakan obat kutu kelamin lain

    Anda mungkin memerlukan obat jenis lain apabila cara sebelumnya belum berhasil. Pilihan obat kutu kemaluan atau kelamin lainnya meliputi berikut ini.

    • Malathion: Oleskan obat dalam bentuk losion ini ke area yang terkena dan membilasnya setelah delapan hingga 12 jam.
    • Ivermectin (Stromectol): Obat ini dikonsumsi secara oral (diminum) sebagai dosis tunggal dua pil. Anda mungkin direkomendasikan untuk mengonsumsi dosis lain jika pengobatan ini tidak berhasil dalam waktu 10 hari.

    4. Pengobatan untuk kutu kemaluan di bulu mata dan alis

    Rasa gatal akibat kutu kelamin dapat berlangsung selama 1—2 minggu karena tubuh Anda merespons reaksi alergi terhadap gigitan.

    Untuk kutu rambut kelamin yang muncul di bulu mata, oleskan petroleum jelly pada bulu mata dan kelopak mata tiga kali sehari selama beberapa hari. 

    Jika hanya ditemukan beberapa kutu hidup dan telur kutu, Anda mungkin bisa mencabutnya dengan menggunakan sisir atau kuku jari.

    Jika perawatan tambahan diperlukan, dokter mungkin akan merekomendasikan salep topikal. 

    Semua area tubuh yang berbulu harus diperiksa dan dirawat secara menyeluruh karena kutu dapat berpindah dari area satu ke area lainnya.

    Penting untuk diperhatikan bahwa mencukur rambut kemaluan tidak akan menghilangkan jenis serangga kecil ini.

    Itu sebabnya, Anda tetap perlu menjalani pengobatan dan minum obat yang tepat untuk menghilangkan kutu dan telurnya.

    Apa pengobatan di rumah yang bisa membantu mengatasi kutu kemaluan?

    cara kompromi dengan pasangan

    Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kutu kelamin.

    • Hindari berbagi pakaian, seprai, handuk dengan siapa pun yang memiliki kutu kelamin.
    • Hindari melakukan kontak seksual hingga perawatan selesai dan berhasil.
    • Saat didiagnosis memiliki kutu kelamin, Anda harus menginformasikan pasangan seksual agar pengobatan juga bisa segera dilakukan.

    Sebaiknya bersihkan seluruh rumah Anda, meliputi membersihkan kamar mandi, mencuci semua handuk, seprai, dan pakaian dengan air panas.

    Selanjutnya, keringkan semua pakaian, handuk, maupun seprai yang sudah Anda cuci. Konsultasikan kondisi Anda lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik dari masalah Anda.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Fajarina Nurin · Tanggal diperbarui 03/10/2023

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan