home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Yuk, Deteksi Kondisi Kesehatan Anda dari Rambut Kemaluan

Yuk, Deteksi Kondisi Kesehatan Anda dari Rambut Kemaluan

Tahukah Anda jika kesehatan bisa dideteksi dari rambut kemaluan? Wah, sudah saatnya Anda mencoba untuk mengamati hal-hal yang terjadi pada rambut kemaluan Anda. Misalnya ketika rambut kemaluan mulai menipis, semakin lebat, atau bisa juga memutih. Pertanda apakah itu? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Rambut kemaluan melebat

Melebatnya rambut pada kemaluan tidak hanya terjadi akibat pubertas, contohnya pada laki-laki. Hormon testosteron juga memicu pertumbuhan rambut tersebut sebagai ciri kematangan seks mereka.

Namun, perlu diketahui kelebihan hormon testosteron akibat penyakit pheocromocytoma (tumor kelenjar adrenal) juga menyebabkan rambut kemaluan menjadi lebih lebat. Selain itu, pertumbuhan rambut pada kemaluan tersebut juga dapat dipicu akibat sindrom ovarium polikistik (PCOS). PCOS merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur.

Rambut kemaluan menipis

Tubuh akan berubah sesuai dengan bertambahnya umur, tak hanya sistem metabolisme atau fungsi organ tubuh yang saja. Rambut kemaluan juga ikut mengalami perubahan, yaitu menjadi semakin tipis atau rontok. Dikutip dari situs kesehatan Health, Raquel B. Dardik, seorang spesialis kesehatan wanita di NYU Langone Medical Center mengatakan bahwa setelah menopause ada penurunan pertumbuhan pada rambut di tubuh, termasuk rambut kemaluan. Jika Anda mengalami hal seperti ini, Anda tidak perlu panik karena ini adalah hal yang normal dan sering terjadi.

Namun, berbeda jika Anda masih berusia muda. Rambut yang menipis tersebut bisa disebabkan oleh hormon yang tidak stabil ketika Anda sedang mengalami stres yang ekstrem. Stres tersebut bukannya hanya menyebabkan rambut di kepala Anda rontok, tapi juga membuat rambut pada kemaluan Anda semakin menipis.

Rambut pada kemaluan memutih

Selain menipis, rambut pada kemaluan juga bisa memutih karena penuaan. Jadi, Anda jangan kaget jika hal seperti ini terjadi. Rambut yang memutih tersebut dapat terjadi pada usia 30 sampai 40 tahun, bahkan ada yang muncul ketika masih berusia 20 tahun. Ini bisa terjadi akibat faktor genetik.

Folikel rambut mengandung melanin yang merupakan pigmen pemberi warna pada rambut, termasuk rambut kemaluan. Ketika bertambah tua, folikel yang dihasilkan oleh tubuh semakin sedikit. Oleh karena itu, rambut bisa mengalami perubahan warna akibat sedikitnya melanin.

Selain penuaan, perubahan yang terjadi pada rambut kemaluan Anda juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit, misalnya:

  • Vitiligo. Penyakit autoimun ini menyebabkan kulit kehilangan warna pigmen. Selain pada rambut, vitiligo juga bisa membuat beberapa area di kulit Anda memutih.
  • White piedra. Infeksi jamur pada rambut bisa mengakibatkan rambut menjadi putih. Bukan hanya pada rambut kepala, tetapi juga pada rambut alis, bulu mata, serta pada rambut kemaluan.
  • Kutu kemaluan. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi serangga kecil alias kutu yang hidup di kulit dan rambut di daerah kemaluan. Mereka menempel pada rambut dan biasanya berpindah dari orang ke orang melalui seks. Penyakit kelamin ini tidak mengubah rambut kemaluan jadi putih. Namun, rambutnya mungkin tampak putih karena telurnya berwarna kuning putih, dan kutu cokelatnya berwarna abu-abu putih.

Jadi dengan mengamati rambut kemaluan, Anda dapat mendeteksi apa yang terjadi pada tubuh. Sebaiknya konsultasikan segera kepada dokter, supaya Anda tahu apakah penyebab yang terjadi pada perubahan rambut kemaluan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Is My Pubic Hair Turning White?

https://www.healthline.com/health/white-pubic-hair#causes2. Diakses pada 23 November 2017.

The Healthiest Style of Pubic Hair, According to Gynecologists

http://www.health.com/sexual-health/healthiest-pubic-hair-grooming. Diakses pada 23 November 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 29/11/2017
x