Yuk, Deteksi Kondisi Kesehatan Anda dari Rambut Kemaluan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda jika kesehatan bisa dideteksi dari rambut kemaluan? Wah, sudah saatnya Anda mencoba untuk mengamati hal-hal yang terjadi pada rambut kemaluan Anda. Misalnya ketika rambut kemaluan mulai menipis, semakin lebat, atau bisa juga memutih. Pertanda apakah itu? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Rambut kemaluan melebat

Melebatnya rambut pada kemaluan tidak hanya terjadi akibat pubertas, contohnya pada laki-laki. Hormon testosteron juga memicu pertumbuhan rambut tersebut sebagai ciri kematangan seks mereka.

Namun, perlu diketahui kelebihan hormon testosteron akibat penyakit pheocromocytoma (tumor kelenjar adrenal) juga menyebabkan rambut kemaluan menjadi lebih lebat. Selain itu, pertumbuhan rambut pada kemaluan tersebut juga dapat dipicu akibat sindrom ovarium polikistik (PCOS). PCOS merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur.

Rambut kemaluan menipis

Tubuh akan berubah sesuai dengan bertambahnya umur, tak hanya sistem metabolisme atau fungsi organ tubuh yang saja. Rambut kemaluan juga ikut mengalami perubahan, yaitu menjadi semakin tipis atau rontok. Dikutip dari situs kesehatan Health, Raquel B. Dardik, seorang spesialis kesehatan wanita di NYU Langone Medical Center mengatakan bahwa setelah menopause ada penurunan pertumbuhan pada rambut di tubuh, termasuk rambut kemaluan. Jika Anda mengalami hal seperti ini, Anda tidak perlu panik karena ini adalah hal yang normal dan sering terjadi.

Namun, berbeda jika Anda masih berusia muda. Rambut yang menipis tersebut bisa disebabkan oleh hormon yang tidak stabil ketika Anda sedang mengalami stres yang ekstrem. Stres tersebut bukannya hanya menyebabkan rambut di kepala Anda rontok, tapi juga membuat rambut pada kemaluan Anda semakin menipis.

Rambut pada kemaluan memutih

Selain menipis, rambut pada kemaluan juga bisa memutih karena penuaan. Jadi, Anda jangan kaget jika hal seperti ini terjadi. Rambut  yang memutih tersebut dapat terjadi pada usia 30 sampai 40 tahun, bahkan ada yang muncul ketika masih berusia 20 tahun. Ini bisa terjadi akibat faktor genetik.

Folikel rambut mengandung melanin yang merupakan pigmen pemberi warna pada rambut, termasuk rambut kemaluan. Ketika bertambah tua, folikel yang dihasilkan oleh tubuh semakin sedikit. Oleh karena itu, rambut bisa mengalami perubahan warna akibat sedikitnya melanin.

Selain penuaan, perubahan yang terjadi pada rambut kemaluan Anda juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit, misalnya:

  • Vitiligo. Penyakit autoimun ini menyebabkan kulit kehilangan warna pigmen. Selain pada rambut, vitiligo juga bisa membuat beberapa area di kulit Anda memutih.
  • White piedra. Infeksi jamur pada rambut bisa mengakibatkan rambut menjadi putih. Bukan hanya pada rambut kepala, tetapi juga pada rambut alis, bulu mata, serta pada rambut kemaluan.
  • Kutu kemaluan. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi serangga kecil alias kutu yang hidup di kulit dan rambut di daerah kemaluan. Mereka menempel pada rambut dan biasanya berpindah dari orang ke orang melalui seks. Penyakit kelamin ini tidak mengubah rambut kemaluan jadi putih. Namun, rambutnya mungkin tampak putih karena telurnya berwarna kuning putih, dan kutu cokelatnya berwarna abu-abu putih.

Jadi dengan mengamati rambut kemaluan, Anda dapat mendeteksi apa yang terjadi pada tubuh. Sebaiknya konsultasikan segera kepada dokter, supaya Anda tahu apakah penyebab yang terjadi pada perubahan rambut kemaluan Anda. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Menggaruk alat kelamin terkadang sudah menjadi kebiasaan, tapi bisa juga karena memang terasa gatal. Apa saja penyebab buah zakar gatal? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit