Mungkinkah KB Spiral Lepas Sendiri? Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

IUD atau intrauterine device, dan lebih dikenal dengan KB spiral adalah alat kontrasepsi yang menjadi andalan banyak wanita. Salah satu keunggulan dari alat kontrasepsi ini adalah bisa dilepas kapan saja, sesuai kebutuhan Anda. Namun, bagaimana jika IUD lepas sendiri? Apakah bisa? Apa penyebabnya? Simak ulasannya di sini.

Mungkinkah IUD lepas sendiri?

Jawabannya adalah ya mungkin saja. IUD bisa lepas dengan sendirinya, tapi kejadian ini sangat langka sekali.

Terkadang seorang wanita tidak tahu bahwa KB spiralnya lepas. Namun, peluang terjadinya masalah ini cukup rendah dan umumnya sering terjadi pada wanita yang punya masalah kesuburan.

Apa yang menyebabkan IUD lepas sendiri?

jenis alat kontrasepsi
sumber: nhs.uk

Ada beberapa alasan yang bisa menyebabkan IUD lepas sendiri dengan sendiri. Penyebab terbesar dari IUD lepas sendiri adalah prosedur pemasangan yang kurang tepat dan kondisi pasien yang tegang ketika dilakukan prosedur pemasangan sehingga posisi IUD tidak pada posisi yang normal.

Selain itu, ada beberapa risiko yang meningkatkan IUD bisa lepas dengan sendirinya. Jika hal tersebut terjadi, Anda perlu melakukan pemeriksaan kembali dengan dokter untuk memastikan KB spiral tersebut ditempatkan dengan benar.

IUD lepas sendiri lebih mungkin terjadi pada wanita yang:

  • tidak pernah hamil
  • lebih muda dari 20 tahun
  • memiliki periode menstruasi yang menyakitkan atau berat
  • pasang IUD segera setelah melahirkan atau aborsi medis pada trimester kedua kehamilan
  • terdapat fibrosis di rahim Anda
  • memiliki ukuran dan bentuk uterus yang tidak normal

Apakah gejala atau tandanya jika IUD akan lepas?

pakai IUD KB Spiral masih hamil

Anda harus memeriksa tali IUD setiap bulan setelah menstruasi untuk memastikan bahwa IUD masih terpasang. Anda harus menghubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki tanda-tanda berikut ini.

  • Tali lebih pendek dari biasanya
  • Tali tampak tidak rata
  • Tali tidak pada tempatnya
  • Tali hilang atau sudah tidak terlihat lagi
  • Beberapa wanita mungkin tidak lagi merasakan adanya IUD

Jika tanda-tanda tersebut terjadi, jangan mencoba untuk mendorong IUD kembali ke tempatnya atau melepasnya sendiri. Anda juga harus menggunakan metode kontrasepsi lain, seperti kondom.

Dalam beberapa kasus, lepas sebagian atau seluruhnya dari IUD juga dapat menyebabkan gejala fisik, termasuk:

  • perdarahan yang parah
  • kram yang parah
  • keputihan yang tidak normal
  • demam
  • Beberapa wanita mungkin juga memiliki tanda-tanda infeksi, termasuk demam dan malaise.

Gejala-gejala tersebut juga menunjukkan bahwa IUD pindah tempat atau bergeser dari tempat semula. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi yang parah, seperti rahim berlubang, infeksi, penyakit radang panggul, perdarahan berat dan anemia. Semua komplikasi ini relatif jarang terjadi, tetapi jika Anda memiliki salah satu dari gejala yang disebutkan, segera kunjungi dokter Anda.

Apa yang harus dilakukan jika IUD lepas sendiri?

hamil pakai IUD

Anda harus segera menemui dokter Anda jika mencurigai IUD yang terpasang akan lepas. Dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan fisik dan meminta Anda melakukan USG untuk mencari IUD.

Anda juga harus menemui dokter jika Anda hamil saat menggunakan IUD, karena kehamilan dengan IUD memiliki risiko keguguran dan meningkatkan risiko kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan).

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sebenarnya, Program Keluarga Berencana (KB) Itu Apa, Sih?

Program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan oleh BKKBN terbukti turunkan angka kelahiran di Indonesia sejak tahun 1991. Apa lagi manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 3 Maret 2019 . Waktu baca 8 menit

5 Pertimbangan Penting Saat Berniat Ganti Alat Kontrasepsi

Berencana ganti alat kontrasepsi dengan jenis lain? Tunggu dulu. Coba pertimbangkan beberapa hal ini agar KB yang digunakan tetap sama efektifnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kontrasepsi, Kehamilan 28 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Seperti Apa Proses Pemasangan IUD atau KB Spiral?

IUD atau KB spiral adalah salah satu alat kontrasepsi yang ampuh mencegah kehamilan. Namun, bagaimana cara pasang KB spiral atau pemasangan IUD yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 10 Oktober 2018 . Waktu baca 6 menit

Cek Posisi Benang IUD, Bagaimana Caranya?

Benang IUD bisa menggambarkan apakah posisi IUD yang Anda gunakan bergeser atau tidak. Yuk simak bagaimana cara cek posisi benang IUD di sini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 7 Oktober 2018 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melepas IUD lepas KB spiral

Sebenarnya Kapan Waktu yang Tepat untuk Lepas KB Spiral?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
efek samping IUD

8 Efek Samping dari KB IUD yang Harus Dipertimbangkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
pantangan menggunakan KB spiral

Apa Pantangan Menggunakan KB Spiral atau IUD?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 April 2020 . Waktu baca 4 menit
payudara membesar

Selain Pil KB, Alat Kontrasepsi Ini Juga Bisa Bikin Payudara Makin Besar

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 11 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit