home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Aman Saat Merawat Pasien HIV

Tips Aman Saat Merawat Pasien HIV

Meskipun jarang terjadi peristiwa di mana Anda dapat terkena infeksi HIV karena merawat pasien dengan penyakit tersebut, tidaklah berlebihan jika Anda memerhatikan cara untuk menghindari penularan. Untuk mencegah peristiwa yang langka sekalipun, Anda harus mengikuti beberapa tips keselamatan saat merawat pasien HIV.

Bagaimana seseorang bisa tertular HIV?

HIV adalah human immunodeficiency virus yang menyebabkan AIDS atau acquired immunodeficiency syndrome. Untuk mengetahui bagaimana HIV ditularkan, Anda harus memahami konsep mengenai cairan tubuh apa yang dapat menularkan, dan cairan tubuh apa yang tidak. Cairan tubuh yang dapat menularkan HIV termasuk darah, cairan vagina, air liur (belum terbukti), sedangkan cairan tubuh lain yang tidak dapat menularkan HIV adalah air mata, keringat, muntahan, urin, dan tinja. Namun, Anda tetap harus berhati-hati terhadap kedua jenis cairan tersebut.

Selain itu, luka atau koreng yang terbuka, membran mukosa (daerah lembap pada kulit seperti mulut, vagina, dan mata), dan bahkan retakan kecil pada kulit yang Anda bahkan tidak dapat lihat juga merupakan lingkungan yang dapat terkena serangan virus HIV.

Tips aman merawat pasien HIV

Mencegah infeksi

Saat Anda harus melakukan tugas perawatan yang bersinggungan dengan darah atau cairan tubuh dari pasien HIV, Anda harus melindungi diri sendiri dengan mengenakan sarung tangan vinyl atau lateks dan menutup setiap luka gores, koreng, atau sayatan pada kulit Anda yang terpapar. Demikian pula, meskipun Anda tidak dapat tertular melalui produk tubuh, tetaplah penting untuk mengenakan sarung tangan karet saat membersihkan benda yang terkena urin, tinja, atau muntahan, untuk menghindari infeksi oleh kuman lain. Terutama, saat Anda membersihkan luka, lakukan tindakan pencegahan dan selalu kenakan sarung tangan.

Anda juga harus menjaga barang-barang pribadi Anda. Jangan berbagi pisau cukur atau benda tajam lainnya dengan pasien HIV karena darah pada barang tersebut akan menularkan virus HIV pada Anda.

Gunakan kantong plastik

Sama halnya dengan mengenakan sarung tangan karet, Anda harus menggunakan kantong plastik untuk menampung semua benda yang terkena darah, sperma, atau cairan vagina dan juga menjaga supaya barang-barang lainnya tidak terkena. Pastikan Anda menutup kantongnya dengan seksama sebelum menempatkannya pada wadah sampah. Anda harus mematuhi peraturan mengenai penanganan limbah pasien HIV di bawah bimbingan dokter atau departemen kesehatan lokal untuk melindungi keselamatan semua orang.

Berhati-hatilah terhadap jarum suntik

Saat orang yang mengidap HIV menyuntikkan obat atau harus menguji darahnya sendiri (untuk diabetes), perawat harus bersinggunggan dengan jarum suntik atau lanset. Dalam kasus ini, tangani jarum suntik atau lanset dengan hati-hati untuk menghindari menusuk diri sendiri, dan ingatlah untuk tidak menggunakan tangan Anda secara langsung saat menaruh kembali penutup pada jarum suntik. Pegang alat penyuntik pada larasnya dan tempatkan dalam wadah tahan-tusukan.

Membersihkan cairan tubuh

Tentu saja, meninggalkan noda darah pada permukaan bahan tertentu juga merupakan faktor penyebab dari infeksi HIV. Bersihkan permukaan segera setelah terkena darah atau cairan tubuh seperti sperma, cairan vagina, dll. Selalu terapkan tindakan keselamatan saat membersihkan. Dengan ini, Anda dapat membunuh virus pada permukaan dan mengurangi risiko Anda terkena infeksi.

Merawat pasien HIV berarti menempatkan Anda dalam beberapa risiko. Namun, Anda dapat mencegah risiko tersebut supaya tidak terjadi dengan memahami kapan Anda dapat terkena infeksi dan bagaimana cara menyingkirkan hal-hal yang dapat membuat Anda terinfeksi, sehingga Anda dapat melindungi diri sendiri dengan baik saat merawat pasien HIV.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

http://www.webmd.com/hiv-aids/tc/hiv-tips-for-caregivers-to-avoid-infection-topic-overview

http://www.everydayhealth.com/hiv-aids/protect-yourself-as-hiv-caregiver.aspx

https://www.aids.gov/hiv-aids-basics/just-diagnosed-with-hiv-aids/helping-someone-recently-diagnosed/how-to-protect-yourself/

http://www.avsf.bm/caring.html

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 30/11/2016
x