backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Cara Merawat Anak yang Terkena HIV/AIDS

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 18/12/2020

    Cara Merawat Anak yang Terkena HIV/AIDS

    Sebagaimana orang dewasa, seorang anak yang terkena virus HIV (Human immunodefieciency virus) membutuhkan perawatan tepat agar dapat hidup sehat. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini dapat berkembang menjadi AIDS (acquired immune deficiency syndrome), sehingga akan membuat anak rentan terkena berbagai penyakit. Lalu, bagaimana merawat anak yang terjangkit HIV/AIDS? Simak penjelasan dan tipsnya di bawah ini.

    Kondisi anak penderita HIV/AIDS

    HIV dapat menular melalui cairan tubuh, seperti darah, sperma, atau air susu ibu (ASI). Penularan ini dapat terjadi pada masa kehamilan, melahirkan, menyusui, berhubungan seks tanpa kondom, atau berbagi jarum suntik. Namun, Virus HIV tidak menular melalui sentuhan.

    Biasanya seorang anak terjangkit HIV akibat terinfeksi dari ibunya sendiri pada masa kehamilan, melahirkan, atau menyusui. Anak yang terjangkit HIV menunjukkan berbagai tanda pelemahan sistem kekebalan tubuh, seperti berat badan yang turun dan sulit naik, terus menerus ruam di badan, pembengkakan kelenjar getah bening, diare yang kronis, sariawan yang kronis, dan demam yang berkepanjangan.

    Oleh karena itu, anak yang terjangkit HIV perlu mendapat perawatan yang tepat. Bila tidak, seorang anak bisa terdampak penyakit yang serius akibat HIV tersebut, yaitu AIDS (acquired immune deficiency syndrome). Bila sudah berkembang ke AIDS, ia akan memiliki imunitas yang sangat lemah dan akan lebih berisiko terkena penyakit lain yang lebih serius.

    Anak yang terjangkit HIV sudah berkembang ke AIDS, biasanya akan menunjukkan gejala penurunan berat badan yang sangat cepat dan drastis, infeksi paru-paru (pneumonia), sarkoma kaposi, dan limfoma (kanker di sel-sel sistem kekebalan tubuh).

    Penderita HIV pada anak dan dewasa berbeda. Pada orang dewasa, sistem kekebalan tubuhnya sudah lebih matang, sedangkan sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang. Dengan begitu, meski mengonsumsi obat-obatan HIV, anak penderita HIV lebih mungkin mengalami infeksi bakteri dibandingkan dengan orang dewasa.

    Tips merawat anak penderita HIV/AIDS

    Berikut beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan untuk merawat anak menderita HIV/AIDS.

    • Pilih dokter anak yang berpengalaman dengan HIV/AIDS

    Memilih dokter anak yang punya pengalaman terhadap pasien HIV/AIDS sangatlah penting bagi kesehatan anak Anda. Anda bisa merasa lebih nyaman dan tenang. Perawatan yang dianjurkan pun akan terasa lebih tepat.

    • Konsumsi obat khusus pasien HIV

    Memberikan pengobatan sedini mungkin dapat mencegah anak penderita HIV AIDS dari kerusakan yang lebih parah. World Health Organization (WHO) merekomendasikan bahwa semua anak penderita HIV yang berusia di bawah lima tahun dan anak penderita HIV di atas usia lima tahun dengan jumlah sel CD4 kurang dari 500 perlu mendapat pengobatan khusus HIV. Konsultasikan ke dokter Anda untuk pemberian obat ini.

  • Periksakan ke dokter secara berkala

  • Setelah memulai perawatan, jangan lupa untuk memeriksakan anak Anda secara berkala. Hal ini diperlukan untuk mengetahui perkembangannya dan untuk mencegah penyakit yang lebih serius.

    • Hindari anak dari stres

    Meski menderita HIV/AIDS, Anda tidak boleh lupa bahwa dia perlu memiliki pengalaman kecil yang berharga sebagaimana anak kecil lainnya. Hal ini perlu untuk menghindari stres pada anak Anda akibat dari perawatan yang terus menerus dilakukan.

    Disclaimer

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 18/12/2020

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan