home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bisakah Kita Tertular Gonore Melalui Berciuman?

Bisakah Kita Tertular Gonore Melalui Berciuman?

Apakah seseorang bisa tertular gonore lewat ciuman bibir? Faktanya, masih banyak orang yang belum paham soal cara penularan virus gonore. Mari simak penjelasan di bawah ini.

Apa itu gonore?

Gonore adalah penyakit kelamin yang dapat menginfeksi laki-laki dan perempuan. Penyakit ini dapat menyebabkan infeksi pada alat kelamin, rektum (lubang anus), dan tenggorokan.

Gonore termasuk suatu infeksi umum, terutama di kalangan orang-orang usia muda 15-24 tahun yang secara seksual aktif dan kerap berganti-ganti pasangan.

Apakah bisa tertular gonore lewat berciuman bibir?

Penularan gonore dan penyakit menular seksual lainnya, sejatinya ditularkan melalui tiga aktivitas seksual, yaitu seks vaginal (melakukan penetrasi antara penis dan vagina), seks oral, dan seks anal.

Dr. Barbara Mcgovern dari Medical School Tufts University menyatakan bahwa berciuman tidak menyebabkan penularan gonore.

Gonore bisa saja terdapat pada mulut Anda (pharingeal gonore), tapi penyebarannya bukan lewat berciuman dengan seseorang yang mengalami gonore.

Gonore bisa muncul di mulut atau kerongkongan Anda, hanya jika Anda melakukan oral seks dengan penderita gonore.

Penularan gonore juga dapat terjadi antara ibu hamil dan janin yang sedang dikandungnya. Saat ibunya menderita gonore, ada kemungkinan juga untuk si bayi untuk dilahirkan dengan mengidap gonore.

Hal ini nantinya akan menjadi masalah kesehatan serius dan berdampak bagi tumbuh kembang bayi.

Sarannya, jika Anda hamil dan menderita gonore pada waktu yang bersamaan, konsultasi dan tanyakan pengobatannya pada dokter.

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan pemeriksaan, pengujian kesehatan, serta pengobatan yang benar dan perlu dilakukan.

Pengobatan gonore sedini mungkin akan mengurangi risiko komplikasi kesehatan bayi Anda ke depannya.

Ciri-ciri Anda mengidap gonore

Penularan gonore pada awalnya akan sulit dideteksi, malah beberapa orang tidak akan mengalami gejala sama sekali. Berikut merupakan beberapa tanda bahwa pria mengidap gonore.

  • Ada reaksi panas dan pedih saat buang air kecil.
  • Keluarnya cairan berwarna putih, kuning, atau hijau dari lubang penis.
  • Penis dan testis terasa sakit dan bengkak.

Sama halnya dengan gejala gonore yang muncul pada wanita. Jarang ada gejala yang timbul dan bisa langsung terdeteksi oleh penderita.

Namun, wanita harus waspada jika mengalami beberapa tanda-tanda penyakit kelamin di bawah ini.

  • Ada sensasi panas saat buang air kecil.
  • Muncul keputihan yang sangat banyak selama beberapa waktu.
  • Terjadi pendarahan di luar periode menstruasi.

Saat sudah sembuh dari gonore, kapan saya boleh berhubungan seks lagi?

Saat Anda dinyatakan sembuh dari gonore, dan Anda ingin melakukan hubungan seks lagi, Anda harus bersabar.

Anda disarankan untuk menunggu sekitar 7-14 hari lamanya. Mengapa? Karena tubuh Anda masih harus menyelesaikan efek obat yang Anda minum selama proses pemulihan.

Tapi sayangnya, Anda masih bisa terinfeksi gonore kembali kalau Anda berhenti mengonsumsi obat selama waktu yang ditentukan dan hobi bergonta-ganti pasangan setelahnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gonorrhea http://www.humanillnesses.com/Infectious-Diseases-Co-Ha/Gonorrhea.html Diakses pada 7 April 2017

Hepatitis and HIV http://www.thebody.com/Forums/AIDS/Hepatitis/Q192102.html Diakses pada 7 April 2017

Oral Gonorrhea http://www.huffingtonpost.com/thomas-p-connelly-dds/oral-gonorrhea_b_1095670.html Diakses pada 7 April 2017

The Diagnosis of Oropharyngeal Gonorrhoea https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1195753/?page=1 Diakses pada 7 April 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 20/05/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x