home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas, Hobi Begadang Bikin Tubuh Anak Lebih Pendek!

Awas, Hobi Begadang Bikin Tubuh Anak Lebih Pendek!

Mungkin Anda sudah pernah dengar kalau kebiasaan kurang tidur bisa bikin seseorang gemuk. Atau, kurang tidur mengakibatkan gangguan kesehatan. Hal tersebut memang benar, tapi tahukah Anda bahwa kurang tidur juga ternyata bisa menyebabkan anak memiliki tubuh pendek? Sebenarnya, apa hubungan antara kurang tidur dengan tubuh pendek?

Anak memiliki tubuh pendek, bisa jadi karena kurang tidur

Seberapa lama durasi tidur anak dalam satu hari? Bila Anda kurang memerhatikannya, bisa jadi anak tumbuh kurang maksimal. Sebab, durasi tidur yang kurang dapat menyebabkan anak memiliki tubuh pendek.

Hal ini telah dibuktikan dalam beberapa studi, salah satunya studi yang diterbitkan dalam jurnal Neuroendocrinology tahun 2011. Penelitian ini telah membuktikan bila anak yang kurang tidur cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek ketimbang anak-anak seusianya.

Dalam penelitian ini, diketahui bila anak yang kurang tidur mempunyai kadar hormon pertumbuhan yang lebih sedikit dari pada anak yang cukup tidur. Hal ini yang kemudian dianggap sebagai penyebab utama anak yang kurang tidur cenderung mempunyai tubuh pendek.

Bagaimana kurang tidur bisa menyebabkan anak memiliki tubuh pendek?

Saat tidur, tubuh tetap melakukan fungsinya, termasuk menghasilkan hormon-hormon. Hormon-hormon yang dikeluarkan tubuh ini, membuat semua fungsi organ Anda tetap normal hingga saat ini. Salah satu hormon yang dihasilkan adalah hormon pertumbuhan yang memengaruhi tinggi badan seseorang.

Jadi, hormon pertumbuhan akan dihasilkan di salah satu tahap siklus tidur. Ya, siklus tidur itu ada dua, yaitu rapid eye movement (REM) dan non-rapid eye movement (NREM). Ketika seseorang bermimpi, maka tandanya ia sedang memasuki tahap REM.

Sementara, tahap NREM terjadi di 75% waktu tidur Anda. Dan saat itu, tubuh melakukan berbagai tugasnya, salah satunya memproduksi hormon pertumbuhan. Sehingga, anak yang melewatkan waktu tidur, tubuhnya tidak akan menghasilkan hormon pertumbuhan dan akhirnya si kecil memiliki tubuh pendek.

Hal ini tak berlaku pada orang dewasa karena hormon ini akan perlahan-lahan berkurang. Namun, para ahli menyatakan bahwa hormon pertumbuhan ini tetap diperlukan orang dewasa, sebab secara tidak langsung memengaruhi sistem kekebalan tubuhnya.

makanan penambah tinggi badan

Lalu, berapa lama waktu tidur yang ideal untuk anak-anak?

Durasi tidur yang ideal untuk masing-masing anak tentunya berbeda, tergantung dengan kelompok umurnya. Kalau Anda memiliki bayi yang baru lahir, maka ia membutuhkan waktu setidaknya 18 jam per hari untuk tidur. Sementara, anak balita butuh 10-13 jam per hari. Untuk anak usia sekolah dan remaja, mereka membutuhkan tidur 8-11 jam per hari.

Meski telah memenuhi durasi tidur yang ideal, bukan berarti anak Anda sudah pasti bisa tumbuh dengan maksimal. Hal ini juga tergantung dengan pola hidup yang Anda terapkan pada si kecil. Anda bisa memberikan makanan yang mengandung kalsium, zink, dan protein yang tinggi agar pertumbuhan si kecil berjalan dengan normal dan baik. Selain itu, berolahraga dengan rutin juga bisa merangsang pertumbuhan anak lebih maksimal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Verrillo, E., Bizzarri, C., Cappa, M., Bruni, O., Pavone, M., Ferri, R., & Cutrera, R. (2011). Sleep Characteristics in Children with Growth Hormone Deficiency. Neuroendocrinology, 94(1), 66-74. http://dx.doi.org/10.1159/000326818

Medscape. (2017). The Impact of Sleep Deprivation on Hormones and Metabolism. [online] Available at: http://www.medscape.org/viewarticle/502825  [Accessed 29 Aug. 2017].

Sleepfoundation.org. (2017). What Happens When You Sleep?. [online] Available at: https://sleepfoundation.org/how-sleep-works/what-happens-when-you-sleep  [Accessed 29 Aug. 2017].

Mayo Clinic. (2017). Human growth hormone (HGH): Does it slow aging?. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/healthy-aging/in-depth/growth-hormone/art-20045735  [Accessed 29 Aug. 2017].

Sassin, J., Parker, D., Johnson, L., Rossman, L., Mace, J., & Gotlin, R. (1969). Effects of slow wave sleep deprivation on human growth hormone release in sleep: Preliminary study. Life Sciences, 8(23), 1299-1307. http://dx.doi.org/10.1016/0024-3205(69)90034-4

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 14/09/2017
x