Waspada Keracunan Gas CO di Mobil, Ini Ciri-Ciri dan Penanganannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar berita seseorang keracunan gas CO di dalam mobil? Gas CO (atau yang kerap disebut gas karbonmonoksida), merupakan gas yang sangat beracun. Gas ini sangat berbahaya karena sangat sulit dideteksi akibat tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak dapat terasa. Jadi Anda mungkin saja menghirup gas tersebut tanpa sadar. Dalam kadar yang terlalu tinggi, gas ini bisa menyebabkan kematian.

Mengapa bisa keracunan gas CO di mobil?

keracunan gas co di mobil

Gas CO umumnya dapat dihasilkan dari industi-industri yang melakukan pembakaran tidak sempurna seperti minyak, kayu, gasolin, propane, dan kerosin. Namun, gas CO juga dapat dihasilkan dari rokok, kompor, dan pembakaran bahan bakar kendaraan seperti mobil maupun truk.

Bila terjadi kebocoran pada saluran pembuangan sisa pembakaran, maka gas CO yang seharusnya dibuang malah akan masuk ke dalam mobil yang sedang dinyalakan dan terhirup tanpa disadari oleh penumpang. Itulah sebabnya cukup banyak kasus keracunan gas CO akibat terlalu lama berada pada mobil menyala yang tidak dijalankan.

Parahnya lagi, berdasarkan riset yang dilakukan oleh Badan POM, kebiasaan memanaskan mobil dalam garasi yang tertutup selama 10 menit ternyata juga bisa meningkatkan risko keracunan gas CO. Ini karena gas pembuangan tersebut terjebak dalam garasi tersebut, tidak bisa dikeluarkan.

Oleh sebab itu, ada baiknya Anda selalu memastikan dan mengecek sistem pembuangan udara pada mesin mobil Anda dan selalu memanaskan mobil di tempat terbuka.

Mengapa gas CO bisa membahayakan nyawa?

mobil mabuk kendaraan

Saat Anda menghirup gas CO, Anda dapat merasakan gejala yang beragam, tergantung dari seberapa lama Anda menghirup CO, seberapa banyak gas CO di udara, dan proses pertukaran gas di dalam paru Anda.

Pada tahap keracunan ringan, umumnya Anda akan mengalami tanda-tanda berikut ini:

  • lemas
  • sakit kepala (biasanya di area dahi dan rasanya nyut-nyutan)
  • pusing
  • mual dan muntah
  • pandangan kabur

Pada tahap selanjutnya (tahap sedang), Anda mungkin merasakan gejala-gejala berikut:

  • sesak napas
  • denyut nadi menjadi cepat
  • nyeri dada
  • pingsan

Pada tahap keracunan yang parah, Anda dapat mengalami penurunan tekanan darah, gangguan pada sistem jantung dan pernapasan, kejang, koma, hingga penurunan kesadaran.

Bila paparan terus terjadi dan semakin banyak gas CO yang Anda hirup, maka Anda akan mengalami penurunan kesadaran hingga kematian. Ini karena ketika Anda menghirup gas CO, gas itu akan menggantikan posisi oksigen yang seharusnya Anda hirup. Pasalnya, gas CO memiliki kemampuan untuk berikatan dengan sel darah merah (Hb), sebanyak 200-250 kali lebih tinggi dibandingkan dengan gas oksigen.

Selanjutnya, gas CO akan membentuk ikatan yang dinamakan COHb dan masuk ke dalam pembuluh darah dan berbagai organ tubuh seperti jantung, otak, dan organ vital lainnya. Bila hal ini terus terjadi, lama-lama tubuh akan kekurangan oksigen dan menyebabkan organ tubuh gagal berfungsi.

Bahkan pernah mengalami keracunan CO juga dapat berdampak bagi sistem saraf Anda. Berdasarkan riset, adanya perubahan kemampuan berpikir dan mengingat, kesulitan fokus, gangguan dalam mengambil keputusan, depresi hingga kecemasan yang dapat terjadi selama setahun lebih.

Anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit jantung atau paru dan mereka yang merokok ternyata lebih mudah mengalami keracunan gas ini, dibandingkan orang lainnya. Mereka yang memilliki penyakit jantung, ketika mengalami paparan gas CO dapat menimbulkan adanya nyeri dada yang terjadi secara tiba-tiba.

Apa yang harus dilakukan bila mengalami keracunan gas CO di mobil?

penyakit menular di rumah sakit

Bila Anda sudah merasakan adanya gejala- gejala seperti yang disebutkan di atas, ada baiknya anda segera menginggalkan tempat tersebut dan mengunjungi dokter atau rumah sakit terdekat. Hal ini disebabkan karena paparan yang terjadi terus menerus, ditambah dengan semakin banyaknya gas CO yang masuk akan dapat membahayakan nyawa Anda.

Setibanya di rumah sakit, umumnya Anda akan langsung memperoleh penanganan untuk membantu sistem pernapasan dan jantung. Anda juga umumnya akan segera diberikan masker oksigen untuk membantu membuang CO dalam sistem pernapasan Anda dan menggantinya dengan oksigen. Pemberian masker oksigen ini umumnya dilakukan sambil memantau kadar COHb Anda hingga mencapai kadar kurang dari 5 persen.

Mencegah keracunan gas CO di mobil

kejang epilepsi kumat saat liburan

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya keracunan gas CO pada mobil, antara lain:

  • Cobalah melakukan pengecekan pada mesin mobil secara rutin. Adanya kebocoran dari sistem exhaust mobil dapat menyebabkan gas CO terjebak dalam mobil Anda.
  • Jika Anda ingin memanaskan mobil, atau membiarkan mobil dalam keadaan menyala, pastikan Anda membuka pintu, atau membuka jendela. Pastikan ada sirkulasi udara yang baik.
  • Jangan memanaskan mobil di dalam rumah atau garasi tertutup yang jadi satu dengan rumah. Selalu panaskan mobil di tempat yang terbuka. Bila garasi Anda memang jadi satu dengan rumah, cobalah untuk membuka pintu atau jendela saat Anda sedang memanaskan.
  • Berhati-hati pulalah dengan peralatan lain seperti kompor, gas dan alat-alat yang menggunakan arang sebagai bahan bakar, seperti pemanggang. Ini karena alat-alat tersebut juga dapat menghasilkan gas CO. Pastikan tidak ada kebocoran saat Anda menggunakannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit