home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Ada Orang yang Jago Bernyanyi dan Ada yang Tidak?

Kenapa Ada Orang yang Jago Bernyanyi dan Ada yang Tidak?

Bernyanyi adalah budaya universal yang banyak dilakukan orang di seluruh belahan dunia. Bagi sebagian orang, mereka sangat percaya diri dalam bernyanyi karena memiliki suara vokal yang bagus. Sedangkan, bagi beberapa orang lainnya kadang menyanyi hanya untuk dinikmati diri sendiri karena merasa suaranya kurang bagus. Atau parahnya lagi, bahkan ada beberapa orang tidak mau menyanyi karena takut mendengarkan suaranya sendiri saking kacaunya. Kenapa saat bernyanyi ada orang yang suaranya bagus dan jelek? Berikut penjelasannya.

Apa yang terjadi pada tubuh saat Anda menyanyi?

Menurut Sean Hutchins, dilansir dalam laman NBC news, seorang peneliti di International Laboratory of Brain, Music, and Sound Research Université de Montréal, bernyanyi merupakan aktivitas yang rumit.

Menyanyi itu rumit karena pertama orang harus mencocokkan nada yang didengarnya dengan suara yang akan dikeluarkan secara tepat. Lalu seseorang yang bernyanyi juga harus mengontrol otot- otot vokal mereka dengan baik agar suara tidak melenceng dari nada yang seharusnya (disebut fals).

Lalu kenapa ada orang yang suaranya kurang bagus saat bernyanyi?

Sean Hutchins menduga ada dua kemungkinan seseorang kurang pandai bernyanyi. Pertama, karena tidak dapat menangkap nada dengan benar. Kedua, karena tidak bisa mengendalikan pita suara dan otot-otot vokal dengan baik.

Dalam jurnal American Psychological Associations tahun 2012, Hutchins menguji dua kelompok dalam penelitiannya, yakni kelompok musisi (yang pernah dilatih musik) dan kelompok non-musisi (belum pernah dilatih musik). Pertama, responden diminta menggerakkan sebuah alat untuk menilai kemampuan mereka menangkap nada. Jika mereka mendengar suatu nada, mereka harus mencocokannya dengan mengoperasikan alat tersebut.

Menurut Hutchins, hasilnya semua responden di kedua kelompok ini bisa mendengar nada yang tepat. Semua responden bisa mencocokkan nada yang didengar dengan tepat.

Selanjutnya, kedua kelompok diminta untuk mengeluarkan suara vokal mereka, mengikuti nada yang diberikan di komputer. Hasilnya, ketika responden diminta untuk menggunakan suara mereka sendiri, pada kelompok non-musisi hanya 59% dari mereka yang berhasil mengeluarkan suara yang tepat dengan nada dari komputer.

Dari temuan ini, Hutchins menduga bahwa akar masalahnya adalah mereka tidak memiliki kontrol yang baik saat menggerakan otot vokal ketika mengeluarkan suara. Otak juga turut berperan dalam mengeluarkan suara vokal ini.

Otak mampu menangkap nada dengan tepat, namun seseorang yang buruk dalam menyanyi tidak bisa mengeluarkan nada yang sama dengan apa yang didengarnya. Otak tidak mampu menghubungkan nada yang didengarnya dengan gerakan otot yang sesuai agar suaranya tepat dengan apa yang didengar.

kenapa rekaman suara terdengar berbeda

Apakah kondisi vokal yang jelek bisa diperbaiki?

Dalam laman PennState News, Profesor Joanne Rutkowski dari Pennsylvania State University mengatakan bahwa, kualitas suara sebenarnya tergantung oleh banyak faktor. Semua orang tentunya bisa belajar menyanyi dengan cukup baik untuk menyanyikan lagu-lagu dengan tingkat kesulitan yang dasar, kecuali orang tersebut mengalami kecacatan tertentu secara fisik.

Meskipun semua orang yang bisa berbicara bisa belajar melatih suara vokal, tidak semua orang akan memiliki suara yang terdengar luar biasa indah. Bakat musik dan jam terbang di dunia musik juga memengaruhi kualitas suara seseorang.

Menurut Rutkowski, banyak orang yang tidak bisa menyanyi karena mereka memiliki kebiasaan saat bernyanyi menggunakan suara yang biasa mereka gunakan sehari-hari untuk berbicara. Orang biasa berbicara dengan rentang suara yang rendah dan terbatas.

Sedangkan untuk menyanyi, suara yang dikeluarkan ini lebih tinggi daripada suara saat berbicara. Menyanyi itu membutuhkan mekanisme vokal yang rileks sambil mengolah napas agar suara yang dihasilkan berbunyi sangat indah di telinga. Jadi bukan menggunakan suara ketika berbicara seperti biasa.

Semakin lama orang terbiasa menyanyi dengan suara yang mereka gunakan sehari-hari untuk berbicara, semakin sulit mengubah kebiasaan itu. Maka dari itu, usia lebih muda akan lebih cepat dan mudah untuk dilatih vokalnya.

Anak-anak juga lebih fleksibel mengoordinasikan otot dan otak dengan nada yang mereka dengar. Bagi orang dewasa, dibutuhkan usaha yang lebih untuk memperbaiki suara vokal mereka. Meski demikian, latihan vokal dapat dilakukan oleh semua orang agar suara mereka tidak melenceng dari nada yang seharusnya atau fals.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hutchins SM dan Pretez. 2012. A Frog in Your Throat or In Your Ear? Searching for the Causes of Poor Singing. Journal Experimental Psychology General 141(1): 76-97

Nierenberg Cari.2011. Why Some of Us Are Terrible Singers. [Online] Tersedia pada: https://www.nbcnews.com/health/body-odd/why-some-us-are-terrible-singers-f1C6437224 (Diakses 3/1/2018)

Dziezynski James. 2014. Can’t Sing? Blame Your Brain. [Online] Tersedia pada: http://discovermagazine.com/2014/julyaug/11-singing-in-the-brain (Diakses 3/1/2018)

Marshall Amy Milgrub. 2012. Probing Question: Can Anyone be Taught How to Sing? [Online] Tersedia pada: http://news.psu.edu/story/141974/2012/07/20/research/probing-question-can-anyone-be-taught-how-sing (Diakses 3/1/2018)

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 08/01/2018
x