home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Agar Tidak Kembali Minum Alkohol

5 Cara Agar Tidak Kembali Minum Alkohol

Ketika Anda sudah berhenti minum alkohol, ada kalanya Anda akan kembali mendapat godaan untuk minum alkohol lagi. Bisa jadi godaan untuk minum alkohol datang dari teman-teman Anda, bisa juga dari tempat Anda makan yang kebetulan mengadakan minuman beralkohol, atau bisa juga datang dari diri Anda sendiri.

Agar tidak kembali minum alkohol, selain rehabilitasi dan berkonsultasi dengan dokter, Anda harus memiliki komitmen dalam diri Anda sendiri untuk benar-benar berhenti dan tidak akan lagi tergoda untuk meminum alkohol.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar Anda tidak kembali minum alkohol, seperti dalam laporan yang dipublikasikan National Institutes on Alcohol Abuse and Alcoholism (Institusi di bawah National Institutes of Health dari Departemen Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat, Amerika Serikat), melalui Rethinking Drinking, yaitu:

1. Buat rencana untuk mengendalikan diri

Bahkan kalau Anda memutuskan untuk berhenti meminum alkohol, tekanan sosial dari teman-teman untuk tetap minum bisa membuat Anda kesulitan mencegahnya atau benar-benar berhenti. Jadi Anda tetap harus dalam kendali, ketahui bagaimana pendekatan untuk mencegah tawaran tersebut. Jika Anda sudah mengetahui bagaimana mengatasi tawaran-tawaran untuk minum alkohol, Anda akan tetap dalam kendali dan akan tahu bagaimana menghadapi tekanan untuk minum alkohol pada waktu-waktu selanjutnya.

2. Ketahui dua jenis godaan minum alkohol

Anda harus mengetahui dan sadar akan dua jenis godaan minum alkohol, tepatnya dalam tekanan sosial secara langsung maupun tidak langsung.

  • Tekanan sosial langsung adalah ketika seseorang menawarkan Anda minuman beralkohol atau kesempatan untuk minum alkohol.
  • Tekanan sosial tidak langsung adalah ketika Anda merasa tergoda untuk minum alkohol hanya karena Anda sedang bersama teman-teman Anda yang minum alkohol, bahkan jika tidak ada satupun yang menawarkan Anda untuk minum alkohol.

3. Hindari godaan minum alkohol saat memungkinkan

Untuk beberapa situasi, strategi terbaik Anda mungkin menghindari godaan sama sekali. Jika Anda merasa bersalah menghindari atau membatalkan janji bertemu teman-teman Anda (di mana ada kemungkinan godaan besar untuk minum alkohol), Anda bisa mengubah lokasi nongkrong di tempat yang tidak menjual alkohol. Anda tetap bisa menjalin hubungan pertemanan Anda dengan melakukan aktivitas lain yang tidak melibatkan atau menghadirkan alkohol.

4. Atasi situasi yang tidak bisa Anda hindari

Ketika Anda tahu akan ada minuman alkohol saat berada di sebuah acara atau sedang nongkrong bersama teman-teman, penting untuk memiliki strategi bertahan dari situasi tersebut. Jika Anda ditawari alkohol, Anda bisa segera mengatakan “Tidak, terima kasih”. Selain menjawab dengan jelas dan tegas, Anda juga tetap perlu menjaga sikap bersahabat dan menghormati. Hindari penjelasan yang panjang dan alasan yang berbelit-belit. Perlu Anda ingat:

  • Jangan ragu.
  • Lihat langsung orang yang menawarkan alkohol dan tatap matanya sebagai penegasan.
  • Jaga jawaban Anda tetap singkat, jelas, dan sederhana.

Bila Anda bingung apa yang harus dikatakan kepada teman atau orang lain yang menawarkan Anda untuk minum alkohol, seperti dikutip dari laporan University of Illinois Springfield, ada beberapa kalimat yang bisa Anda katakan kepada mereka kalau Anda tidak lagi minum alkohol:

  • “Tidak, terima kasih!” (tidak perlu penjelasan, respon Anda bisa singkat, halus, dan langsung)
  • “Sudah cukup.” (sama seperti di atas, singkat, to the point dan benar-benar bisa diterima)
  • “Terima kasih, tapi saya punya banyak kerjaan, nih”
  • “Saya minum soda saja, terima kasih.”
  • “Saya alergi alkohol.”
  • “Saya menyetir malam ini.”
  • “Saya ada pertandingan/ujian/meeting besok pagi”
  • “Minuman saya masih ada” (sambil memegang minuman non-alkohol)
  • “Tidak, terima kasih, saya sedang mengonsumsi obat. Jadi tidak bisa minum alkohol.”
  • “Lagi diet nih, alkohol punya banyak sekali kalori.”

5. Ingat, ini pilihan Anda

Setiap orang yang memutuskan untuk berhenti minum alkohol biasanya berpikir, “Saya tidak boleh minum alkohol lagi”. Pikiran seperti ini bisa membuat seseorang tetap “bersih” dari alkohol dan ini penting sebagai tantangan untuk diri Anda. Hidup Anda, ya Anda yang kendalikan, termasuk dalam urusan berhenti dan menghindari minum alkohol, serta perubahan hidup Anda untuk hidup lebih baik dan sehat. Ingat, ini pilihan Anda dan ini hidup Anda, keputusan Anda harus dihormati.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Satria Perdana
Tanggal diperbarui 22/05/2016
x