Tak Hanya Bikin Berkeringat, Ini 5 Manfaat Sauna yang Perlu Anda Ketahui

    Tak Hanya Bikin Berkeringat, Ini 5 Manfaat Sauna yang Perlu Anda Ketahui

    Sauna sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan hingga hari ini masih tetap populer. Tak hanya sekadar membuat Anda berkeringat, berbagai penelitian ternyata menemukan bahwa sauna alias mandi uap menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

    Manfaat sauna berdasarkan penelitian

    Sauna adalah sebuah ruangan khusus yang dipanaskan dengan suhu tinggi di antara 70 sampai 100 derajat Celcius. Karena suhu yang tinggi ini, mandi uap dapat menaikkan suhu tubuh Anda hingga mencapai 40 derajat Celcius.

    Suhu tubuh yang meningkat menyebabkan pembuluh darah melebar, sirkulasi darah mengalir lancar, dan keringat keluar lebih banyak sehingga Anda pun menjadi lebih relaks.

    Secara umum, mandi dry sauna secara rutin bisa menjadi metode pengobatan alternatif untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat), mengurangi stres, serta mampu meningkatkan toleransi rasa nyeri.

    Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat tersebut karena sauna bekerja dengan cara berikut.

    1. Menurunkan tekanan darah

    Lisinopril adalah obat

    Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Of Human Hypertension menunjukkan bahwa mandi uap selama 30 menit dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik (angka atas) dan tekanan darah diastolik (angka bawah).

    Tak hanya itu, para peserta yang dilibatkan dalam penelitian juga diketahui memiliki tekanan darah sistolik yang cenderung tetap rendah selama 30 menit setelah mandi uap.

    Hal ini terjadi karena suhu panas yang dihasilkan ketika mandi uap dapat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga memperlancar sirkulasi darah.

    Namun, jika Anda ingin mendapatkan manfaat sauna satu ini, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pasalnya, mandi uap tidak disarankan untuk orang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

    2. Meredakan nyeri

    Selain membantu menurunkan tekanan darah, sirkulasi darah yang lancar karena mandi uap juga dapat mengurangi rasa nyeri pada tubuh. Hal ini mengacu pada sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine.

    Berdasarkan penelitian tersebut, diketahui bahwa mandi sauna dapat membantu meredakan nyeri dan meringankan gejala sakit kepala tegang yang kronis.

    Meski dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat sauna satu ini, para peneliti percaya bahwa mandi uap adalah salah satu cara sederhana untuk mengurangi berbagai nyeri kronis termasuk nyeri otot dan sendi.

    3. Mempercepat pemulihan tubuh setelah olahraga

    Pada sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Springerplus, mandi uap dengan menggunakan teknik tradisional ataupun inframerah dapat mempercepat pemulihan tubuh setelah olahraga.

    Hal ini terjadi karena mandi uap membantu memperbaiki jaringan otot yang mengalami cedera setelah olahraga.

    Bahkan, satu studi yang diterbitkan dalam Journal of Human Kinetics menemukan bahwa mandi uap selama 30 menit dapat merangsang hormon pertumbuhan (HGH) pada wanita, yang berfungsi untuk memecah lemak dan membentuk otot.

    4. Meredakan stres

    beda sauna dan steam

    Menurut terapis dari New York, Kathryn Smerling, Ph.D, meskipun tidak benar-benar menghilangkan stres, mandi uap bisa jadi salah satu tempat menepi untuk menenangkan diri.

    Suhu ruang yang hangat dan suasana tenang dapat membuat Anda lebih relaks dan nyaman. Bahkan, mandi uap juga terbukti dapat memberikan efek relaksasi pada pasien dengan depresi.

    Hal ini sebenarnya tidak mengherankan. Pasalnya, segala hal yang membuat jiwa dan pikiran Anda lebih tenang dan damai akan memberikan efek positif pada kesehatan mental Anda.

    Kathryn menambahkan bahwa manfaat sauna untuk kesehatan mental mungkin tidak begitu terlihat pada awalnya. Namun, seiring waktu, mandi uap dapat memberikan dampak positif bagi ketenangan jiwa dan pikiran Anda.

    5. Menurunkan kolesterol

    Jika kadar kolesterol Anda tinggi, Anda bisa mempertimbangkan mandi uap untuk membantu menurunkan kolesterol. Studi oleh Pilch dkk. pada 2010 menemukan bahwa seseorang yang rutin mandi uap mengalami penurunan kadar kolesterol total.

    Hal ini membuat para peneliti menyimpulkan bahwa manfaat sauna serupa dengan melakukan latihan fisik intensitas sedang. Meski begitu, bukan berarti Anda tak memerlukan latihan fisik secara rutin.

    Anda tetap disarankan untuk aktif bergerak dan rutin melakukan latihan fisik untuk mengurangi kolesterol jahat dalam darah. Selain aktif bergerak, jangan lupa perhatikan asupan makanan Anda juga.

    Risiko di balik manfaat sauna

    sauna setelah olahraga

    Meski menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, terdapat risiko efek samping sauna yang tak boleh disepelekan.

    Mandi uap dapat menyebabkan tekanan darah turun sehingga orang-orang dengan tekanan darah rendah harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya.

    Selain itu, mandi uap juga bisa meningkatkan risiko dehidrasi akibat kehilangan cairan. Orang dengan kondisi tertentu, seperti penyakit ginjal, mungkin berisiko lebih tinggi mengalami dehidrasi atau efek samping sejenisnya dari sauna.

    Mengingat adanya risiko di balik manfaat sauna yang ditawarkan, maka tak semua orang boleh mandi uap. Pada dasarnya, mandi uap hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang fit dan memiliki kondisi kesehatan normal.

    Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung kronis dan tekanan darah yang tidak terkontrol, sauna mungkin tidak aman untuk dilakukan. Silakan berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu guna memastikan keamanannya bagi Anda.

    Pastikan Anda tidak mandi uap terlalu lama (lebih dari 30 menit). Agar terhindar dari dehidrasi, Anda harus memenuhi asupan cairan dengan minum banyak air putih sebelum dan sesudah mandi uap.

    Apabila saat melakukan sauna tiba-tiba Anda merasa kurang fit, segera sudahi kegiatan ini. Hindari minum alkohol sebelum atau selama sauna karena hal tersebut dapat membuat tubuh Anda panas dan dehidrasi.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Hussain, J., & Cohen, M. (2018). Clinical Effects of Regular Dry Sauna Bathing: A Systematic Review. Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine, 2018, 1-30. doi: https://doi.org/10.1155/2018/1857413

    Infrared Sauna for Anxiety and Depression. (2020). Retrieved 11 May 2022 from https://certifiedsaunas.com/infrared-sauna-for-anxiety-and-depression/

    Mero, A., Tornberg, J., Mäntykoski, M., & Puurtinen, R. (2015). Effects of far-infrared sauna bathing on recovery from strength and endurance training sessions in men. Springerplus, 4(1). https://doi.org/10.1186/s40064-015-1093-5

    Laukkanen, T., Kunutsor, S., Zaccardi, F., Lee, E., Willeit, P., Khan, H., & Laukkanen, J. (2017). Acute effects of sauna bathing on cardiovascular function. Journal Of Human Hypertension, 32(2), 129-138. https://doi.org/10.1038/s41371-017-0008-z

    Pilch, W., Szygula, Z., and Zychowska, M. (2003). The Influence of Sauna Training on the Hormonal System of Young Women. Journal of Human Kinetics. Retrieved 11 May 2022 from https://www.researchgate.net/publication/242137731_THE_INFLUENCE_OF_SAUNA_TRAINING_ON_THE_HORMONAL_SYSTEM_OF_YOUNG_WOMEN

    Pilch, W., et al. (2010). Changes in the lipid profile of blood serum in women taking sauna baths of various duration. International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health. Retrieved 11 May 2022 from https://www.researchgate.net/publication/45493836_Changes_in_the_lipid_profile_of_blood_serumin_women_taking_sauna_baths_of_various_duration

    Sauna health benefits: Are saunas healthy or harmful?. (2020). Retrieved 11 May 2022 from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/saunas-and-your-health

    What are the benefits and risks of a sauna?. (2019). Retrieved 11 May 2022 from https://www.medicalnewstoday.com/articles/313109

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti Diperbarui May 30
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.