home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Sauna Bisa Membakar Lemak dan Menurunkan Berat Badan?

Benarkah Sauna Bisa Membakar Lemak dan Menurunkan Berat Badan?

Beberapa orang melakukan sauna untuk beberapa tujuan tertentu, salah satunya adalah untuk membakar lemak di tubuh. Tidak sampai situ saja, sauna juga dapat menghadirkan efek relaksaksi yang menyenangkan dan melepas penat. Lalu, apa benar sauna membakar lemak di tubuh dan bisa bikin kurus? Simak fakta-faktanya di bawah ini, ya.

Apa benar sauna membakar lemak di tubuh?

Pertama, perlu diketahui bahwa sauna merupakan sebuah ruangan yang dinding dan lantainya terbuat dari kayu. Di dalamnya juga disediakan tempat duduk dan pemanas ruangan. Panasnya suhu dalam ruangan biasanya diatur hingga 85 derajat celcius untuk menimbulkan efek panas dan berkeringat. Sauna ini biasanya terdapat di gym atau di tempat-tempat perawatan kecantikan.

Menurut Harvard Medical School, sauna umumnya aman untuk kebanyakan orang, tapi tidak banyak manfaat yang didapat bagi kesehatan selain adanya efek rileks dan nyaman untuk tubuh.

Banyak orang yang menyangka bahwa sauna membakar lemak. Mereka mengira bahwa keringat yang keluar saat sauna itu adalah lemak. Ada yang harus diluruskan, bahwa uap panas sauna akan menguras keringat dan cairan dari dalam tubuh Anda, bukan lemak.

Nah, ditambah lagi jika Anda merasa atau melihat berat badan berkurang setelah melakukan sauna. Orang-orang mengira bahwa itu adalah lemak yang hilang, padahal hanya cairan dalam tubuh yang keluar lewat keringat. Dengan kata lain, yang hilang adalah berat air tubuh Anda.

Sementara itu, jika Anda makan atau minum sesuatu lagi setelah sauna, berat badan akan langsung kembali lagi seperti sedia kala. Jadi, mitos sauna membakar lemak tidak benar.

Lalu bagaimana dengan pembakaran kalori saat sauna?

Dilansir dari situs kesehatan Healthline, suhu ruang yang panas memang bisa meningkatkan detak jantung Anda. Efek ini mirip dengan peningkatan detak jantung saat Anda berolahraga. Akan tetapi, efeknya sangatlah minim. Bahkan, kalori yang terbakar karena detak jantung meningkat ini bedanya hanya sedikit sekali dengan kalori yang dibakar oleh tubuh ketika Anda sedang duduk santai.

Maka, meskipun sauna bisa membakar kalori, jumlahnya sangat sedikit. Karena itulah sauna tidak bisa menjadi cara untuk menurunkan berat badan.

Lalu, jika Anda ingin menurunkan berat badan yang sehat tanpa efek samping, Anda bisa melakukan pengurangan kalori dalam makanan dan olahraga yang teratur. Boleh juga menggunan sauna, tapi sekadar untuk relaksaksi, ya.

Cairan yang hilang setelah sauna harus segera diganti

Anda bisa kehilangan sekitar satu liter cairan melalui keringat saat menggunakan sauna selama beberapa menit. Karena itu, Anda perlu mengganti cairan ini sehingga tubuh tidak menimbulkan efek samping tertentu, seperti kehilangan cairan hingga dehidrasi.

Banyak minum air putih segera setelah Anda keluar dari ruangan sauna. Selain itu, jika di dalam ruang Anda sudah mulai merasakan gejala-gejala dehidrasi seperti kulit, lidah, dan mulut kering; sempoyongan; hingga jantung berdegup kencang, segera keluar dari sauna, cari tempat yang sejuk, dan segera minum air.

Jangan berada di dalam ruang sauna terlalu lama

Kebanyakan orang berlama-lama di sauna dengan harapan lemak akan terbakar, atau untuk menikmati sensasi rileksnya. Namun, hal ini sangat tidak dianjurkan. Berkeringat berlebihan dapat menyebabkan hilangnya cairan elektrolit dari dalam tubuh pada takaran yang berbahaya. Ini bisa menyebabkan dehidrasi, kerusakan ginjal, atau bahkan kematian.

Paparan panas yang ekstrem juga bisa menyebabkan keadaan darurat kardiovaskular atau sengatan panas. Agar tetap terhidrasi, Dr. Harvey Simon dari Harvard Men’s Health Watch menyarankan untuk minum dua sampai empat gelas air setelah menghabiskan waktu di sauna.

Dr. Simon juga menyarankan agar sauna dilakukan selama 15 sampai 20 menit saja. Bila sudah merasakan tanda-tanda mata merah dan pusing, segera keluar dan hidrasi diri Anda dengan air atau cairan elektrolit untuk meringankan gejala pusing tersebut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Does sitting in sauna help you loss weight? https://www.livestrong.com/article/260648-does-sitting-in-a-sauna-help-you-lose-weight/ Diakses pada 29 Januari 2018.

Dry heat sauna for weight loss https://www.livestrong.com/article/290177-dry-heat-sauna-for-weight-loss/ Diakses pada 29 Januari 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 30/01/2018
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x