home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Suara Kencang dan Tiba-Tiba Bisa Bikin Kita Kaget?

Kenapa Suara Kencang dan Tiba-Tiba Bisa Bikin Kita Kaget?

Pernahkah Anda merasa kaget saat mendengar suara kencang dan tiba-tiba? Suara kencang yang Anda dengar tiba-tiba tersebut, sontak membuat rasa kaget muncul. Rasa kaget tersebut adalah respon alami yang dimiliki tubuh ketika suatu kejadian yang tak disangka-sangka terjadi.

Pada awalnya saat suara kencang pertama kali terdengar, Anda sangat kaget. Kemudian, saat suara tersebut terulang kedua kalinya, rasa kaget Anda berkurang, hingga Anda sudah terbiasa dengan suara itu.

Mengapa tubuh merasa kaget saat mendengar suara kencang yang tidak disangka-sangka? Apakah wajar jika sering merasa kaget akibat sesuatu hal?

Habituasi akustik, respon tubuh dalam menghadapi suara kencang

Habituasi adalah kondisi di mana Anda sudah terbiasa dengan rangsangan atau stimulus yang datang dari luar. Semakin sering rangsangan itu datang, semakin mudah Anda beradaptasi sehingga perhatian Anda akan berkurang secara perlahan-lahan terhadapnya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Western Ontario menemukan bahwa habituasi akustik merupakan kemampuan otak untuk menyaring dan menghalangi suara serta informasi visual yang tidak biasa. Sehingga, Anda dapat fokus dengan hal yang lebih penting lagi, tidak terganggu oleh suara kencang yang membuat Anda terkejut.

Ada beberapa kelompok orang yang tidak dapat melakukan habituasi akustik tersebut, seperti orang yang mengalami sindrom autisme dan skizofrenia. Oleh karena itu, penelitian ini sebenarnya dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana penanganan yang tepat jika seseorang tidak memiliki habituasi akustik. Dengan mengetahui bagaimana otak mengatur habituasi akustik ini, para ahli berharap mendapatkan cara baru untuk menolong pasien dengan gangguan mental tersebut.

Lalu kalau saya mudah merasa kaget, apakah normal? Ataukah saya mengalami gangguan mental juga?

Lain lagi jika Anda sangat mudah kaget terhadap kejadian apapun, entah itu rangsangan suara atau pun visual. Bahkan sampai ada orang yang loncat atau tubuhnya gemetar saking kagetnya mendengar atau melihat suatu rangsangan. Sering merasa kaget bisa jadi tanda Anda mengalami stres yang berat dan jika dibiarkan terus-terusan, bukan tidak mungkin kesehatan mental Anda menjadi semakin buruk.

Sebenarnya begini, saat Anda mendengar suara kencang dan tiba-tiba tersebut, tubuh Anda menganggap bahwa Anda baru saja mendapatkan hal yang kurang menyenangkan. Hal tersebut akan menyebabkan hormon kortisol meningkat di dalam tubuh. hormon kortisol adalah hormon yang mengatur stres di dalam tubuh, semakin banyak jumlahnya maka Anda akan semakin stres.

Seperti pada bayi yang baru lahir. Bayi yang baru dilahirkan harus melakukan adaptasi terhadap lingkungannya. Mendengar suara-suara asing yang dia dengar dari lingkungan akan membuatnya stres, sehingga hormon kortisolnya meningkat. Hal ini juga menjadi alasan mengapa bayi menangis pertama kali saat dilahirkan. Ia mencoba untuk melakukan adaptasi dan merespon dengan tangisan karena merasa terganggu saat itu.

Orang yang mudah kaget mungkin mengalami stres yang berlebihan ketimbang dengan yang jarang kaget. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa respon kaget tersebut terjadi karena seseorang tidak fokus dengan apa yang sedang dihadapinya, hal ini bisa disebabkan oleh tekanan yang orang tersebut dapatkan sehingga ia tidak terlalu memerhatikan dan fokus dengan sekitar.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Zaman, T., De Oliveira, C., Smoka, M., Narla, C., Poulter, M. and Schmid, S. (2017). BK Channels Mediate Synaptic Plasticity Underlying Habituation in Rats. The Journal of Neuroscience, 37(17), pp.4540-4551.

Huffington Post Australia. (2017). Scare Easily? Here’s Why Some People Are Jumpier Than Others. [online] Available at: http://www.huffingtonpost.com.au/2016/04/03/why-do-i-startle-so-easily_n_9606994.html   [Accessed 5 May 2017].

ScienceDaily. (2017). Mechanism that regulates acoustic habituation identified. [online] Available at: https://www.sciencedaily.com/releases/2017/04/170411130751.htm?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter  [Accessed 5 May 2017].

 


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 09/05/2017
x