backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan

Perut Bunyi Bikin Malu? Ini 9 Cara Ampuh Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 03/03/2023

Perut Bunyi Bikin Malu? Ini 9 Cara Ampuh Mengatasinya

Anda pasti pernah mengalami perut berbunyi krucuk-krucuk, baik saat lapar atau tidak. Kondisi ini umumnya normal meski dalam beberapa kasus bisa menjadi tanda gangguan pencernaan. Lantas, bagaimana cara mengatasi perut yang bunyi terus? Simak ulasannya di bawah ini.

Ragam cara mengatasi perut bunyi terus-menerus

Perut yang berbunyi krucuk-krucuk sebenarnya normal. Bunyi itu bisa terdengar karena proses pencernaan makanan tengah berlangsung.

Meski normal, kondisi ini kerap membuat orang yang mengalaminya harus menahan malu karena suara keras yang tahu-tahu dikeluarkan tanpa permisi.

Supaya tidak terus-terusan dihantui perasaan khawatir perut akan bunyi, berikut ini beberapa cara mengatasi perut bunyi yang bisa Anda lakukan.

1. Segera makan camilan

Manfaat makan buah

Saat merasa perut Anda kosong bahkan hingga mengeluarkan suara yang cukup mengganggu, usahakanlah untuk langsung makan sesuatu.

Apabila Anda sering mengalami masalah ini, mungkin selalu menyediakan camilan sehat di saku atau tas bisa menjadi langkah yang tepat.

Langkah ini terbilang cukup efektif. Pasalnya, makanan yang sudah sampai di perut akan meredam suara dalam jangka waktu yang cukup lama.

2. Minum air

Saat berada di tengah meeting, pernahkah perut Anda tiba-tiba bunyi padahal belum waktunya makan siang? Tentu hal ini membuat muka Anda memerah karena menahan malu.

Cara pertama untuk mengatasi perut bunyi tapi tidak lapar yakni dengan minum air putih. Efeknya mungkin tidak bertahan lama, tetapi tetap bisa meredam suara perut Anda.

Selain itu, minum segelas air putih juga membantu melancarkan pencernaan sehingga bunyi perut akan mereda untuk sementara waktu.

3. Makan secara teratur

Jika perut berbunyi pada waktu yang sama setiap harinya, ini bisa jadi pertanda Anda kurang makan dan butuh makan lebih sering.

Cobalah untuk membiasakan diri makan tiga kali sehari. Jika rasanya terlalu berat, Anda juga dapat mengatur waktu makan menjadi 4–6 kali sehari dalam porsi lebih kecil.

Sebuah studi dalam jurnal PLoS One (2012) menunjukkan makan lebih sering dengan porsi kecil membantu mencegah bunyi perut sekaligus menjaga berat badan Anda.

4. Kunyah makanan secara perlahan

cara mengatasi perut bunyi

Mengubah kebiasaan makan merupakan cara efektif untuk mengatasi perut bunyi tapi tidak lapar. Salah satu hal yang bisa Anda lakukan yakni mengunyah makanan secara perlahan.

Jika Anda menikmati setiap gigitan makanan yang dikunyah secara perlahan, kebiasaan ini akan membuat kinerja organ-organ pencernaan jadi lebih ringan.

Selain itu, melumatkan makanan dengan lambat juga mampu mencegah perut kembung dan gangguan pencernaan lainnya.

5. Atur porsi makan

Selain mengunyah dengan perlahan, salah satu kebiasaan makan yang dapat mengatasi perut bunyi terus adalah tidak makan terlalu banyak.

Perut biasanya berbunyi krucuk-krucuk setelah Anda makan besar. Makanan tinggi lemak, seperti daging merah dan fast food, juga bisa memperparahnya karena sulit dicerna.

Makan melebihi porsi normal dapat mengganggu proses pencernaan dan menyebabkan perut bunyi. Oleh karena itu, biasakanlah untuk makan dengan porsi yang cukup.

6. Berjalan setelah makan

Jalan-jalan sehabis makan ternyata membantu proses pemindahan makanan dari lambung ke usus. Pengosongan yang lebih cepat ini membantu mengurangi timbulnya bunyi pada perut.

Sebuah studi dari Old Dominion University, AS, juga menunjukkan berjalan kaki 20 menit setelah makan membantu menurunkan kadar gula darah pada pengidap diabetes tipe 2.

Namun, ingatlah untuk tidak melakukan olahraga berat. Aktivitas berat yang dilakukan sesaat setelah makan justru akan memicu mual dan bahkan muntah.

7. Batasi makanan dan minuman asam

cara mengatasi perut bunyi tapi tidak lapar

Saat ingin makan camilan untuk mengatasi perut bunyi, jangan lupa untuk menghindari jenis makanan tertentu yang justru dapat memperparah kondisi Anda.

Makanan dan minuman yang punya keasaman tinggi ternyata bisa membuat bunyi perut Anda semakin keras. 

Maka dari itu, usahakan untuk membatasi makanan dan minuman asam seperti buah sitrus (jeruk, lemon, dsb.), tomat, kopi, minuman bersoda, dan alkohol.

8. Jangan konsumsi makanan bergas

Makanan dan minuman tertentu mengandung gas yang cukup tinggi sehingga menjadi penyebab perut kembung.

Ini karena gas dari makanan atau minuman akan tersimpan di dalam usus. Gerakan udara di dalam ususlah yang lantas menghasilkan bunyi krucuk-krucuk. 

Beberapa makanan dan minuman sehari-hari yang meningkatkan produksi gas di dalam perut antara lain:

  • kol,
  • brokoli,
  • kacang polong,
  • bawang, jamur,
  • soda,
  • bir, dan
  • minuman beralkohol.

9. Kelola stres dan kecemasan dengan baik

Studi yang dimuat dalam World Journal of Gastroenterology (2012) mengungkapkan bahwa stres dan kecemasan dapat memperlambat pengosongan makanan dari lambung ke usus.

Hal inilah yang menghambat proses pencernaan dan membuat perut Anda berbunyi. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengelola stres dan kecemasan dengan baik.

Apabila stres dan rasa cemas datang secara tiba-tiba, cobalah bernapas secara perlahan untuk membuat tubuh Anda serileks mungkin.

Beragam cara di atas bisa membantu mengatasi perut bunyi dengan cukup efektif.

Namun, bila Anda mencurigai bahwa bunyi perut berasal dari gangguan pencernaan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

  • Perut berbunyi merupakan hal yang normal dan menandakan proses pencernaan tengah berlangsung.
  • Ada beragam cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi perut bunyi, misalnya segera makan camilan, minum air putih, ataupun jalan kaki setelah makan.
  • Penting untuk berkonsultasi dengan dokter bila masalah perut bunyi cukup sering terjadi.
  • Kondisi ini bisa menandakan infeksi saluran cerna atau penyakit yang lebih serius.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 03/03/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan