Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Perut Berbunyi Bikin Malu? Ini 5 Cara Mengatasinya

Perut Berbunyi Bikin Malu? Ini 5 Cara Mengatasinya

Anda pasti pernah mengalami perut yang bunyi krucuk-krucuk saat lapar. Bahkan, kondisi ini juga bisa terjadi saat sedang tidak lapar. Kondisi ini umumnya normal meski dalam beberapa kasus bisa menjadi tanda gangguan pencernaan. Lantas, bagaimana cara mengatasi perut bunyi terus-terusan?

Berbagai cara mengatasi perut bunyi

Perut yang berbunyi krucuk-krucuk sebenarnya normal. Bunyi itu terdengar karena proses pencernaan tengah berlangsung.

Meski normal, tak jarang kondisi ini membuat orang yang mengalaminya harus menahan malu karena suara keras yang tahu-tahu dikeluarkan tanpa permisi.

Agar Anda tak terus-terusan dihantui perasaan khawatir perut akan bunyi, berikut beberapa cara mengatasi perut bunyi yang dapat Anda lakukan.

1. Makan

Manfaat makan buah

Benar, ketika merasa perut Anda kosong bahkan hingga mengeluarkan suara yang cukup mengganggu, usahakan untuk langsung makan sesuatu.

Bila Anda sering mengalami masalah ini, mungkin selalu sedia camilan sehat di kantong merupakan langkah yang tepat.

Cara ini cukup efektif karena begitu makanan tercerna dan sampai di perut, makanan akan meredam suara dalam jangka waktu yang cukup lama.

Jika perut berbunyi pada waktu yang sama setiap harinya, mungkin Anda membutuhkan makanan dalam porsi normal pada waktu tersebut.

Perut yang selalu bunyi pada waktu yang sama setiap harinya bisa menjadi pertanda Anda kurang makan. Oleh karena itu, cobalah untuk membiasakan diri makan tiga kali sehari.

Sebuah studi dalam jurnal PLoS ONE pada 2012 menunjukkan bahwa selain dapat mencegah timbulnya suara perut, makan secara teratur juga membantu menjaga berat badan Anda.

2. Minum air

Saat di tengah meeting yang hening, pernahkah perut Anda tiba-tiba berbunyi padahal belum waktunya makan siang? Tentu saja hal ini akan membuat muka Anda memerah karena menahan malu.

Cara pertama untuk mengatasi perut yang bunyi ketika tak ada makanan adalah dengan minum air putih. Cara ini mungkin memang tidak akan bertahan lama, tetapi setidaknya dapat meredam suara perut sejenak.

Dengan meneguk air putih, perut Anda terisi oleh air yang akan menenangkan reaksi tubuh ketika lapar. Selain itu, air putih juga melancarkan pencernaan sehingga bunyi perut akan mereda untuk sementara waktu.

3. Mengubah kebiasaan makan

mengunyah makanan

Kebiasaan makan yang buruk tentu dapat mengakibatkan gangguan pencernaan dan menyebabkan perut Anda bunyi.

Oleh karena itu, usahakan untuk memperbaiki kebiasaan makan Anda dengan mengunyah makanan secara perlahan.

Pada saat makan, proses pencernaan dimulai dari mulut. Seberapa banyak Anda mengunyah dapat memengaruhi tahapan selanjutnya.

Bila Anda menikmati setiap gigitan makanan yang Anda kunyah secara perlahan, Anda akan membuat pekerjaan organ-organ pencernaan menjadi lebih mudah.

Selain itu, melumatkan makanan dengan lambat juga dapat mencegah terjadinya perut kembung dan gangguan pencernaan lainnya.

Selain mengunyah dengan perlahan, salah satu kebiasaan makan yang dapat mengatasi perut bunyi yaitu tidak makan terlalu banyak.

Makan melebihi porsi normal dapat membuat proses pencernaan terganggu sehingga menyebabkan perut bunyi. Oleh karena itu, biasakan untuk makan dengan porsi yang cukup.

4. Berjalan setelah makan

Berjalan sehabis makan ternyata dapat membantu proses pemindahan makanan melalui perut dan usus Anda.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian lama pada 2008 yang melibatkan sepuluh pria yang tidak merokok dan bukan pengguna obat-obatan.

Kesepuluh pria tersebut diminta untuk sarapan dengan menu makanan dan minum kopi yang sudah diatur oleh para peneliti. Setelah makan, mereka diminta untuk berjalan selama beberapa menit di treadmill.

Hasilnya, aktivitas fisik yang ringan tersebut dapat mempercepat pengosongan lambung dan mengurangi masalah perut bunyi.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa olahraga berat yang dilakukan sesaat setelah makan justru akan membuat Anda mual.

Anda tak perlu melakukan olahraga berat untuk mengatasi perut yang bunyi, cukup dengan berjalan santai selama beberapa menit.

5. Menghindari jenis makanan tertentu

kulit jeruk untuk jerawat

Saat Anda memakan camilan agar bunyi perut berkurang, jangan lupa untuk menghindari jenis makanan tertentu yang justru dapat memperparah kondisi Anda.

Makanan dan minuman yang memiliki keasaman tinggi ternyata dapat memperparah bunyi perut Anda. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman seperti:

Selain itu, makanan dan minuman tertentu memproduksi gas berlebih sehingga bisa menjadi penyebab perut kembung dan berbunyi krucuk-krucuk.

Ini karena makanan atau minuman yang mengandung gas akan membuat gas masuk ke usus sehingga perut jadi bersuara. Beberapa makanan dan minuman yang diketahui dapat menghasilkan gas di perut yakni:

  • kacang-kacangan,
  • alkohol,
  • kol dan brokoli,
  • bawang,
  • jamur, serta
  • makanan yang mengandung gandum utuh.

Mengatasi perut yang bunyi karena proses pencernaan normal bisa dilakukan dengan cara-cara di atas. Namun, jika Anda mencurigai bahwa bunyi perut berasal dari gangguan pencernaan, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.


Ingin mendapatkan berat badan ideal?

Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


Verifying...
health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Belching, gas, and bloating: tips for reducing them. (2022). Retrieved 11 June 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/in-depth/gas-and-gas-pains/art-20044739?pg=2

Franke, A., Harder, H., Orth, A., Zitzmann, S., & Singer, M. (2008). Postprandial Walking but not Consumption of Alcoholic Digestifs or Espresso Accelerates Gastric Emptying in Healthy Volunteers. Journal Of Gastrointestinal And Liver Diseases, 17(1), 27-31. Retrieved 11 June 2022 from https://www.jgld.ro/jgld/index.php/jgld/article/view/2008.1.4

Munsters, M., & Saris, W. (2012). Effects of Meal Frequency on Metabolic Profiles and Substrate Partitioning in Lean Healthy Males. Plos ONE, 7(6), e38632. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0038632

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti Diperbarui 5 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.