home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pilihan Camilan Sehat untuk Teman Ngopi yang Tak Bikin Gemuk

Pilihan Camilan Sehat untuk Teman Ngopi yang Tak Bikin Gemuk

Ngopi memang jadi ritual wajib sebagian besar orang. Entah itu setelah sarapan maupun pada jam-jam rawan mengantuk di siang hari. Agar rutinitas minum kopi jadi lebih menyenangkan, Anda bisa menambahkan camilan sebagai pelengkap. Tidak perlu takut gemuk, ada beberapa camilan sehat yang bisa Anda nikmati saat ngopi.

Makanan ringan yang sehat untuk pendamping kopi

Minum kopi bisa jadi penyelamat ketika semangat mulai mengendur. Pasalnya, kopi mengandung kafein yang bisa meningkatkan kewaspadaan sehingga Anda dapat memusatkan konsentrasi kembali dalam beraktivitas.

Manfaat kopi tidak hanya itu saja. Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan pada Critical Reviews In Food Science and Nutrition menyebutkan keuntungan minum kopi dalam takaran yang sesuai. Terutama dalam mencegah berkembangnya penyakit kronis, seperti diabetes melitus, penyakit Parkinson, sirosis, dan karsinoma hepatoseluler.

Selain rasanya yang unik, kopi juga memiliki manfaat yang melimpah. Namun, pada kenyataannya kopi sering kali mengandung banyak gula, apalagi jika ditambahkan dengan camilan manis-manis, seperti donat.

Kebiasaan minum kopi dan makan camilan tinggi gula tersebut akan membuat asupan gula dalam tubuh berlebihan. Akibatnya, risiko berat badan naik akan semakin besar. Untuk mencegahnya, pilihan makanan pendamping di saat minum kopi harus diperhatikan.

Mari lihat rekomendasi camilan untuk ngopi yang tidak membuat Anda gemuk berikut ini:

1. Snack bar dari kedelai

cara memilih snack dari kacang kedelai

Snack kedelai bisa menjadi andalan Anda untuk menunda lapar dan mencukupi asupan serat harian. Camilan ini ternyata juga cocok untuk jadi teman minum kopi. Rasanya yang gurih sedikit manis ini bisa membantu menetralisir mulut yang terasa pahit dan asam khas kopi.

Selain itu, bahan dasarnya yaitu kedelai punya nilai indeks glikemik rendah. Indeks glikemik sendiri merupakan ukuran seberapa cepat gula dari makanan diserap dalam darah. Makin tinggi nilainya, makin cepat pula kadar gula darah naik setelah makan.

Karenanya, Anda tak perlu khawatir gula darah langsung naik akibat minum kopi manis dan ngemil kedelai dalam waktu bersamaan.

2. Pisang rebus

makan pisang bisa atasi sembelit

Pisang goreng memang teman sejati secangkir kopi. Sayangnya, pisang bertepung ini biasanya mengandung banyak minyak sehingga asupannya harus dibatasi. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Pisang tetap jadi makanan ringan pendamping kopi, kok.

Agar lebih sehat dan rendah kalori, pisang sebaiknya tidak digoreng tapi direbus atau dikukus. Pisang dan buah lain, seperti apel dan beri mengandung tinggi serat. Ini membuat perut Anda kenyang lebih lama. Selain itu, buah dengan nilai indeks glikemik rendah ini juga tidak membuat kadar gula darah melonjak naik secara mendadak. Naiknya secara perlahan sehingga dapat menunda rasa lapar.

3. Kacang-kacangan

cemilan untuk diabetes kacang-kacangan

Camilan pendamping kopi yang bisa Anda coba selanjutnya adalah kacang-kacangan. Misalnya kacang tanah, kacang kenari, kacang almond, dan kacang hazelnut. Sama seperti pisang, kacang juga masuk dalam deretan makanan yang direkomendasikan untuk diet sehat.

Potensi kacang-kacangan tersebut disebutkan dalam sebuah penelitian tahun 2010 pada jurnal Nutrients. Periset menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi kacang lebih dari 2 kali seminggu berat badannya tidak banyak naik dan risiko obesitas lebih rendah ketimbang wanita yang tidak makan kacang.

Perhatikan hal ini kalau mau ngopi sambil ngemil

Seperti sebutannya, makanan ringan alias camilan itu tidak menggantikan makan berat Anda. Jadi, saat makanan camilan dengan minum kopi, porsinya jangan terlalu banyak. Kopi yang Anda buat juga sebaiknya tidak ditambahkan terlalu banyak gula. Tujuannya supaya asupan kalori tidak berlebihan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Health Benefits of Coffee. Rush University. https://www.rush.edu/health-wellness/discover-health/health-benefits-coffee. Accessed on May 21th, 2019.

Higdon, J. and Frei, B. (2006). Coffee and Health: A Review of Recent Human ResearchCritical Reviews in Food Science and Nutrition, 46(2), pp.101-123. Accessed on May 21th, 2019.

Velasquez, M. and Bhathena, S. (2007). Role of Dietary Soy Protein in ObesityInternational Journal of Medical Sciences, pp.72-82. Accessed on May 21th, 2019.

Bertoia, M., Mukamal, K., Cahill, L., Hou, T., Ludwig, D., Mozaffarian, D., Willett, W., Hu, F. and Rimm, E. (2015). Changes in Intake of Fruits and Vegetables and Weight Change in United States Men and Women Followed for Up to 24 Years: Analysis from Three Prospective Cohort StudiesPLOS Medicine, 12(9), p.e1001878. Accessed on May 21th, 2019.

Ros, E. (2010). Health Benefits of Nut ConsumptionNutrients, 2(7), pp.652-682.

Nguyen, V., Cooper, L., Lowndes, J., Melanson, K., Angelopoulos, T., Rippe, J. and Reimers, K. (2012). Popcorn is more satiating than potato chips in normal-weight adultsNutrition Journal, 11(1).


Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x