backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

13 Ciri-Ciri Anjing Sakit yang Perlu Dikenali

Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen · Kesehatan · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 20/06/2024

13 Ciri-Ciri Anjing Sakit yang Perlu Dikenali

Selayaknya makhluk hidup lainnya, hewan peliharaan juga bisa terserang penyakit, termasuk anjing. Sebagai pemiliknya, penting bagi Anda untuk mengenali ciri-ciri anjing sakit. Dengan begitu, Anda bisa lebih sigap melakukan penanganan untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialami oleh anjing Anda. Simak apa saja ciri-ciri anjing sakit di bawah ini.

Ciri-ciri anjing sakit

Jika Anda memelihara anjing, penting bagi Anda untuk memastikan anjing peliharaan mendapatkan perawatan yang dibutuhkan, termasuk saat ia sakit.

Untuk itu, mengetahui ciri-ciri hewan peliharaan Anda sedang sakit di rumah sangat penting agar Anda dapat segera memberikan pengobatan.

Berikut adalah beberapa tanda umum bahwa anjing Anda mungkin sedang sakit.

1. Perubahan nafsu makan

pelihara anjing

Perubahan nafsu makan, seperti nafsu makan yang menurun, meningkat, atau pola makan yang tidak normal, dapat menjadi tanda awal dari banyak kondisi medis yang berbeda.

Anjing yang sakit karena masalah pencernaan, seperti gastritis, pankreatitis, atau infeksi cacing, mungkin menunjukkan penurunan nafsu makan, sehingga ia tidak mau makan.

Sebaliknya, penyakit seperti diabetes mellitus atau hipertiroidisme dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan.

Ada juga kondisi yang disebut pica, di mana anjing makan benda yang bukan makanan anjing, seperti plastik, kertas, atau batu. Ini bisa menjadi tanda kekurangan nutrisi atau masalah psikologis.

2. Perubahan berat badan

Perubahan berat badan pada anjing, baik penurunan atau kenaikan berat badan yang drastis, dapat menjadi tanda anjing sedang sakit.

Kondisi seperti penyakit inflamasi usus, anjing cacingan, atau pankreatitis dapat mengganggu penyerapan nutrisi, sehingga menyebabkan penurunan berat badan meskipun anjing makan dengan normal.

Sementara itu, pola makan berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik sering kali menjadi penyebab utama kenaikan berat badan yang tidak sehat.

3. Perubahan dalam kebiasaan minum

Minum lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya bisa menjadi tanda dehidrasi, masalah ginjal, atau kondisi kesehatan lain.

Anjing dengan penyakit ginjal kronis sering minum lebih banyak air karena ginjal mereka tidak mampu mengonsentrasikan urine dengan baik, yang menyebabkan kehilangan cairan yang lebih besar.

Pada kondisi lainnya, perubahan lingkungan, kehilangan pemilik, atau situasi yang menimbulkan stres dapat menyebabkan anjing kehilangan minat untuk minum.

4. Lethargy (lesu)

Lesu atau lethargy pada anjing merupakan tanda umum bahwa anjing mungkin sedang sakit atau tidak merasa sehat.

Anjing yang sedang lesu bisa terlihat kurang berenergi, malas bergerak, atau tidur lebih banyak dari biasanya.

Penyakit yang memengaruhi sistem tubuh secara keseluruhan, seperti penyakit hati, ginjal, atau jantung, dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan energi.

5. Masalah pernapasan

Masalah pernapasan pada anjing adalah tanda serius yang dapat menunjukkan berbagai kondisi kesehatan.

Gejala masalah pernapasan bisa termasuk napas yang cepat atau dangkal, batuk, mengi, dan kesulitan bernapas.

Beberapa di antaranya, reaksi alergi terhadap serbuk sari, debu, atau bahan kimia dapat menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran napas.

6. Perubahan kebiasaan buang air kecil

Perubahan dalam urinasi atau kebiasaan buang air kecil pada anjing dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diatasi.

Kondisi ini bisa termasuk frekuensi urinasi yang meningkat atau menurun, kesulitan atau rasa sakit saat buang air kecil, perubahan warna atau bau urine, dan adanya darah dalam urine.

Infeksi bakteri di kandung kemih atau uretra termasuk penyakit yang bisa menyebabkan anjing sering buang air kecil, mengeluarkan sedikit urine, merasa sakit saat buang air kecil, atau bahkan berdarah.

7. Masalah pencernaan

makanan anjing terbaik

Beberapa kondisi kesehatan dapat menimbulkan masalah pencernaan sebagai ciri-ciri anjing sedang sakit.

Gejala masalah pencernaan dapat bervariasi, mulai dari muntah dan diare hingga perubahan nafsu makan dan perut kembung.

Salah satunya, makan makanan yang tidak sesuai atau perubahan mendadak dalam pola makan bisa menyebabkan masalah pencernaan.

Selain itu, infeksi bakteri, virus (seperti parvovirus), atau parasit (seperti giardia) dapat menyebabkan muntah, diare, dan rasa tidak nyaman di perut.

8. Perubahan tubuh atau perilaku

Masalah kesehatan dapat menyebabkan perubahan dalam tubuh atau perilaku anjing.

Perubahan tubuh yang mungkin terjadi dapat berupa bulu yang kusam, rontok berlebihan, atau kulit yang terlihat merah dan iritasi.

Sementara itu, perubahan perilaku seperti menjadi lebih agresif atau terlalu pasif juga bisa menjadi tanda.

9. Demam

Berbeda dengan suhu tubuh manusia, suhu normal anjing berkisar antara 38° C hingga 39,2° C. Demam dapat dikenali jika suhu tubuh anjing lebih tinggi dari suhu tersebut.

Demam pada anjing dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, penyakit autoimun, reaksi terhadap vaksinasi, atau bahkan penyakit serius seperti kanker.

Kondisi demam pada anjing bisa dikenali dengan menggunakan termometer khusus anjing.

10. Gatal-gatal atau menggaruk berlebihan

Gatal-gatal pada bagian tubuh tertentu secara berlebihan bisa menjadi tanda masalah kesehatan pada anjing.

Pada kondisi ini, anjing bisa terlihat terus-menerus menggaruk, menggigit, atau menjilat bagian tubuh tertentu.

Penyebabnya bisa bervariasi, dari kondisi kulit yang sederhana hingga masalah internal yang lebih serius, seperti infeksi kulit, parasit, atau alergi.

11. Perubahan mata dan hidung

Perubahan pada mata dan hidung anjing bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang beragam, mulai dari infeksi ringan hingga penyakit serius.

Seperti yang dilansir dari The Humane Society, mata yang merah atau meradang bisa menunjukkan infeksi, alergi, atau iritasi.

Sementara itu, cairan dari hidung yang berlebihan, terutama jika berwarna kuning, hijau, atau berdarah, bisa menunjukkan infeksi atau masalah pernapasan.

12. Nyeri atau kesakitan

Anjing sering kali tidak menunjukkan rasa sakit dengan cara yang sama seperti manusia.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda halus yang mungkin menunjukkan bahwa mereka merasa tidak nyaman.

Anjing dapat menunjukkan tanda-tanda kesakitan saat disentuh, menghindari kontak fisik, atau berteriak kesakitan.

Selain itu, anjing yang biasanya ceria mungkin menjadi pendiam, menghindar, atau lebih agresif.

13. Bengkak atau benjolan

Adanya bengkak atau benjolan yang tidak biasa di bagian tubuh manapun pada anjing bisa disebabkan oleh berbagai kondisi yang memerlukan perhatian medis.

Bengkak atau benjolan bisa bervariasi dalam ukuran dan bentuk. Perhatikan jika kondisi ini berubah ukuran atau bentuk seiring waktu.

Pada beberapa kondisi, gejala berupa perubahan warna kulit di atas benjolan (kemerahan, keunguan) atau perubahan tekstur (keras, lunak, bergerak) juga bisa terjadi.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda memperhatikan salah satu atau beberapa dari tanda-tanda di atas pada anjing Anda, sebaiknya segera periksakan ke dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Tindakan cepat dan tepat sangat penting untuk memastikan kesehatan anjing Anda. Dengan mengamati gejala, konsultasi kepada dokter hewan, dan memberikan perawatan yang sesuai, Anda dapat membantu anjing Anda pulih dengan baik. Pencegahan melalui perawatan rutin juga merupakan kunci untuk menjaga kesehatan anjing dalam jangka panjang.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

drh. Hevin Vinandra Louqen

Kesehatan · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 20/06/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan