Psstt… Hewan Peliharaan Kesayangan Bisa Ketularan Penyakit dari Anda!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Umumnya, hewanlah yang menjadi perantara penyebaran penyakit pada manusia. Misalnya, rabies, sapi gila, toksoplasmosis, dan infeksi lainnya. Namun nyatanya, peliharaan di rumah bisa ketularan penyakit yang Anda miliki. Lho, kok bisa hewan peliharaan sakit gara-gara kita?

Hewan peliharaan sakit akibat penyakit yang Anda tularkan

Selain berisiko menularkan pada sesama manusia, Anda ternyata juga bisa membuat hewan peliharaan sakit kalau penyakitnya tidak kunjung diobati. Kenapa?

Sejumlah penyakit yang umum menyerang manusia disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, parasit, jamur, dan mikroorganisme lainnya. Penyakit-penyakit ini bisa menular lewat udara, sentuhan, dan juga lewat partikel air/cairan yang berasal dari tubuh seperti ludah, air kencing, feses, dahak, air liur, dan darah.

Nah, besar kemungkinan Anda tetap mengurus dan bermain dengan si Manis meski Anda sedang sakit di rumah, bukan? Interaksi inilah yang bisa menyebabkan hewan peliharaan sakit juga. Dalam dunia medis, penularan infeksi dari manusia ke hewan disebut dengan reverse zoonosis.

Selain di rumah, kasus penularan penyakit dari manusia ke hewan juga rentan terjadi di taman margasatwa, kebun binatang, tempat adopsi hewan, hingga pusat penangkaran hewan liar.

Beberapa penyakit “langgganan” manusia yang bisa ditularkan ke hewan

Kasus hewan peliharaan sakit akibat tertular dari majikan manusianya termasuk jarang terjadi, tapi tidak mustahil. Jenis penyakit yang paling umum ditularkan dari manusia ke hewan umumnya adalah infeksi bakteri, seperti MRSA (infeksi bakteri yang resisten antibiotik), TBC, dan infeksi parasit Giardia duodenalis, khususnya pada anjing. Infeksi TB dari manusia bahkan bisa menular pada gajah.

Sementara itu, kucing khususnya dilaporkan berisiko tertular infeksi influenza dari majikan yang sudah telanjur kena flu biasa atau flu burung (H1N1). Komplikasi flu H1N1 pada kucing dapat berisiko menyebabkan pneumonia yang mematikan.

Namun dari semua hewan, gorila dan simpanse mungkin adalah kelompok hewan yang paling rentan terhadap penularan penyakit dari manusia. Pasalnya, dua hewan primata ini memiliki susunan genetik dan fisiologis yang serupa bahkan hampir identik dengan manusia. Gorila dan simpanse diketahui rentan terhadap sejumlah penyakit manusia, seperti campak, pneumonia, influenza, serta berbagai infeksi virus, bakteri, dan parasit umum lainnya.

Uniknya, hewan-hewan yang tertular penyakit tertentu akan menampakkan gejala penyakit yang sama dengan manusia. Misalnya saja kasus seekor anjing Yorkshire terrier yang tertular TBC dari majikannya. Anjing berusia tiga tahun tersebut mengalami tanda dan gejala TBC umum seperti penurunan nafsu makan yang berujung anoreksia, muntah-muntah, dan hingga masalah pernapasan seperti batuk terus-menerus.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan penyakit dari manusia ke hewan?

Hewan peliharaan sakit berpotensi menjadi perantara penyebaran penyakit yang makin meluas. Namun risiko ini bisa dicegah dengan menjaga kebersihan diri sendiri saat sakit (misalnya, menutup mulut saat batuk atau bersin, dan tidak membuang ludah sembarangan), meminimalisir kontak langsung baik dengan sesama manusia maupun hewan saat sakit, dan menjaga kebersihan serta kesehatan binatang peliharaan di rumah.

Selalu cuci tangan pakai sabun dan air mengalir ketika berinteraksi dengan hewan, baik itu sebelum dan setelah menyentuh mereka, setelah membersihkan feses dan kandangnya, juga sebelum dan setelah memberi makan.

Jangan lupa juga untuk rutin mendapatkan vaksin penyakit, baik untuk diri sendiri dan anggota keluarga di rumah serta vaksin khusus untuk binatang peliharaan di dokter hewan terdekat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kurap (Kadas)

Kurap (kadas) adalah penyakit kulit akibat infeksi jamur yang menyerang permukaan kulit. Penyakit ini sangat menular dan ditandai dengan ruam.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Ragam Penyakit Kulit Menular Beserta Penyebab dan Gejalanya

Di Indonesia ada beberapa penyakit kulit menular yang masih menyebar luas. Apa saja penyakit kulit tersebut? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Segudang Manfaat yang Ditawarkan dari Memelihara Ikan

Selain anjing dan kucing, binatang yang cukup populer dijadikan peliharaan adalah ikan. Yuk, kenali apa saja manfaat dari memelihara ikan untuk kesehatan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Gatal-gatal dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan kapan obat oles atau salep berguna untuk mengatasi gatal-gatal karena jamur kulit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Kurap

Jamur pada Kulit [Part 2]: Kurap, Jamur yang Merayap

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit kulit

Jenis Penyakit Kulit Menular dan Tidak Menular yang Umum

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit
obat kurap alami

Obat Kurap, Dari Pengobatan Medis Hingga Bahan Alami

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit
kurap tinea corporis

Tinea Corporis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 8 menit