5 Sumber yang Sering Menyebabkan Keracunan Merkuri Pada Manusia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Merkuri atau yang dikenal dengan air raksa adalah salah satu logam berat sangat beracun dan berbahaya bagi kesehatan juga lingkungan. Pasalnya, merkuri tidak dapat dimusnahkan, bersifat toksik (racun), menyebabkan fungsi tubuh tidak normal, dan dapat berpindah dalam jarak jauh di atmoser. 

Merkuri bisa menyebabkan masalah bagi manusia tergantung pada jumlahnya, cara terkontaminasinya (apakah melalui mulut, kontak kulit, atau inhalasi), dan durasi paparan. Jika manusia terpapar merkuri secara terus menerus, hal ini yang disebut dengan keracunan merkuri.

Dari mana saja kita bisa keracunan merkuri?

Ada banyak barang mengandung merkuri dalam berbagai bentuk yang dapat menyebabkan paparan racun yang berbahaya bagi kesehatan. Mereka hadir di banyak tempat kerja dan di rumah.

1. Kosmetik

Beberapa produk pemutih kulit yang berbentuk sabun dan krim ada yang mengandung merkuri. Produk kosmetik lainnya yang mengandung merkuri adalah pembersih riasan mata dan maskara.

2. Obat-obatan

Merkuri digunakan dalam dunia medis, biasanya dalam jumlah sangat kecil sebagai agen pengawet atau antibakteri. Merkuri sering terdapat dalam antibiotik, manset tekanan darah, lensa kontak, amalgam gigi, obat telinga dan tetes mata, salep mata, salep ambeien, obat merah, nebulizer, dan termometer.

3. Seafood

Hampir semua makanan laut atau seafood rentan terkena merkuri, contohnya kerang dan beberapa jenis ikan tertentu (tuna, marlin, hiu, tenggiri, todak dan banyak lainnya). Ikan yang berukuran besar cenderung mengandung metil-merkuri lebih banyak dibanding ikan yang kecil. Sebab, ikan tersebut memiliki masa waktu yang lebih lama untuk menumpuk merkuri.

4. Benda elektronik

Beberapa benda elektronik dan benda padat yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari nyatanya memiliki kandungan merkuri. Seperti baterai, lampu neon, barang-barang antik, onderdil motor ataupun mobil, layar LCD TV dan laptop, dan masih banyak lainnya.

5. Udara

Merkuri juga bisa terhirup oleh manusia. Hal ini terjadi ketika bahan yang mengandung merkuri mengalami proses pemisahan, biasanya terjadi di dalam dunia industri. Misalnya, asap dari pembangkit listrik tenaga batu bara mengeluarkan merkuri yang mana menjadi sumber merkuri tertinggi di udara.

Apa saja bahaya kesehatan akibat keracunan merkuri?

Sebuah tinjauan baru dalam jurnal Current Opinions in Pediatrics, menunjukkan bahwa perilaku impulsif dan masalah kognitif yang terkait dengan paparan timbal dapat dipengaruhi karena akibat keracunan merkuri.

Selain itu, jika tubuh terkena paparan unsur merkuri dalam jangka waktu panjang, ini dapat menyebabkan tremor, kelemahan otot, sakit kepala, insomnia, sesak napas, kerusakan ginjal, bahkan kematian.

Bagaimana cara mengobati keracunan merkuri?

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati keracunan merkuri, yaitu:

1. Detoksifikasi logam berat

Untuk membantu tubuh Anda menyingkirkan merkuri, Anda dapat melakukan detoksifikasi logam berat dengan cara meningkatkan asupan makanan vitamin C, sayuran berdaun hijau, dan ketumbar. Ketumbar adalah salah satu pilihan ramuan terbaik untuk melakukan detoksifikasi logam berat.

2. Terapi khelasi

Terapi khelasi merupakan salah satu bentuk metode lain untuk megatasi keracunan logam berat seperti merkuri. Terapi khelasi melibatkan larutan kimia yang disebut EDTA, yang diberikan ke dalam tubuh – biasanya langsung disuntikkan ke dalam aliran darah sehingga bisa mengikat mineral berlebih.

3. Milk thistle

Herbal bernama milk thistle telah terbukti efektif dalam mendukung detoksifikasi tubuh dari logam berat. Bahan aktif di dalamnya yang disebut silymarin, yang mana memiliki efek pembersihan yang luar biasa pada hati dan kantong empedu. Sehingga membantu tubuh Anda lebih efektif menyembuhkan dari keracunan merkuri.

6. Konsumsi probiotik

Menurut penelitian, spesies bakteri baik yang dikenal sebagai Lactobacillus, yang bisa ditemui di mulut manusia, usus, serta makanan fermentasi, memiliki kemampuan untuk mengikat dan mendetoksifikasi beberapa logam berat. Anda bisa mengonsumsi yoghurt, kefir, dan sayuran seperti kimchi. Dengan mengonsumsi minuman probiotik secara rutin, Anda dapat memperbaiki kesehatan usus dan membantu mengobati tubuh dari keracunan merkuri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Semua yang Perlu Anda Tahu Tentang Racun Sianida

Tanpa disadari, sebenarnya kita mungkin terpapar racun sianida dalam kehidupan sehari-hari, namun dalam skala yang sangat kecil. Salah satunya dari rokok.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Botulisme

Botulisme adalah kondisi penyakit infeksi bakteri yang menyerang perut. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Salmonellosis

Salmonellosis adalah penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella yang menyerang usus. Bagaimana mengatasi penyakit ini? Simak selengkapnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

4 Manfaat Cumi-cumi untuk Kesehatan Tubuh (dan Bahayanya Jika Kebanyakan)

Cumi-cumi merupakan menu favorit banyak pecinta seafood. Apa saja manfaat cumi-cumi untuk kesehatan, kalau tidak dimakan kebanyakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Fakta Gizi, Nutrisi 8 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu merkuri dan apa bahaya merkuri

Mengenal Merkuri dan Berbagai Bahayanya untuk Kesehatan Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menjaga kebersihan makanan

5 Cara Menjaga Kebersihan Makanan agar Terhindar dari Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengeluarkan racun dari tubuh detoksifikasi

8 Cara Mengeluarkan Racun dari Tubuh (Detoksifikasi)

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
ilustrasi bilas lambung atau gastric lavage

Mengenal Bilas Lambung, Terapi Medis Darurat untuk Atasi Keracunan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit