Myofascial Pain Syndrome: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Myofascial pain syndrome atau nyeri myofascial adalah gangguan nyeri kronis yang memengaruhi persendian dan otot (muskuloskeletal). Myofascial pain syndrome biasanya terjadi akibat otot yang aus setelah digunakan berulang kali, misalnya ketika berolahraga atau mengoperasikan mesin berat.

Tanda dan gejala myofascial pain syndrome

Gejala yang mungkin terjadi pada myofascial syndrome meliputi:

Apa yang menyebabkan myofascial pain syndrome?

Pada orang yang memiliki myofascial pain syndrome (MPS), titik nyeri khususnya berpusat di dalam fascia, selubung tipis berwujud jaringan serat yang menyelimuti otot. Saat daerah ini ditekan, rasa nyeri bisa terasa di area tubuh lainnya.

Rasa sakit ini bisa terus berlanjut dan semakin memburuk. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko nyeri otot ini, antara lain:

Cedera otot

Cedera otot akut atau tekanan otot yang berlanjut dapat menyebabkan nyeri yang terasa menjalar. Gerakan berulang dan postur tubuh yang buruk juga dapat meningkatkan risiko Anda.

Stres dan cemas

Orang yang sering mengalami stres dan kecemasan mungkin lebih cenderung meningkatkan titik pemicu pada otot. Satu teori yang mendukung ini adalah bahwa orang-orang mungkin cenderung mengepalkan ototnya, dan ini merupakan suatu bentuk ketegangan berulang yang membuat otot rentan terhadap titik pemicu.

Faktor lain

Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko yaitu kekurangan gizi, kurang olahraga, kelelahan, perubahan hormon (menopause), kegemukan, dan merokok. Selain itu, terlalu sering berada di ruangan yang dingin seperti saat tidur di ruangan ber-AC juga dapat meningkatkan risiko.

Bagaimana myofascial pain syndrome didiagnosis?

Dalam mendiagnosis kondisi ini, dokter akan mencari titik yang menjadi memicu nyeri otot. Dokter akan mencari nodul lunak yang memicu nyeri ketika ditekan. Terdapat dua jenis titik pemicu yaitu:

  • Titik pemicu aktif, yang dapat berupa nodul lunak di dalam otot yang terkait dan memicu nyeri dan kedutan ketika ditekan
  • Titik pemicu laten, titik pemicu ini tidak memicu nyeri ketika disentuh. Titik ini mungkin tidak akan menimbulkan nyeri dalam jangka waktu lama, tapi dapat terpicu ketika ada stres atau trauma.

Seperti apa pengobatan myofascial pain syndrome?

Ada banyak cara mengalami nyeri myofascial, mencakup:

Obat-obatan

  • Antinyeri NSAID, seperti ibuprofen atau paracetamol.
  • Analgesik, seperti lidocaine, koyo diclofenac, tramadol, tropisetron.
  • Relaksan otot, seperti benzodiazepine dan tizanidin untuk mengurangi kejang otot.
  • Antikonvulsan, seperti gabapentin dan pregabalin dapat mengurangi rasa sakit dan mengurangi kejang otot.
  • Antidepresan trisiklik untuk mengobati rasa sakit kronis, fibromyalgia, dan nyeri saraf, yang merupakan kondisi yang menyerupai MPS.
  • Suntik botox

Terapi

Ada banyak terapi yang bisa digunakan untuk meredakan nyeri akibat myofascial pain syndrome, seperti dry needling dan terapi pijat. Terapi ultrasound telah berhasil digunakan untuk nyeri MPS yang berhubungan dengan rheumatoid arthritis (rematik).

Perubahan gaya hidup sederhana

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup Anda, yaitu:

  • Pilih kursi kantor yang lebih baik untuk memperbaiki postur tubuh Anda.
  • Cobalah menyesuaikan ketinggian komputer Anda sehingga jatuh pada garis pandang alami Anda.
  • Cobalah kasur baru, atau sesuaikan posisi tidur Anda.
  • Berlatih yoga, pilates, atau teknik peregangan lainnya.
  • Gunakan alat pijat pribadi atau getar.
  • Mulailah program olahraga dan latih otot Anda bergerak setiap hari.
  • Kurangi tingkat stres Anda.
  • Kompres es segera setelah mengalami cedera otot. Gunakan kompres hangat untuk mengobati peradangan otot.
  • Mandi air panas.
  • dan lain sebagainya.

Meskipun hampir semua orang pernah mengalami nyeri otot. Namun, jika nyeri otot tidak hilang atau semakin terasa sakit, meski sudah istirahat, dipijat atau perawatan yang serupa. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Osteonecrosis (Avascular Necrosis)

Osteonecrosis (avascular necrosis) kematian jaringan tulang karena kekurangan suplai darah. Kenali lebih dalam gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Spinal Stenosis

Penyempitan tulang belakang atau spinal stenosis adalah kelainan yang disebabkan oleh menyempitnya ruang pada tulang belakang. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Fibrous Dysplasia

Fibrous dysplasia adalah kelainan tulang yang karena gangguan sel-sel pembentuk tulang belakang, Berikut informasi gejala, penyebab dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Osteomyelitis (Osteomielitis)

Osteomyelitis adalah infeksi yang terjadi pada tulang. Yuk, kenali lebih dalam gejala,penyebab, dan cara mengobatinya pada ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: Agina Naomi
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat nyeri tulang

Pilihan Obat yang Digunakan untuk Meredakan Nyeri Tulang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
nyeri atau sakit otot

Polymyositis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Rhabdomyolysis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit