6 Kondisi Kesehatan yang Mungkin Jadi Penyebab Benjolan di Kepala

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Benjolan di kepala tentu dapat membuat Anda khawatir. Apalagi, kepala merupakan bagian tubuh vital karena organ otak di dalamnya memiliki peran penting dalam menjalankan seluruh sistem tubuh. Meski demikian, tidak semua benjolan pada kepala Anda berbahaya. Di sisi lain, ada benjolan pada bagian vital ini pun tidak boleh disepelekan begitu saja. Lantas, apa saja penyebab benjolan di kepala yang mungkin terjadi?

Berbagai penyebab benjolan di kepala yang mungkin terjadi

Benjolan dapat terjadi pada bagian manapun dari tubuh Anda, termasuk kepala. Di bagian kepala, benjolan ini bisa muncul di bagian belakang, depan, atas, atau bahkan di belakang telinga Anda. Area yang menonjol tersebut pun bisa terjadi di kulit, bawah kulit, atau bahkan di bawah tulang tengkorak.

Penyebab benjolan pada kepala ini bisa beragam. Mengetahui penyebab benjolan ini dapat membantu Anda dan dokter menentukan jenis pengobatan yang tepat. Berikut adalah berbagai kondisi medis atau penyakit yang dapat menyebabkan benjolan di kepala:

1. Cedera kepala

menghindari cedera kepala

Cedera atau trauma pada kepala adalah penyebab benjolan di kepala yang paling umum. Kondisi ini biasanya terjadi karena pukulan atau benturan keras di kepala Anda, seperti ketika Anda terjatuh, mengalami kecelakaan, cedera saat olahraga, atau kekerasan fisik.

Pada cedera kepala ringan, benjolan kecil di kepala merupakan tanda yang paling umum. Ini merupakan respons alami tubuh karena perdarahan yang terjadi di bawah kulit. Dilansir dari Mayo Clinic, jika perdarahan terjadi di satu area, kondisi ini menyebabkan memar dan bengkak (hematoma) di bagian tersebut.

Benjolan akibat cedera kepala ringan bukanlah suatu kondisi serius dan dapat menghilang dalam beberapa hari dengan pengobatan rumahan, seperti kompres. Meski demikian, cedera kepala juga bisa menyebabkan benjolan yang besar atau bahkan pendarahan di otak, seperti perdarahan subarachnoid. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mewaspadai bila benjolan pada bagian kepala Anda menyebabkan gejala lain, seperti hilang kesadaran.

2. Folikulitis

Folikulitis adalah kondisi kulit yang terjadi akibat peradangan pada folikel rambut, yaitu kantong kecil tempat rambut tumbuh. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur, yang kemudian menimbulkan benjolan berwarna merah kecil atau putih di sekitar folikel.

Benjolan di kulit kepala akibat folikulitis umumnya terasa sakit, perih, dan gatal. Pada kasus yang ringan, benjolan ini akan hilang dalam beberapa hari dengan pengobatan rumahan. Namun, folikulitis juga bisa merupakan kondisi serius yang terjadi secara berulang, sehingga penderitanya memerlukan pengobatan dari dokter, termasuk operasi.

3. Kista

Kista adalah kantung berisi cairan tidak normal yang dapat terbentuk di berbagai area tubuh. Kantung ini memiliki beragam jenis, tetapi yang dapat terjadi di kepala biasanya berupa kista dermoid dan kista pilar (kista sebasea). Kedua jenis kista ini biasanya muncul sebagai benjolan halus berwarna kemerahan atau kuning keputihan di area kulit, termasuk kepala.

Kista dermoid terbentuk ketika sel kulit permukaan bergerak lebih ke dalam kulit dan berkembang biak. Sel-sel ini membentuk dinding kista dan mengeluarkan zat lunak kekuningan yang disebut keratin. Sementara kista sebasea terbentuk ketika kelenjar yang mengeluarkan zat minyak (sebum) menjadi tersumbat.

Kista di kepala ini umumnya tidak menyakitkan ketika disentuh. Benjolan ini pun bisa dibiarkan saja tanpa pengobatan, kecuali jika menyebabkan masalah kulit atau menimbulkan ketidaknyamanan, seperti sakit akibat infeksi.

4. Lipoma

jerawat di kulit kepala

Lipoma adalah benjolan lemak yang umumnya terletak di antara kulit dan lapisan otot di bawahnya. Benjolan ini umumnya terlihat pucat, lembut, dan dapat berpindah ketika digerakkan dengan jari. Meski dapat tumbuh di kepala, lipoma di area tersebut sangat jarang terlihat.

Lipoma bukanlah kanker dan penyebab benjolan di kepala ini seringkali tidak berbahaya. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki lipoma, termasuk di kepala, umumnya tidak memerlukan pengobatan. Meski demikian, jika benjolan ini terasa mengganggu dan menyakitkan, pengangkatan lipoma bisa saja dilakukan.

5. Pilomatrixoma

Pilomatrixoma adalah tumor kulit jinak (nonkanker) yang terjadi di folikel rambut. Tumor ini umum terjadi dan berkembang di daerah kepala, wajah, dan leher. Benjolan akibat pilomatrixoma umumnya terlihat kecil dan terasa keras saat disentuh.

Salah satu jenis tumor ini berkembang secara lambat dan tidak menyebabkan rasa sakit atau gejala lainnya. Meski demikian, pada kasus yang jarang, tumor ini bisa menjadi ganas atau kanker (karsinoma pilomatrix). Adapun pengobatan untuk pilomatrixoma biasanya berupa pengangkatan melalui proses operasi atau pembedahan.

6. Kanker

Pada kondisi yang parah, penyebab benjolan di kepala Anda bisa berupa tumor yang ganas atau disebut kanker. Salah satu jenis kanker yang biasa terjadi di area kepala adalah karsinoma sel basal, yang merupakan bentuk paling umum dari kanker kulit. Benjolan pada karsinoma sel basal biasanya bewarna merah muda yang transparan, dan terkadang bisa berdarah dan menyakitkan.

Selain kanker kulit, kanker pada kepala dan leher juga sering menjadi penyebab benjolan ini, seperti kanker mulut, kanker kelenjar ludah, kanker hidung, kanker tenggorokan, atau kanker kerongkongan (esofagus). Sementara tumor otak cenderung tidak diklasifikasikan sebagai kanker kepala dan leher. Adapun berbagai pengobatan kanker, seperti operasi, radioterapi, dan cara lainnya, umum dilakukan untuk menghilangkan benjolan di kepala akibat kondisi ini.

Kondisi benjolan di kepala yang perlu diwaspadai

Sebagian besar benjolan di kepala memang bukanlah kondisi yang serius dan tidak membahayakan kesehatan. Meski demikian, Anda perlu mewaspadai beberapa kondisi yang mungkin menjadi tanda serius pada benjolan Anda. Berikut adalah beberapa kondisi yang perlu Anda waspadai dan perlu segera mencari pertolongan medis untuk mengatasinya:

  • Benjolan tidak menghilang atau membesar setelah beberapa minggu.
  • Penyebab benjolan tidak diketahui.
  • Benjolan semakin menyakitkan.
  • Ada perdarahan yang parah di area kepala atau wajah.
  • Penderita terlihat kebingungan, linglung, atau tidak sadarkan diri.
  • Disertai dengan gejala lainnya, seperti sakit kepala yang parah, mual, muntah, hilang ingatan, atau perubahan suasana hati (seperti mudah tersinggung).
  • Berubah menjadi luka terbuka.
  • Kembali tumbuh setelah diobati atau diangkat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Benjolan di Jari Tangan Plus Cara Mengatasinya

Benjolan di jari tangan tentu mengganggu Anda. Untuk menghilangkannya, Anda perlu mengetahui penyebabnya terlebih dulu. Simak jawabannya di artikel berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 29 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit

Beragam Ciri-Ciri Penyakit Kulit yang Gampang Dikenali

Penyakit kulit termasuk masalah kesehatan yang mudah dikenali. Pasalnya, ciri-ciri penyakit kulit dapat dengan mudah terlihat pada permukaan atas kulit.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit 10 Mei 2019 . Waktu baca 9 menit

Higroma Kistik, Ketika Muncul Benjolan Pada Leher Atau Kepala Si Kecil

Pernah melihat tumbuhnya benjolan di bagian leher atau kepala bayi? Kemungkinan besar bayi tersebut mengalami higroma kistik. Kok bisa, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 26 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Informasi Seputar Benjolan di Payudara yang Penting Diketahui

Meski menakutkan, tidak semua benjolan payudara berarti kanker. Kebanyakan kasus adalah tumor jinak. Kenali ciri-cirinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Kanker 7 November 2018 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

benjolan di anus

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Benjolan di Anus

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara mengobati kalazion benjolan di mata

6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Benjolan

5 Benjolan Tubuh Ini Tidak Berbahaya dan Bukan Ciri Penyakit Serius

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab benjolan di jari

Kenali Berbagai Penyebab yang Menimbulkan Benjolan di Jari Tangan dan Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2019 . Waktu baca 4 menit