home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenali Kista Dermoid, Kista yang Punya Saraf, Rambut, dan Gigi

Mengenali Kista Dermoid, Kista yang Punya Saraf, Rambut, dan Gigi

Kista adalah benjolan menyerupai kapsul tertutup atau kantong berisi cairan yang bisa muncul di permukaan kulit atau tumbuh sangat dalam di bawah kulit atau sehingga Anda tidak dapat merasakannya. Kista termasuk jenis tumor jinak yang tidak menyebabkan kanker, tapi bisa menimbulkan gejala dan keluhan jika ukurannya semakin membesar. Dari sekian banyak jenis kista yang ada, mungkin kista dermoid termasuk yang jarang Anda dengar.

Kista ini tergolong cukup unik karena berbeda dengan kista pada umumnya. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang kista dermoid di artikel ini!

Apa itu kista dermoid?

Kista pada umumnya terbentuk dan berkembang dari pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Benjolan kista biasanya berisi cairan bening, nanah, atau gas. Beda dengan kista biasa, kista dermoid tersusun dari berbagai struktur jaringan rambut, gigi, saraf, kelenjar kulit, serta sel-sel lemak. Terdengar menyeramkan, ya?

Kista dermoid bisa muncul sejak lahir maupun tumbuh secara perlahan dengan tekstur yang tidak lunak atau cenderung keras.

Kista ini biasanya muncul pada permukaan kulit atau di dalam lapisan kulit. Meski begitu, kista ini juga bisa muncul di wajah, indung telur, otak, dan tulang belakang.

Apa penyebab munculnya kista dermoid?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kista dermoid tersusun dari berbagai macam jaringan yang seharusnya tumbuh di luar lapisan kulit.

Namun sebaliknya, jaringan gigi, rambut, saraf, kelenjar kulit, dan sel lemak ini justru terperangkap di dalam struktur kulit sehingga membentuk kantong.

Kista ini diduga terjadi karena adanya gangguan selama proses pembentukan sel janin di dalam kandungan.

Gejala apa yang menandai kista dermoid?

Sama seperti kista lainnya, banyak orang yang memiliki kista dermoid tidak menyadari gejalanya. Setelah kista tersebut membesar dan memunculkan gejala bermasalah, kista dermoid baru bisa terdeteksi dan didiagnosis.

Gejala kista ini termasuk rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari di area kista tersebut tumbuh. Rasa nyeri yang dirasakan tidak selalu sama karena tergantung dari letak kemunculan kista.

Contohnya, dilansir dari laman Women’s Health, seorang perempuan yang memiliki kista dermoid di area indung telurnya, selalu mengeluhkan rasa sakit dan nyeri parah setiap kali menstruasi. Tidak hanya itu, tubuhnya juga akan mudah lemas, muntah, dan seringkali mengalami nyeri punggung bawah.

peluang kista tumbuh lagi

Sebaiknya, segera mencari perawatan medis ketika…

Saat Anda merasa rasa sakit atau nyeri yang tidak kunjung hilang, bahkan semakin memburuk setiap harinya, jangan tunda untuk mengonsultasikan kondisi ini pada dokter. Kondisi tersebut bisa dikarenakan kista telah pecah sehingga terjadi peradangan di dalam tubuh yang kemudian menyebabkan rasa sakit.

Jika dokter menduga penyebabnya berasal dari kista dermoid, maka dibutuhkan beberapa pemeriksaan lanjutan guna benar-benar memastikan kebenarannya. Tak jarang, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan seperti CT-scan maupun yang lainnya tergantung dari hasil pemeriksaan awal.

Lantas, apa pengobatan yang tepat untuk kondisi ini?

Sebenarnya, kista yang tumbuh di dalam tubuh bisa dikatakan jinak selama ukurannya kecil dan dapat hilang dengan sendirinya. Saat kista mulai berkembang menjadi lebih besar, Anda harus lebih waspada karena bisa menjadi semakin parah dan berisiko terjadinya infeksi.

Maka itu, pengobatan untuk setiap jenis kista pun tidak selalu sama. Ada yang tidak memerlukan perawatan apapun, melakukan perawatan di rumah, sampai harus ditangani langsung oleh dokter.

Pengobatan di rumah

Meski dalam beberapa kasus kista bisa diobati sendiri di rumah, misalnya dikompres dengan air hangat. Tapi tidak dengan kista dermoid, pengobatan kista yang satu ini memang tidak terlalu disarankan untuk hanya dilakukan di rumah saja. Pasalnya, masih ada kemungkinan untuk kista ini tumbuh kembali bila tidak diangkat dari tubuh.

Pengobatan oleh dokter

Pengangkatan kista dermoid oleh dokter bisa dilakukan dengan operasi. Awalnya dokter membersihkan area tempat tumbuhnya kista, yang dilanjutkan dengan menyuntikkan obat bius, lalu dokter akan membuat sayatan di area tersebut dan mengeluarkan seluruh kista secara optimal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dermoid Cyst. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/sdermoid-cyst#1 Diakses pada 21 Juni 2018.

Dermoid Cyst Removal. https://www.emedicinehealth.com/dermoid_cyst_removal/article_em.htm#what_causes_a_dermoid_cyst Diakses pada 21 Juni 2018.

My Period Was Unbearable. Turns Out I Was Growing A Cyst With Teeth and Hair. https://www.womenshealthmag.com/health/a20164415/period-pain-dermoid-cyst-surgery/ Diakses pada 21 Juni 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 25/06/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x