Di Usia Berapa Otak Manusia Berhenti Berkembang? (Pssst, Bukan 18 Tahun)

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tubuh manusia berhenti tumbuh setelah masa puber selesai, yaitu umur 18 tahun. Namun, tidak demikian dengan perkembangan otak. Ternyata saat kita dewasa pun, otak akan masih terus berkembang, hingga pada suatu titik ia akan berhenti berkembang.

Di usia berapa perkembangan otak manusia akan berhenti?

Sebenarnya, masih timbul beberapa perdebatan untuk menjawab pada usia berapa otak akan berhenti berkembang. Awalnya, beberapa literatur berasumsi otak akan berhenti berkembang saat Anda berusia belasan tahun, karena itulah banyak orang berasumsi otak seseorang telah selesai berkembang saat bagian tubuh yang lain pun berhenti berkembang, yaitu pada usia 18 tahun. Namun kenyataannya, suatu penelitian yang dipublikasikan pada Human Brain Mapping mengungkapkan bahwa otak ternyata masih terus berkembang setelah usia 18 tahun.

Upaya pencarian jawaban ini dilanjutkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Craig M. Bennet, yang berusaha membandingkan hasil scan otak antara partisipan berusia 18 tahun, dengan partisipan dengan usia 25 -35 tahun. Hasil perbandingan ini lalu menyimpulkan bahwa,masih terdeteksi adanya perubahan pada otak, terutama pada area otak yang berperan dalam menggabungkan emosi dan kognitif. Perkembangan otak di area ini belum ditemukan pada perkembangan otak di usia 18 tahun.

Lalu kapan otak akan berhenti berkembang? Suatu penelitian yang dilakukan oleh Archana Singh-Manoux terhadap 10.308 partisipan mengungkapkan bahwa fungsi kognitif otak Anda akan memperlihatkan tanda-tanda mengalami perlambatan pada usia kira-kira 45 hingga 49 tahun. Tanda-tanda perlambatan ini terlihat saat para partisipan mengalami kesulitan ketika diminta untuk menyebutkan sebanyak mungkin kata dan nama binatang yang berawalan huruf S.

Apa yang terjadi pada otak saat usia menua?

Seiring dengan bertambahnya usia, beberapa fungsi kognitif otak Anda, seperti kecepatan berpikir dan ingatan, juga mengalami perlambatan. Tapi berita baiknya, otak yang telah selesai berkembang ternyata justru lebih mudah untuk beradaptasi.

Seperti dilansir dari Agewatch, suatu hasil pemindai otak berhasil mengungkapkan bahwa meskipun ukuran otak mungkin mengalami penyusutan, atau usia mengalami penuaan, namun aktivitas otak pada area prefrontal justru mengalami peningkatan.

Hal ini didukung oleh seorang ahli neurosains dari University College London, Sarah-Jayne Blakemore, yang mengatakan bahwa bagian prenatal cortex (bagian otak yang terdapat di balik kening Anda) adalah bagian dari otak yang membutuhkan waktu paling lama untuk berkembang. Selain karena prenatal cortex adalah bagian yang paling penting dalam berjalannya fungsi kognitif otak manusia, kemampuan Anda dalam membuat perencanaan dan keputusan juga adalah salah satu peran dari bagian ini.

Prenatal cortex ini jugalah yang berperan dari balik layar terkait kemampuan Anda dalam bersosialisasi, berempati, dan berinteraksi dengan orang lain.

Dengan kata lain, ternyata tak hanya tubuh Anda yang beradaptasi dengan suhu sekitar dan secara otomatis berusaha mempertahankan kondisi seimbang dalam tubuh Anda. Prinsip serupa juga terjadi pada otak Anda. Seiring usia Anda, berusaha beradaptasi adalah cara otak untuk mempertahankan produktivitasnya.

Cara menjaga otak tetap sehat di usia tua

Beberapa upaya agar kesehatan otak Anda terjaga lebih lama, antara lain adalah tetap rajin beraktivitas fisik, aktif dalam kegiatan sosial di sekitar Anda, dan aktivitas-aktivitas lain yang mampu merangsang agar otak tetap produktif, serta konsumsi asupan yang sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Anda bisa mencium bau badan atau wangi parfum yang dipakai orang lain dengan mudah. Tapi kenapa, ya, kita tidak bisa mencium bau badan sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pertajam Daya Ingat Dengan Berolahraga Ringan 10 Menit Saja, Yuk!

Tak hanya menyehatkan tubuh, olahraga ternyata bisa menjadi salah satu cara mempertajam ingatan. Fakta ini telah dibuktikan para ahli melalui penelitian.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Otak dan Saraf 25 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kuku, mulai dari penampakannya yang aneh atau sekadar mudah patah, bisa berarti ada masalah juga pada kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat minyak kutus kutus

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit