home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Olahraga untuk Penderita Parkinson dan Jenisnya yang Tepat

Manfaat Olahraga untuk Penderita Parkinson dan Jenisnya yang Tepat

Kata siapa orang dengan penyakit Parkinson tidak boleh berolahraga? Justru, dengan melakukan olahraga, ada banyak manfaat yang bisa ia dapat untuk kelangsungan hidupnya. Namun ingat, olahraga untuk penderita Parkinson tak boleh dilakukan sembarangan. Agar aman, ikuti pedomannya di bawah ini, yuk!

Apa manfaat olahraga untuk penderita penyakit Parkinson?

Penyakit Parkinson adalah gangguan sistem saraf yang ditandai dengan masalah gerakan. Ini termasuk tremor, gerakan yang melambat, kekakuan otot, serta gejala Parkinson lainnya.

Meski memiliki masalah gerak, bukan berarti penderita Parkinson tidak boleh bergerak.

Justru, bergerak termasuk olahraga sehingga bisa menjadi salah satu cara untuk mendukung pengobatan Parkinson yang dijalani.

Pasalnya, olahraga diketahui dapat menyehatkan tubuh, membantu memperlambat perkembangan penyakit, serta mengontrol gejala.

Tak hanya itu, olahraga pun bisa membantu menjaga keseimbangan dan mobilitas sehingga penderita Parkinson dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

Aktivitas ini juga bisa mencegah efek sekunder yang mungkin berkembang dari penyakit Parkinson.

Misalnya, postur dan keseimbangan tubuh yang buruk, penurunan rentang gerakan dan kekuatan otot (yang menyebabkan tubuh cenderung membungkuk), serta daya tahan tubuh yang menurun.

Bahkan, manfaat olahraga untuk Parkinson ini pun telah terbukti melalui penelitian.

Berdasarkan penelitian bertajuk Parkinson’s Outcomes Project olahraga untuk penyakit Parkison disebut-sebut memiliki manfaat baik.

Penderita Parkinson yang mulai berolahraga lebih awal dan minimal 2,5 jam seminggu mengalami penurunan kualitas hidup yang lebih lambat ketimbang mereka yang memulai olahraga lebih lambat.

Selain itu, beberapa manfaat olahraga di bawah ini juga bisa penderita Parkinson dapatkan.

  • Meningkatkan kualitas tidur.
  • Mengurangi gejala Parkinson lain yang tidak terkait dengan gerakan, seperti sembelit, stres, dan depresi.
  • Melindungi dan meningkatkan kesehatan otak.
  • Mencegah terjatuh ketika Anda tiba-tiba tidak bisa bergerak.
  • Meningkatkan interaksi sosial, karena bisa dilakukan bersama orang lain.

Jenis olahraga yang tepat untuk penderita Parkinson

Olahraga yang tepat untuk penderita Parkinson bisa berbeda-beda. Ini tergantung pada kondisi kesehatannya secara menyeluruh, gejala yang muncul, serta tingkat aktivitas sebelum penyakit ini terjadi.

Namun, secara umum, berikut adalah beberapa jenis olahraga yang mungkin bermanfaat untuk penderita Parkinson.

1. Latihan aerobik, seperti jalan kaki

aktivitas sehat untuk otak lansia

Latihan aerobik merupakan jenis olahraga yang meningkatkan detak jantung dan membutuhkan banyak oksigen. Misalnya jalan kaki, bersepeda, berlari, berenang, dan olahraga menggunakan treadmill atau sepeda statis.

Latihan aerobik bisa Anda lakukan secara bertahap, mulai dari 10 menit setiap hari dan diulang sepanjang minggu. Kemudian tingkatkan waktunya secara perlahan.

Adapun melakukan latihan aerobik setidaknya tiga hari dalam seminggu selama 30-40 menit diyakini dapat memperlambat perkembangan penyakit Parkinson.

2. Latihan kekuatan, seperti angkat beban

Latihan kekuatan melibatkan penggunaan berat badan atau alat lain untuk membangun massa dan kekuatan otot. Ini termasuk latihan angkat beban atau menggunakan resistance band.

Dengan otot yang kuat, penderita Parkinson dapat mencegah penurunan kekuatan otot. Selain itu, latihan kekuatan pada otot di bagian belakang tubuh dapat membantu menjaga postur.

Untuk mendapat manfaat tersebut, penderita Parkinson perlu melakukan olahraga ini dua hari per minggu yang dimulai dengan beban ringan dan dilakukan secara berulang.

3. Latihan fleksibilitas atau peregangan

Tidak melulu yang sulit, sekadar melakukan peregangan juga bisa membantu penderita Parkinson.

Peregangan dapat membuat tubuh penderita Parkinson lebih fleksibel sehingga jadi lebih mudah untuk bergerak dan memiliki postur yang baik.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, ada banyak teknik peregangan yang bisa Anda lakukan. Misalnya, Anda bisa duduk di kursi dan lakukan gerakan memutar ke kiri dan kanan.

Jika Anda cukup tinggi, Anda bisa berpegangan pada bingkai atas pintu, luruskan lengan, kemudian condongkan tubuh ke depan secara perlahan.

Anda bisa melakukan latihan ini selama 30-60 detik setiap gerakan peregangan.

4. Yoga, tai chi, atau pilates

Selain tiga jenis olahraga di atas, bentuk lainnya seperti yoga, tai chi, dan pilates juga bisa bermanfaat untuk penderita Parkinson.

Jenis olahraga ini dapat membantu melatih keseimbangan, kekuatan otot, serta fleksibilitas. Tak hanya itu, tiga jenis olahraga tersebut juga dapat membantu menjaga postur tubuh penderita Parkinson.

Meski demikian, manfaat tersebut juga bisa Anda dapatkan dengan melakukan jenis olahraga atau aktivitas lain, misalnya berkebun, menari, golf, atau tinju.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai olahraga untuk Parkinson

senam yoga untuk lansia

Bukan cuma tentang jenis, penderita Parkinson juga perlu memperhatikan hal-hal lainnya sebelum memulai olahraga.

Ini perlu Anda lakukan agar bisa memperoleh manfaat yang optimal dari olahraga serta aman bagi kondisi Anda.

Berikut adalah hal-hal yang perlu penderita Parkinson perhatikan sebelum dan saat memulai olahraga.

  • Berkonsultasi dengan dokter mengenai jenis olahraga yang tepat sesuai kondisi Anda.
  • Lakukan berbagai jenis olahraga dalam seminggu, baik di dalam maupun luar ruangan.
  • Pilih olahraga yang Anda sukai.
  • Minta dokter untuk merekomendasikan terapi untuk Parkinson yang sesuai kondisi Anda, terutama terapi fisik, kemudian mintalah terapis tersebut untuk membuat program olahraga terstruktur, seperti target waktu dan intensitas olahraga.
  • Hitung dan pantau perkembangan olahraga Anda. Misalnya, berapa langkah jalan kaki yang sudah Anda ambil hari ini.
  • Selalu lakukan pemanasan sebelum berolahraga.
  • Hindari tempat atau peralatan olahraga yang bisa membuat Anda cedera, seperti lantai yang licin atau ruangan dengan pencahayaan yang buruk.
  • Jika Anda merasa sakit di tengah olahraga, sebaiknya segera berhenti dan istirahat.
  • Mulai olahraga secara perlahan dan tingkatkan intensitas serta durasinya seiring waktu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Best Exercises for People with Parkinson’s Disease | APDA. APDA. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://www.apdaparkinson.org/article/what-exercise-to-do-with-parkinsons/

Exercise for People With Parkinson’s Disease, Examples, Symptoms. Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9200-exercise-for-people-with-parkinsons-disease

Exercise. Parkinson’s Foundation. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://www.parkinson.org/Understanding-Parkinsons/Treatment/Exercise

Exercises for People with Parkinson’s. Parkinsons.va.gov. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://www.parkinsons.va.gov/NorthWest/Documents/Pt_ed_handouts/Exercise_for_PD_1-20-12.pdf

Parkinson’s Outcomes Project. Parkinson’s Foundation. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://www.parkinson.org/research/Parkinsons-Outcomes-Project

Parkinson’s disease – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/parkinsons-disease/symptoms-causes/syc-20376055

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 7 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita