Terapi Oksigen untuk Penderita PPOK

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Orang dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) memiliki kerusakan pada paru-parunya. Terkadang, kerusakan itu membuat mereka kesulitan bernapas, bahkan beberapa di antaranya membutuhkan terapi oksigen untuk menjaganya tetap dalam kondisi stabil. Bagaimana terapi oksigen dilakukan?

Apa itu terapi oksigen?

Terapi oksigen diberikan kepada orang yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan oksigen. Terapi ini juga digunakan mengobati orang yang memiliki kadar oksigen yang rendah dalam darah mereka akibat kondisi kesehatan, seperti PPOK, yang dialaminya.

Saat mengalami penyakit atau gangguan paru, organ pernapasan utama Anda itu akan berjuang untuk mendapatkan oksigen. Namun, karena mungkin kemampuannya menurun drastis akibat penyakit yang dialaminya, oksigen yang berada di udara bebas belum mampu mencukupi kebutuhan oksigennya. Dalam keadaan seperti itu, terapi oksigen mungkin akan menjadi pilihan.

Terapi oksigen biasanya diberikan dengan menggunakan resep dokter. Artinya, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mendapatkan terapi ini. Oksigen yang diberikan saat melakukan terapi ini biasanya diberikan dari tabung logam atau wadah lainnya. Dari wadah tersebut, oksigen akan mengalir ke paru-paru Anda melalui tiga cara, yaitu:

  • Nasal cannula, yang terdiri atas dua selang plastik berukuran kecil, yang dipasang pada kedua lubang hidung.
  • Masker wajah, yang menutupi hidung dan mulut.
  • Selang kecil yang dimasukkan ke dalam batang tenggorok dari leher depan. Dokter akan menggunakan jarum atau sayatan kecil untuk memasang selang tersebut. Oksigen yang dihantarkan dengan cara ini disebut dengan terapi oksigen transtrakeal.

Terapi ini bisa dijalankan di rumah ataupun di rumah sakit. Sekalipun dilakukan di rumah, Anda tetap membutuhkan saran dari dokter mengenai dosis yang Anda perlukan. Apabila kondisi ini masih belum terlalu gawat, dokter mungkin akan menyarankan terapi oksigen di rumah sakit sesekali. Namun, apabila Anda menderita kondisi kronis seperti PPOK, Anda mungkin harus menggunakan terapi oksigen di rumah karena Anda akan membutuhkannya secara rutin dan sering.

Terapi oksigen tersedia dalam bentuk gas atau oksigen cair. Keduanya dapat disimpan dalam tangki portabel. Oksigen cair biasanya disimpan dalam tanki yang lebih kecil dan digunakan oleh orang aktif agar dapat dibawa ke mana pun. Namun, oksigen cair lebih mudah menguap jika tidak diperlakukan dengan benar.

Kapan seseorang membutuhkan terapi oksigen?

Terapi oksigen diberikan saat kadar oksigen dalam darah seseorang rendah, atau jika Anda mengalami gejala berikut:

Dokter akan mengulas kondisi medis Anda secara menyeluruh dan memutuskan pengobatan apa yang Anda butuhkan. Dokter mungkin juga akan melakukan beberapa tes untuk memutuskan apakah Anda membutuhkan terapi oksigen atau tidak.

Pada anak-anak yang menderita PPOK, sering kali mereka membutuhkan terapi oksigen. Segera hubungi dokter jika anak Anda mengalami gejala berikut.

  • Sering sakit kepala
  • Perubahan perilaku
  • Memburuknya sifat lekas marah
  • Meningkatnya rasa kantuk
  • Melambatnya pertumbuhan

Tes apa yang harus dijalani untuk mengetahui apakah saya membutuhkan terapi ini?

Biasanya, sebelum menjalankan terapi ini, dokter atau perawat akan melakukan tes untuk mengukur kadar oksigen dalam darah Anda. Jika kadar oksigen Anda kurang dari 90 persen, Anda mungkin membutuhkan terapi oksigen. Ada dua tes yang biasanya digunakan untuk mengukur oksigen darah, yaitu oksimetri dan tes gas darah arteri.

Oksimetri adalah sebuah tes sederhana di mana dokter akan memasang penjepit pada jari tangan, jari kaki, atau daun telinga Anda. Pengukuran oksigen dilakukan melalui beberapa aktivitas yang akan Anda lakukan di sepanjang evaluasi. Sementara itu, tes gas darah arteri biasanya lebih rumit dibandingkan oksimetri. Pada tes ini, dokter akan mengambil sampel darah dari pergelangan tangan Anda untuk mengukur kadar oksigen.

Apa yang perlu diperhatikan saat melakukan terapi oksigen?

Pastikanlah bahwa sambungan antara selang dan suplai oksigen Anda tidak bocor. Kebocoran akan membuat oksigen tidak mengalir dengan benar dan Anda akan mendapatkan kurang dari dosis yang telah ditentukan, Pastikan bahwa oksigen mengalir dengan baik.

Jika Anda menggunakan nasal cannula, selang yang terpasang di belakang telinga terkadang dapat menyebabkan rasa sakit, seperti ketika Anda belum terbiasa menggunakan kacamata. Untuk menyiasatinya, Anda dapat menggunakan kain kasa sebagai bantalan selang Anda.

Apabila Anda menggunakan masker untuk melakukan terapi oksigen, hal ini bisa saja menyebabkan mulut, bibir, dan hidung Anda menjadi kering. Untuk mencegahnya, Anda bisa:

  • Menggunakan pelumas berbahan dasar air untuk menambahkan kelembapan
  • Menggunakan lidah buaya

Jangan menggunakan petroleum jelly (vaselin) atau produk berbahan dasar minyak lainnya.

Jika Anda tidak mendapatkan cukup oksigen bahkan dengan terapi oksigen, mintalah agar dokter mengubah dosis Anda. Jangan menambah atau menguranginya sendiri.

Ketika menggunakan terapi ini, pastikan  bahwa Anda tidak berada dekat dengan sumber api untuk menghindari terjadinya kebakaran.

Apakah saya perlu ke dokter jika sudah melakukan terapi oksigen di rumah?

Apabila Anda merasa terapi yang dijalani di rumah berjalan dengan lancar, Anda mungkin saja tidak perlu mengunjungi dokter. Namun, apabila Anda merasa ada yang aneh dengan terapi ini, bisa jadi Anda harus menjadwalkan untuk pergi ke dokter.

Sebelum menemui dokter, pastikan bahwa keanehan pengobatan bukan berasal dari peralatan terapi Anda. Apabila mendapati peralatan terapi Anda dalam keadaan baik, tidak, rusak, atau bocor tetapi kondisi Anda tidak membaik atau bahkan memburuk, pergi ke dokter mungkin menjadi pilihan yang tepat.

Sebaiknya, pergilah menemui dokter apabila Anda mendapati gejala berikut ini meskipun peralatan Anda berfungsi dengan baik.

  • Anda sangat sering mengalami sakit kepala.
  • Anda merasa lebih gugup daripada biasanya.
  • Bibir atau kuku Anda berwarna biru.
  • Anda merasa mengantuk atau bingung.
  • Napas Anda lambat, pendek, tidak teratur, atau Anda menjadi sulit bernapas.

Apabila hal berikut terjadi pada anak Anda meski telah melakukan terapi oksigen, segeralah untuk menghubungi dokter anak.

  • Bernapas lebih cepat daripada biasanya
  • Lubang hidungnya mengembang saat bernapas
  • Mengeluarkan suara ngorok
  • Terlihat tarikan otot dada yang jelas ketika bernapas
  • Kehilangan nafsu makan
  • Pucat, keabu-abuan, atau kebiruan di sekitar bibir, gusi, atau mata
  • Lekas marah
  • Sulit tidur
  • Terlihat sesak napas
  • Sangat lemas atau lemah

Terapi oksigen sangat penting bagi orang yang memiliki penyakit kronis mengingat oksigen adalah hal penting bagi tubuh untuk menjalankan aktivitasnya. Jangan berinisiatif untuk melakukan perubahan dosis oksigen sekalipun Anda merasa lebih baik. Tetap berkonsultasi dengan dokter Anda merupakan langkah terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca