Bagaimana Bisa Ada Orang yang Alergi Bahan Pakaian? Apa Ciri-Cirinya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mengalami gatal dan kulit menjadi kemerahan setelah memakai pakaian jenis tertentu? Ini menandakan Anda memiliki alergi bahan pakaian. Ya, alergi tidak hanya bisa disebabkan oleh makanan, cuaca, atau debu. Anda bisa mengalami alergi bahkan dengan pakaian yang Anda kenakan sehari-hari.

Apa itu alergi bahan pakaian?

Alergi bahan pakaian umumnya terjadi bila penggunaan bahan pakaian, meliputi kain, kancing, pewarna tekstil, dan berbagai aksesoris pakaian lainnya, mengiritasi kulit sehingga terjadi peradangan yang dikenal dengan nama dermatitis kontak. Dermatitis kontak biasanya akan menyebabkan kulit menjadi gatal dan kemerahan yang menyebabkan penderitanya merasa tidak nyaman.

Apa penyebab alergi terhadap bahan pakaian?

Dilansir dari laman Very Well Health, beberapa penyebab alergi bahan pakaian, yakni:

Alergi nikel

Meskipun terlihat kecil dan tidak berpengaruh, kancing pada pakaian sehari-hari juga bisa menyebabkan kulit Anda mengalami iritasi. Sebagian besar penyebab alergi bahan pakaian adalah karena adanya nikel yang sering ditemukan pada kancing baju, kemeja, jaket, celana jeans, ikat pinggang, maupun berbagai aksesoris pakaian lainnya.

Alergi karet

Coba perhatikan bagian-bagian tertentu pakaian Anda, biasanya beberapa model pakaian dengan karet untuk mempercantik pakaian ketika dikenakan. Karet sering dijahit pada pinggang dan pergelangan tangan untuk baju, sedangkan untuk celana biasanya diberikan di area pergelangan kaki.

Ada sejumlah jenis karet yang bisa mengakibatkan alergi pada kulit Anda. Misalnya yang terbuat dari karet hitam, senyawa merkaptop, karet thiuram, dan mercaptobenzothiazole.

Alergi formaldehida

Formaldehida merupakan karsinogen yang banyak dikaitkan sebagai penyebab iritasi kulit. Alergi terhadap bahan ini menimbulkan reaksi seperti gatal, kemerahan, dan ruam pada kulit. Formaldehida dikenal juga sebagai formalin yang banyak digunakan secara luas oleh industri produk bahan bangunan dan produk rumah tangga. Sementara dalam pembuatan pakaian, formaldehida digunakan sebagai pengawet guna menghasilkan kain yang tahan lama.

Jika Anda menemukan pakaian dengan bahan bebas kerut, maka formaldehida mungkin digunakan dalam proses pembuatannya untuk menjaga bentuk pakaian agar tidak cepat kusut atau berkerut. Dermatitis kontak akibat kandungan formaldehida dalam pakaian bisa menyebabkan ruam dan gatal di beberapa bagian tubuh, seperti di bagian punggung, leher, maupun paha.

Alergi pewarna pakaian

Penyebab alergi bahan pakaian lainnya yang mungkin tidak Anda sadari yakni akibat pigmen yang terkandung dalam pewarna pakaian. Misalnya Disperse Blue 106 yang merupakan pigmen biru gelap untuk memberi warna pakaian menjadi biru tua, cokelat, hitam, ungu, dan hijau.

Disperse Blue 106 banyak dikaitkan dengan kandungan phenylenediamine, yaitu salah satu bahan yang digunakan dalam cat rambut. Itu sebabnya, bila Anda memiliki alergi pada beberapa jenis cat rambut, kemungkinan Anda juga akan mengalami hal yang sama saat menggunakan pakaian dengan pewarna Disperse Blue 106.

Apa gejala yang ditimbulkan jika memiliki alergi bahan pakaian?

badan gatal gejala penyakit kuning

Reaksi dermatitis kontak akibat alergi bahan pakaian biasanya baru akan muncul setelah beberapa jam atau beberapa hari setelah mengenakan pakaian yang memicu alergi. Gejala yang ditimbulkan tidak jauh berbeda dengan alergi lainnya, yaitu:

  • Gatal yang bisa menjadi parah
  • Ruam pada kulit
  • Kulit menjadi kering, bersisik, dan kemudian mengelupas
  • Kadang kulit menjadi berwarna gelap dan kasar
  • Kulit yang gatal menjadi bengkak
  • Kulit tampak seperti terbakar
  • Kulit terasa kaku dan kencang

Bagaimana cara mencegah alergi bahan pakaian kumat?

Jangan khawatir, meski Anda memiliki kulit yang sensitif terlebih pada bahan pakaian, ada beberapa cara yang direkomendasikan untuk Anda lakukan:

  • Bila Anda memiliki alergi terhadap bahan nikel, sebaiknya hindari pakaian dengan kancing ataupun risleting yang terbuat dari logam. Pilih bahan lain seperti plastik ataupun lapisi kancing logam dengan kain agar tidak bersentuhan langsung dengan kulit.
  • Jika kulit Anda alergi dengan karet, sebaiknya hindari penggunaan aksen karet pada pakaian. Namun, Anda masih bisa mengakalinya dengan menggunakan bahan karet yang tidak terlalu ketat di badan, maupun menggantinya dengan menggunakan tali sebagai aksen pemanis pakaian.
  • Pakaian yang mengandung formaldehida dan pigmen pewarna dapat dihindari dengan mencuci pakaian sebanyak dua sampai tiga kali sebelum dikenakan. Ini supaya bahan-bahan tersebut luntur secara perlahan.

Kondisi dermatitis kontak yang disebabkan oleh alergi bahan pakaian biasanya akan membaik dalam beberapa hari selama Anda berhenti memakai baju yang bikin alergi. Namun, bila Anda khawatir akan hal ini, Anda bisa segera berkonsultasi pada dokter kulit. Dengan begitu, dokter mungkin akan memberikan krim, salep, maupun obat minum untuk meredakan alergi Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Tidak selamanya hidung berair atau meler merupakan tanda Anda sedang sakit flu. Berikut penyebab hidung sering meler yang perlu diketahui.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
buah untuk berbuka puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020