Obat Alergi Kulit dan Bebagai Perawatan untuk Mengatasi Gejalanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Reaksi alergi pada kulit berupa ruam, gatal-gatal, dan kulit kemerahan memang cukup mengganggu. Terlebih ketika gejala tersebut berkembang hingga menyebabkan kulit mengelupas dan tentu saja mengganggu penampilan. Lantas, apa saja pilihan obat dan perawatan untuk mengatasi alergi pada kulit?

Obat dan perawatan alergi pada kulit

obat sakit maag cair tablet

Pada umumnya, obat dan perawatan alergi digunakan untuk meringankan gejala alergi kulit yang dialami dan mengurangi risiko reaksi alergi yang parah. Jika hal ini terjadi dan tidak segera ditangani, tentu dapat membahayakan jiwa Anda. 

Oleh sebab itu, Anda diharapkan langsung mendapatkan pengobatan ketika mengalami gejala alergi ringan, seperti ruam dan gatal. Berikut ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati alergi pada kulit. 

Hindari penyebab alergi

Salah satu cara yang paling tepat sebelum mengonsumsi obat untuk alergi kulit adalah menghindari penyebab alergi kulit

Begini, Anda mungkin akan mengembangkan tanda-tanda alergi pada kulit begitu tubuh terpapar langsung pada alergen. Jika Anda sudah mengetahui penyebabnya, sebaiknya hindari hal tersebut agar gejala tidak kembali muncul. 

Sebagai contoh, ketika memiliki alergi terhadap logam, seperti nikel, artinya Anda perlu menghindari pemakaian nikel di kulitnya. Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus mengatasi alergi kulit, seperti bentol dan kulit kemerahan. 

Apabila belum mengenali faktor pemicu alergi, Anda bisa melakukan serangkaian pemeriksaan alergi. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan memberikan paparan berbagai alergen dalam jumlah yang terbatas untuk melihat reaksi tubuh.

Alergi Logam Perhiasan: Gejala dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat

Steroid

Salep kortikosteroid

Salah satu obat yang paling sering digunakan untuk mengatasi alergi pada kulit adalah steroid atau kortikosteroid. Kortikosteroid adalah obat buatan manusia yang dibuat mirip dengan kortisol, yaitu hormon yang diproduksi kelenjar adrenal secara alami. 

Dengan begitu, hormon kortisol yang berasal dari steroid ini akan membantu tubuh meringankan efek peradangan akibat alergi. Oleh sebab itu, kortikosteroid disebut cukup berguna dalam mengobati gejala alergi di kulit. 

Steroid terdiri atas berbagai varian, tetapi salah satu jenis yang paling sering digunakan untuk mengatasi alergi kulit adalah salep atau krim kortikosteroid. Salep kortikosteroid dapat terserap dengan baik pada bagian kulit yang tipis, seperti wajah dan leher. 

Selalu gunakan obat-obatan sesuai dengan aturan, baik yang obat yang dijual bebas maupun yang diresepkan oleh dokter. Hal ini bertujuan untuk mengurangi efek samping, seperti perubahan warna kulit dan iritasi. 

Selain itu, penggunaan dalam jangka panjang, terutama salep kortikosteroid dosis tinggi, dapat menipiskan kulit dan kadar hormon tidak seimbang. Beberapa contoh krim steroid yang sering digunakan untuk mengatasi kulit gatal adalah:

  • Betamethasone,
  • Hidrokortison,
  • Mometasone, dan
  • Desonide.

Antihistamin

Pada saat kulit terpapar oleh alergen, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan histamin yang dapat menimbulkan reaksi alergi, seperti kulit gatal dan ruam. Maka dari itu, antihistamin digunakan untuk menghalangi histamin yang menimbulkan reaksi alergi. 

Jenis antihistamin yang sering digunakan sebagai obat alergi pada kulit adalah oral. Oral antihistamin dapat dibeli tanpa resep maupun dengan resep dokter. Obat alergi ini digunakan untuk meringankan gejala alergi, seperti gatal-gatal, bengkak, serta gejala lainnya. 

Perlu diingat bahwa obat ini dapat menyebabkan rasa kantuk dan lelah, sehingga perlu dikonsumsi secara hati-hati. Namun, ada beberapa antihistamin yang cenderung tidak membuat penggunanya mengantuk, seperti:

  • Cetirizine,
  • Desloratadine,
  • Fexofenadine, dan
  • Loratadine.

Salep pereda gatal di kulit akibat alergi

Selain kortikosteroid, ada beberapa jenis salep pereda gatal lainya yang biasa digunakan sebagai obat alergi pada kulit, yaitu:

Salep dari bunga calendula

manfaat minyak calendula

Salep ekstrak calendula adalah obat oles yang dibuat dari ekstrak bunga marigold (Calendula officinalis). Salep ini biasa dipakai untuk mengobati gatal di kulit akibat alergi. 

Salep ini dipercaya memiliki sifat antijamur, anti-radang, dan antibakteri yang mungkin berguna untuk meredakan gatal saat alergi. Walaupun demikian, diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan, apakah salep ini benar-benar ampuh tanpa efek samping yang berbahaya. 

Sebelum menggunakan krim calendula, Anda disarankan untuk tes kulit alergi terlebih dahulu dengan mengoleskan sedikit krim ke kulit. Hal ini bertujuan untuk melihat, apakah kulit Anda bereaksi terhadap salep tersebut atau tidak. 

Calendula umumnya aman digunakan. Namun, ada beberapa pertimbangan yang perlu diingat, seperti:

  • alergi terhadap tanaman, terutama dalam keluarga Asteraceae atau Compositae,
  • ibu hamil, dan
  • ibu menyusui.

Hal ini dikarenakan belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan salep ini aman untuk kondisi tersebut. 

Obat dan Cara Alami yang Bantu Meredakan Reaksi Alergi Pada Kulit

Salep kombinasi menthol dan camphor

Menthol adalah ekstrak yang terbuat dari minyak daun mint. Setelah diolah menjadi obat oles, seperti salep, ekstrak ini dapat membantu meredakan gatal akibat alergi. Obat alergi kulit yang satu ini juga dapat membantu menenangkan kulit yang meradang berkat sensasi dinginnya. 

Salep menthol dan camphor biasanya hanya dapat didapatkan dengan resep dokter. Pasalnya, ada bahan campuran lainnya yang mungkin perlu mendapatkan perhatian dari dokter Anda. 

Pada penggunaan pertama, usahakan untuk mengoleskan sedikit salep ke area kulit untuk menguji bagaimana reaksi kulit. Campuran camphor dan menthol dapat menimbulkan sensasi terbakar atau dingin yang cukup ringan. 

Gunakan persis seperti apa yang dianjurkan oleh dokter atau tertera pada label. Penggunaan salep menthol dan camphor perlu dikurangi seiring dengan membaiknya gejala alergi di kulit. 

Terapi biologis

Jika beberapa obat di atas tidak dapat mengatasi gatal atau ruam di kulit akibat alergi, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi biologis. Terapi ini menggunakan obat yang menargetkan reaksi tertentu pada sistem imun dan mencoba mencegah reaksi tersebut. 

Ada dua pengobatan biologis yang sering digunakan untuk mengobati alergi pada kulit, yaitu dupilumab dan omalizumab. Kedua obat-obatan tersebut biasanya diberikan dalam bentuk suntikan. 

Efek samping yang paling sering terjadi setelah menggunakan obat ini adalah kulit kemerahan, gatal, dan iritasi pada area yang disuntikkan. 

Dupilumab

Dupilumab adalah obat yang dirancang untuk meringankan gejala eksim dengan mengurangi peradangan yang terjadi di tubuh. Pada saat Anda tengah menggunakan dupilumab, krim dan salep kortikosteroid masih dapat digunakan. 

Dilansir dari British Association of Dermatologist, dua dari tiga orang yang masih perlu memakai steroid topikal dan obat tablet. Hal ini dapat dilakukan bersamaan dengan konsumsi dupilumab. 

Omalizumab

Sementara itu, omalizumab merupakan obat yang digunakan untuk meringankan gejala asma dan gatal-gatal di kulit akibat alergi. Obat ini bekerja dengan menghalangi respon alami sistem imun terhadap pemicu alergi yang menyebabkan serangan asma dan gatal-gatal. 

Omalizumab juga membantu mengurangi rasa gatal dan jumlah gatal-gatal di kulit Anda. Perlu diingat untuk menggunakan obat-obatan ini sesuai dengan anjuran dokter untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi efek samping yang berbahaya. 

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar obat dan perawatan untuk alergi pada kulit, tanyakan kepada dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. Penggunaan obat-obatan yang tidak sesuai indikasi malah akan menyebabkan efek samping bahkan alergi makin parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit