Si Kecil Lemas Terus dan Mudah Kedinginan? Waspada Hipotiroid Pada Anak!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/01/2020 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Hipotiroid merupakan kelainan tiroid paling sering pada anak. Hipotiroid pada anak terjadi akibat aktivitas kelenjar tiroid yang kurang aktif dan tidak memproduksi hormon yang cukup untuk memenuhi kebutuhan. Fungsi dari kelenjar tiroid sangatlah penting karena berpengaruh pada perkembangan otak dan tubuh. Hipotiroid yang tidak diobati dapat menyebabkan keterbatasan intelektual dan kegagalan pertumbuhan pada anak.

Sebenarnya apa, sih, tiroid itu?

Sebelum membahas lebih lanjut lagi mengenai hipotiroid, mari bahas apa itu kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang bentuknya mirip seperti kupu-kupu dan berada di leher. Kelenjar tersebut menghasilkan hormon yang disebut dengan hormon tiroid.

Beberapa peran hormon tiroid di antaranya adalah mengatur metabolisme tubuh, mengontrol laju jantung, mengontrol berat badan, dan mengatur suhu tubuh. Jika produksi hormon tiroid ini kurang maka anak Anda mengalami kondisi hipotiroid.

Penyebab hipotiroid pada anak

Adanya riwayat keluarga yang mengalami hipotiroid dapat meningkatkan risiko terjadinya hipotiroid pada anak nantinya. Anak yang memiliki orangtua, kakek, nenek, atau saudara kandung yang punya kondisi hipotiroid memiliki risiko yang lebih tinggi.

Penyebab lain hipotiroid pada anak di antaranya yaitu kurangnya asupan yodium, pernah melakukan terapi radiasi, operasi kelenjar tiroid, konsumsi obat tertentu (contohnya Lithium), serta riwayat pengobatan ibu yang kurang terkontrol dengan baik selama masa kehamilan. Selain itu, penyakit autoimun juga dapat menjadi salah satu penyebab hipotiroid.

Ciri hipotiroid pada anak

Hipotiroid pada anak dibagi menjadi dua, yaitu hipotiroid kongenital (hipotiroid yang diderita sejak lahir) dan hipotiroid yang didapat saat bayi beranjak besar.

Pada bayi baru lahir sampai usia 8 minggu keluhannya memang tidak spesifik. Pada anak dengan hipotiroid kongenital, dapat ditemukan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Kulit dan mata menjadi kuning (jaundice).
  • Sembelit (sulit buang air besar).
  • Tidak mau makan atau minum ASI.
  • Merasa kedinginan atau menggigil.
  • Jarang menangis.
  • Suara menangis serak.
  • Kurang aktif dan lebih sering tertidur.
  • Memiliki ubun-ubun besar yang lebar dan lidah yang besar.

Pada anak dengan hipotiroid yang didapat, berikut ciri-cirinya.

  • Pembesaran kelenjar tiroid (goiter). Leher dan wajah terlihat bengkak. Anak menjadi sulit untuk menelan, suara menjadi serak, dan merasakan sensasi mengganjal di lehernya.
  • Pertumbuhan anak terhambat. Anak menjadi lebih pendek dari tinggi badan yang seharusnya.
  • Kurang aktif.
  • Kulit menjadi kering.
  • Mengalami gangguan tidur hingga menyebabkan obstructive sleep apnea (napas terhenti saat tidur).
  • Tidak tahan terhadap dingin.
  • Rambut dan kuku menjadi rapuh.
  • Laju jantung yang lambat.
  • Pubertas menjadi terlambat. Pada anak perempuan, siklus haid menjadi tidak teratur.
  • Perkembangan mental yang terlambat.

Apa yang harus dilakukan jika anak Anda menderita hipotiroid?

Anda harus segera melakukan pengobatan yang dianjurkan oleh dokter karena hipotiroid ini sangat berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Biasanya dokter akan memberikan obat maupun terapi pengganti hormon (hormone replacement therapy). Melalui pengobatan yang baik dan teratur, diharapkan anak yang menderita hipotiroid dapat hidup normal seperti anak-anak pada umumnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . 4 mins read

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . 8 mins read

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 mins read

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 mins read

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 mins read
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read