Mengenal 5 Penyebab Kram, Kebas, dan Kesemutan Pada Wanita

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Gejala 3K yaitu kram, kebas, dan kesemutan bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Akan tetapi, ada hal-hal khusus yang biasanya hanya dilakukan atau dialami wanita yang dapat memicu kram, kebas, dan kesemutan. Cari tahu apa saja penyebab kram, kebas, dan kesemutan pada wanita dalam ulasan ini.

Penyebab gejala 3K: kram, kebas, dan kesemutan pada wanita

Banyak hal yang dapat menyebabkan kram, kebas, dan kesemutan tapi tidak disadari oleh kaum wanita. Hal-hal ini umumnya adalah kebiasaan atau kondisi kesehatan tertentu yang terjadi pada wanita. Beberapa di antaranya adalah:

1. Pakai high heels

bahaya high heels

Tidak semua sepatu hak tinggi nyaman digunakan. Justru, sebagian besar sepatu hak tinggi memaksa kaki berada pada posisi yang tidak nyaman selagi mengenakannya, seperti membuat kaki Anda bertumpu pada jari-jemari kaki. Padahal, jari-jemari kaki manusia tidak dirancang untuk menahan beban tubuh dalam waktu lama.

Selain itu, menggunakan sepatu hak tinggi memaksa otot pada area betis bekerja lebih keras saat Anda berdiri dan berjalan menggunakan sepatu hak tinggi. Hal ini dapat meningkatkan tekanan pada area betis sehingga tendon tumit menjadi kaku. Jika dibiarkan, hal ini akan menjadi penyebab kram otot dan kebas pada wanita di area kaki.

Karena itulah wanita yang harus pakai high heels setiap hari untuk bekerja dari pagi hingga petang atau malam lebih rentan terkena kram otot dan rasa kebas.

2. Membawa tas di satu sisi pundak

tas kerja wanita penyebab nyeri
Sumber: Fast Company

Kebutuhan wanita yang beraneka ragam terkadang memaksa Anda untuk membawa banyak barang di dalam tas sehingga tas Anda terasa berat. Sementara, model tas wanita yang banyak beredar di pasaran memaksa Anda untuk menopang tas hanya dengan satu sisi pundak saja.

Baik tas tangan, tas bahu, maupun tas selempang membuat Anda meletakkan beban tas pada satu sisi bahu saja. Padahal, terlalu banyak tekanan bagi otot trapezius bahu dapat menyebabkan sakit kepala akibat otot yang tegang. Tekanan tersebut juga bisa jadi penyebab kram yang menjalar hingga ke belakang leher dan kepala pada wanita.

3. Bersih-bersih rumah

cara membersihkan sofa

Membersihkan rumah adalah kegiatan yang membuat badan aktif bergerak. Bahkan, kegiatan ini hampir sama dengan berolahraga karena Anda akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, berjongkok untuk membereskan cucian atau menyikat lantai kamar mandi, membungkuk untuk mengepel atau menyetrika, hingga berdiri membersihkan langit-langit.

Hal ini nyatanya dapat menjadi penyebab kram pada wanita. Sebab, terlalu aktif bergerak dapat membuat Anda merasa kelelahan. Hal ini bisa berujung pada kondisi-kondisi seperti dehidrasi, otot terasa tegang akibat bergerak terus, bahkan kesemutan pada kaki karena banyak berjongkok. Kondisi-kondisi itulah yang dapat menyebabkan kram pada otot wanita.

4. Hamil

hamil trimester ketiga

Ibu hamil termasuk kalangan yang paling sering merasakan kram otot atau kesemutan. Biasanya, ibu hamil merasakannya di area kaki akibat beban tubuhnya yang semakin berat. Tetapi ternyata kram atau kesemutan pada ibu hamil juga bisa disebabkan karena kurangnya berolahraga atau melemaskan otot-otot serta kurangnya mineral pada tubuh seperti natrium, kalsium, dan magnesium.

5. Menopause

sudah menopause bisa hamil lagi

Menopause, yaitu berakhirnya siklus menstruasi pada wanita secara alami, ternyata berpotensi menjadi penyebab lain dari kram, kebas, dan kesemutan pada wanita. Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Neurological Science, menopause adalah salah satu kondisi yang dapat memicu carpal tunnel syndrome (CTS). CTS yaitu penyakit yang menyerang tangan dan pergelangan tangan.

Penyakit ini terjadi karena adanya tekanan pada saraf yang terletak pada pergelangan tangan. Kondisi ini menyebabkan pergelangan tangan merasakan kesemutan, kebas, dan rasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum.

Menopause diduga mampu menjadi penyebab CTS akibat penurunan hormon estrogen pada wanita. Dalam beberapa penelitian, penurunan estrogen terbukti memiliki pengaruh terhadap kesehatan saraf. Oleh sebab itu, menopause juga berpeluang menyebabkan kram, kebas, dan kesemutan pada wanita.

Mengatasi masalah kram, kebas, dan kesemutan pada wanita

Jika sudah merasakan kram dan kebas pada tubuh, Anda jadi malas menggerakkan tubuh hingga aktivitas Anda akhirnya terhambat. Padahal, tentu banyak hal yang harus Anda kerjakan dan tidak bisa ditinggalkan. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Minum obat pereda kram, kebas, dan kesemutan

Mengonsumsi obat pereda kram, kebas, dan kesemutan dapat menjadi solusi terbaik untuk mengatasi keluhan yang berkaitan dengan kesehatan saraf.

Obat pereda kram, kebas, dan kesemutan dapat membantu mengatasi masalah saraf karena kandungan ibuprofen di dalamnya. Pilih obat pereda kram, kebas, dan kesemutan yang mengandung vitamin neurotropik B1, B6, dan B12. Jenis-jenis vitamin tersebut dapat membantu memelihara kesehatan saraf.

Dengan begitu, Anda dapat mengatasi penyebab kram, kebas, dan kesemutan pada wanita secara menyeluruh. Anda pun bisa melakukan rutinitas Anda dengan baik tanpa hambatan.

2. Meregangkan otot

Cobalah untuk meregangkan otot-otot yang terasa kram dan kebas. Jika kram terasa pada bagian betis, Anda bisa melakukan gerakan seperti duduk sembari meluruskan kaki. Lalu tarik jari kaki Anda ke arah lutut untuk meregangkannya. Atau cobalah berjalan beberapa langkah sambil berjinjit.

Gerakan tersebut dapat membantu Anda meregangkan otot betis dan mencegah kram di kemudian hari jika Anda bisa melakukannya secara rutin. Kira-kira sebanyak dua hingga tiga kali dalam sehari.

3. Kompres

Anda bisa mengompres bagian tubuh yang terasa kram, kebas, dan kesemutan dengan handuk yang telah dibasahi dengan air hangat. Selain itu, Anda juga bisa mandi air hangat agar otot-otot pada tubuh Anda menjadi lebih rileks.

Tidak hanya dengan air hangat, kompres dingin sembari memijat bagian tubuh yang terasa kaku juga dapat membantu mengurangi rasa kram, kebas, dan kesemutan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Mengatasi Kram Kaki Dengan Mudah Tanpa Obat

Terlalu keras olahraga atau faktor usia bisa menyebabkan Anda mengalami kaki kram. Tak perlu cemas, berikut cara mengatasi kram kaki dengan mudah dan alami.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 September 2018 . Waktu baca 3 menit

Kaki Suka Tiba-tiba Kram Saat Tidur Malam, Apa Penyebabnya? (Plus, Cara Mengatasinya)

Jika belakangan ini Anda sering terbangun tengah malam karena tiba-tiba kaki kram saat tidur, mungkin penyebabnya adalah nocturnal leg cramps. Bahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 1 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

5 Penyebab Kram Perut Pada Wanita, Selain Karena Haid

Wanita umumnya merasakan kram perut saat haid. Namun, 5 masalah kesehatan serius ini juga bisa menjadi penyebab kram perut yang Anda rasakan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 28 April 2018 . Waktu baca 5 menit

5 Ciri Kejang Otot Berbahaya yang Harus Diwaspadai

Kram atau kejang otot saat olahraga memang sudah biasa. Namun, jika Anda mengalami beberapa gejala tambahan seperti ini, Anda harus waspada.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebugaran, Hidup Sehat 24 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

meredakan kaki kram

Kaki Kram Terus? Mungkin Anda Kekurangan 6 Nutrisi Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Mengatasi kram otot dada

Otot Dada Juga Bisa Kram, Begini Cara Cepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2019 . Waktu baca 4 menit
cara mengatasi kram jari kaki

Atasi Kram Jari Kaki dengan 5 Cara Ini, Sekaligus Tips Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13 Agustus 2019 . Waktu baca 5 menit
penyebab kram kaki

6 Penyebab Kram Kaki yang Tak Kunjung Hilang, Selain Karena Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 September 2018 . Waktu baca 3 menit