Pilihan Obat Sakit Kepala Alami dan Perawatan di Rumah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Obat sakit kepala alami atau herbal dapat menjadi pilihan pengobatan ketika sakit kepala menyerang menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman. Jenis sakit kepala yang paling sering terjadi adalah tension headache, yang diakibatkan oleh ketegangan otot-otot di area kepala, pundak, leher, sampai rahang.

Jika penyebab sakit kepala tidak segera ditangani, maka sakit kepala dapat berlangsung berlarut-larut. Ada pilihan obat sakit kepala herbal yang bisa Anda gunakan.

Obat sakit kepala alami yang dapat digunakan

Oba sakit kepala alami menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar Anda dapat dilakukan, selain menggunakan obat bebas. Meski demikian, jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus sebaiknya konsultasi ke dokter sebelum menggunakannya.

1. Jahe

Jahe dianggap sebagai salah satu obat sakit kepala alami, karena dipercaya dapat mengatasi  rasa sakit di area kepala. Bahkan, efek yang diberikan obat sakit kepala alami yang satu ini sama efektifnya seperti penggunaan obat sumatriptan, salah satu obat yang dapat mengatasi migrain. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dimuat di dalam Pythoter Resource.

Jahe tidak hanya dapat berfungsi sebagai pereda rasa sakit, namun juga bisa mengurangi rasa mual dan ingin muntah. Gejala-gejala seperti ini biasanya sering muncul saat Anda sudah mengalami sakit kepala yang cukup parah.

Sebagai obat untuk meredakan rasa sakit, Anda bisa menggunakan jahe bubuk dan mencampurkannya dengan secangkir teh hangat. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat sakit kepala alami ini dalam bentuk suplemen.

2. Cuka apel

Selain jahe, obat sakit kepala lainnya adalah cuka apel. Bahan alami ini dipercaya dapat digunakan sebagai obat sakit kepala yang disebabkan oleh beberapa alasan. Misalnya, obat untuk sakit kepala ini diduga bisa meredakan sakit kepala akibat kadar gula darah tinggi, karena khasiat dari obat sakit kepala alami ini dapat membantu mengatasi masalah pencernaan dan menetralkan kadar gula darah.

Selain itu, menghirup uap yang mengandung obat sakit kepala alami ini diduga dapat meredakan sakit kepala akibat sinusitis.

Sementara, kandungan kalium di dalam obat sakit kepala alami ini dipercaya dapat mengurangi sakit kepala akibat migrain. Tetapi, masih harus dilakukan penelitian lebih dalam lagi mengenai khasiat cuka apel untuk sakit kepala.

3. Kafein

Anda mungkin lebih sering mendengar bahwa kafein dapat menyebabkan sakit kepala. Padahal, justru kafein adalah salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat sakit kepala. Bahkan, ada beberapa obat-obatan yang akan bekerja semakin baik jika dipadukan bersama dengan obat sakit kepala ini.

Sebelum Anda merasakan sakit kepala, biasanya pembuluh darah cenderung akan membesar. Hal tersebut yang membuat Anda akan merasakan sakit di area kepala setelahnya. Nah, obat sakit kepala ini dapat mengatasi kondisi tersebut karena sifatnya yang vasoconstricitive, atau mampu membantu mengecilkan pembuluh darah sehingga meredakan rasa sakit.

Meski demikian, kafein memang bisa menyebabkan sakit kepala jika terjadi caffeine rebound, yaitu saat Anda mengonsumsinya  terlalu banyak. Maka dari itu, konsumsi kopi dengan bijak agar Anda bisa merasakan khasiatnya untuk sakit kepala.

4. Peppermint 

Obat sakit kepala alami lainnya adalah peppermint. Bahan alami yang bisa digunakan sebagai obat sakit kepala alami ini memang diduga dapat mengontrol aliran darah di dalam tubuh dan membantu melancarkan peredaran oksigen. Sehingga, bahan alami ini bisa digunakan untuk obat yang dapat meredakan rasa sakit di kepala.

Anda bisa menggunakan peppermint dengan cara menggunakannya sebagai minyak esensial, menyampurkannya dalam teh, mengonsumsi permen atau kapsul yang mengandung bahan alami sebagai obat sakit kepala ini, dan masih banyak lagi.

Selain itu, peppermint juga dikenal ampuh dalam mengatasi beberapa gejala dari sakit kepala seperti mual, stres, hidung berair, otot terasa sakit, dan berbagai penyumbatan di dalam tubuh.

6. Magnesium

Magnesium adalah pilihan lain dari obat alami yang bisa Anda gunakan. Sebenarnya bahan alami yang bisa digunakan sebagai obat sakit kepala ini adalah zat mineral alami di dalam tubuh yang dapat menjaga tekanan darah agar tetap stabil, meningkatkan kesehatan jantung, mengatur sistem saraf dan fungsi otot, membentuk tulang, DNA, dan protein di dalam tubuh.

Jika kekurangan zat alami ini, tubuh bisa mengalami sakit kepala, termasuk migrain.

Itu sebabnya, meningkatkan kadar magnesium di dalam tubuh diduga bisa mengatasi dan mencegah Anda mengalami gejala migrain, termasuk sakit kepala akut, gangguan penglihatan, hipersensitif terhadap cahaya dan suara, serta rasa mual dan ingin muntah. Maka dari itu, Anda bisa menggunakan bahan alami ini sebagai obat untuk meredakan sakit kepala.

Anda bisa menggunakan magnesium oksida dalam bentuk pil untuk meningkatkan asupan magnesium Anda. Jika tidak, dokter mungkin akan  memberikan 1-2 gram magnesium sulfat dengan cara menyuntikkan obat ini melalui pembuluh darah jika Anda memiliki kesulitan untuk mengonsumsinya.

7. Mengonsumsi makanan anti-inflamasi

Terjadinya sakit kepala bisa disebabkan oleh peradangan. Maka dari itu, Anda bisa mencoba makanan yang mempunyai kandungan anti-inflamasi sebagai obat sakit kepala alami. Tidak hanya akan membantu mengurangi terjadinya peradangan, tetapi juga dapat meningkatkan sirkulasi di dalam tubuh.

Beberapa makanan anti-inflamasi yang bisa Anda coba adalah:

  • Seledri
  • Buah bit
  • Blueberry
  • Flaxseeds
  • Anggur
  • Alpukat

8. Gandum utuh

Obat alami sakit kepala lainnya yang bisa Anda coba adalah mengonsumsi whole grain atau gandum utuh sebagai asupan harian. Namun, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan dengan kandungan tepung apabila Anda mengalami sakit kepala yang parah.

Gandum utuh diklaim dapat menyeimbangkan kadar gula darah yang mampu mengontrol terjadinya migrain.

Cara mengatasi sakit kepala tanpa obat lainnya

Tidak hanya menggunakan obat sakit kepala herbal, Anda juga bisa melakukan beberapa aktivitas berikut untuk mengatasi sakit kepala tanpa menggunakan obat-obatan.

1. Istirahat di ruangan gelap

Jika sakit kepala muncul ketika Anda sedang beraktivitas, segeralah mencari tempat untuk berbaring atau untuk sekadar duduk. Selain menggunakan bahan alami untuk mengatasi sakit kepala, Anda bisa mengusahakan untuk berisitirahat di ruangan yang tenang dan agak gelap.

Hindari kebisingan yang berasal dari lingkungan sekitar. Tenangkan diri Anda dan cobalah melemaskan bagian kepala serta pundak Anda.

2. Relaksasi

Jika Anda biasa bermeditasi, Anda bisa menggunakan teknik meditasi untuk meredakan sakit kepala Anda. Pejamkan mata, atur napas Anda. Bayangkan Anda sedang berada di tempat favorit Anda yang nyaman dan sakit kepala Anda berangsur-angsur menghilang. Kegiatan ini bisa dilakukan seiring sejalan dengan penggunaan obat sakit kepala herbal.

3. Kompres

Anda bisa melakukan teknik kompres dingin dan kompres panas. Cobalah mengompres bagian kening dan belakang leher Anda menggunakan lap hangat. Selain penggunaan obat alami, hal ini akan membantu melancarkan peredaran darah dan mengendurkan otot-otot yang kaku.

Setelah itu, lanjutkan dengan mengompres bagian tersebut dengan kompres dingin. Anda bisa menggunakan beberapa es batu yang dibalut dengan sapu tangan.

Efek dingin ini akan mengecilkan pembuluh darah. Ketika pembuluh darah mengecil, tekanan terhadap saraf-saraf sensitif yang terdapat di kepala akan berkurang.

4. Pijat ringan

Anda bisa coba memijat bagian yang sakit menggunakan jari telunjuk dan atau ibu jari Anda. Berikan pijatan ringan dengan konstan selama 7-15 detik, lalu lepaskan. Ulangi lagi sampai Anda merasa sakit berkurang. Selain penggunaan obat alami, aktivitas ini bisa digunakan untuk mengatasi sakit kepala.

Cobalah minta bantuan orang lain untuk memijat area kepala, leher, dan pundak Anda. Mintalah untuk memijat dengan tekanan yang pas, karena jika terlalu pelan maka tidak akan mengendurkan otot-otot yang tegang, tetapi jika terlalu keras akan menambah sakit kepala Anda.

5. Makan atau minum

Anda tidak perlu terburu-buru meredakan rasa sakit di kepala dengan menggunakan obat atau bahan herbal. Terkadang, turunnya kadar gula darah dapat menyebabkan sakit kepala. Tidak hanya menggunakan bahan alami untuk meredakan sakit kepala, Anda juga bisa mengatasinya dengan cara mengonsumsi camilan atau minum teh manis hangat terlebih dahulu.

Usahakan untuk makan selalu tepat pada waktunya untuk menghindari sakit kepala yang diakibatkan oleh penurunan kadar gula darah.

6. Peregangan

Alih-alih langsung menggunakan obat sakit kepala herbal maupun obat bebas, Anda bisa mencari tahu penyebab sakit kepala. Sakit kepala Anda mungkin disebabkan oleh tegangnya otot-otot di bagian pundak dan leher. Ketegangan ini dapat diakibatkan oleh stres, kelelahan, atau posisi duduk yang sama untuk waktu yang terlalu lama.

Jika hal ini merupakan penyebab sakit kepala Anda, Anda bisa melakukan peregangan sederhana seperti tekuk kepala Anda ke satu sisi kemudian putar perlahan ke arah bawah membentuk gerakan setengah lingkaran, biarkan dagu Anda menyentuh dada. Anda bisa ulangi kembali ke sisi yang berlawanan.

7. Jangan lupa minum air

Sebelum memutuskan untuk menggunakan obat untuk mengatasi rasa sakit di kepala cobalah untuk mengonsumsi banyak air terlebih dahulu. Pasalnya, salah satu tanda dehidrasi adalah sakit kepala.

Jika sakit kepala Anda disertai dengan haus, mulut kering, rasa lelah berlebihan, serta frekuensi buang air kecil yang jarang-jarang, cobalah untuk minum segelas air.

Setelah sakit kepala Anda reda, cobalah untuk mencari tahu apa penyebabnya. Tidak perlu buru-buru mengonsumsi obat kimia maupun alami untuk meredakan sakit kepala. Anda mungkin telat makan, kurang minum, stres, atau Anda terlalu lama duduk dalam posisi yang kurang nyaman.

Hal-hal tersebut biasanya merupakan penyebab dari tension headache. Dengan mengetahui penyebab sakit kepala, Anda dapat menghindari serangan sakit kepala di kemudian hari tanpa perlu mengonsumsi obat sakit kepala terlebih dahulu.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 18, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca