Kenali Beda Nyeri Pinggang Biasa dan Nyeri Pinggang Akibat Saraf Kejepit

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Maret 4, 2020
Bagikan sekarang

Nyeri pinggang merupakan keluhan yang paling umum dirasakan orang segala usia, dari remaja hingga lanjut usia. Biasanya, nyeri pinggang muncul setelah mengangkat barang berat, terlalu lama duduk, atau terlalu lama berdiriNamun ternyata, tidak semua nyeri pinggang disebabkan oleh pegal-pegal dan bisa hilang dengan sendirinya. Jika nyeri pinggang Anda berlangsung lama, mungkin ini tandanya Anda mengalami saraf kejepit. Apa beda gejala nyeri pinggang karena pegal dan nyeri pinggang karena saraf yang terjepit?

Membedakan gejala nyeri pinggang biasa dan nyeri pinggang akibat saraf kejepit

Nyeri pinggang Anda disebabkan oleh pegal-pegal, jika…

Gejalanya dimulai dengan rasa sakit di bagian punggung bawah, dari bawah tulang rusuk hingga ke area pinggang. Pada awalnya pinggang hanya terasa pegal, namun lama kelamaan sakitnya terasa menusuk sehingga sulit untuk bergerak atau berdiri tegak. Nyeri pinggang ini biasanya terjadi karena adanya otot menegang sehabis melakukan perkerjaan berat.

Nyeri pinggang karena pegal bisa membaik dengan sendirinya. Namun, jika Anda tidak kunjung memulih dalam 72 jam, sebaiknya konsultasikan ke dokter karena dikhawatirkan menjadi tanda kondisi serius lainnya.

Nyeri pinggang Anda disebabkan oleh saraf kejepit, jika…

Muncul beberapa gejala berikut:

  • Rasa sakit dan mati rasa, paling sering terjadi di satu sisi tubuh
  • Rasa sakit yang meluas ke lengan atau tungkai Anda
  • Rasa sakit yang memburuk di malam hari atau dengan gerakan tertentu
  • Rasa sakit yang memburuk setelah berdiri atau duduk
  • Rasa sakit saat berjalan barang sebentar saja
  • Kelemahan otot yang berlebih
  • Kesemutan, sakit, atau sensasi terbakar di daerah yang terkena
  • Rasa sakit terjadi berkepanjangan dan tidak bisa sembuh dengan sendirinya

Dalam bahasa medis, saraf kejepit dikenal sebagai hernia nucleus pulposus (HNP). Saraf yang terjepit diakibatkan oleh gangguan saraf yang mengakibatkan menonjolnya lapisan/bantalan permukaan ruas tulang belakang dari ruang antar ruas tulang.

Tonjolan tersebut dapat menekan saraf  dan menyebabkan nyeri yang luar biasa hebat. Anda dapat mengalami kondisi ini di bagian bagian tulang belakang Anda, dari leher sampai ke punggung bawah. Seperti halnya nyeri punggung bawah, 90% kasus saraf kejepit terjadi di daerah punggung bawah atau disebut HNP lumbalis.

Beda intensitas gejalanya, beda kondisinya

Dari gejala yang telah dipaparkan, perbedaan nyeri pinggang biasa dan nyeri pinggang karena saraf terjepit bisa dibedakan dari jenis dan lokasi timbulnya nyeri, serta intensitas keparahan rasa nyeri. Hal ini bisa menjadi acuan Anda jika suatu saat Anda, atau orang terdekat Anda mengalami kondisi seperti ini. Konsultasikan lebih lanjut ke dokter mengenai kondisi Anda untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan terbaik.

Cara mengurangi risiko saraf kejepit

Meminimalkan risiko terjadinya saraf kejepit bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:

  • Pertahankan berat badan yang sehat, jangan terlalu gemuk juga jangan terlalu kurus.
  • Jika Anda mau mengangkat sesuatu yang berat, maka gunakan teknik yang aman. Tekuk lutut terlebih dahulu baru kemudian angkat barang. Jangan langsung mengangkatnya dengan posisi tubuh membungkuk karena akan meningkatkan risiko saraf kejepit.
  • Lakukan peregangan secara berkala jika Anda sudah duduk terlalu lama.
  • Lakukan latihan untuk menguatkan otot punggung, kaki, dan perut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan Mei 4, 2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan Mei 2, 2020

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan Mei 1, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020
3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal tayang Mei 14, 2020
7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang Mei 9, 2020
Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 7, 2020