5 Jenis Nyeri yang Paling Sering Dikeluhkan, Berdasarkan Kelompok Usia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Ada beragam hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami rasa nyeri di bagian tubuhnya. Jenis nyeri ini bisa disebabkan akibat cedera. Bisa juga nyeri jadi tanda adanya masalah kesehatan karena penyakit tertentu. Berikut ini ada beberapa jenis nyeri yang paling sering dikeluhkan berdasarkan kelompok usia Anda masing-masing. Kira-kira apa saja dan bagaimana cara mengatasinya, ya? 

Jenis nyeri yang paling sering dikeluhkan berdasarkan kelompok usia

Berikut ini beberapa jenis nyeri yang sering dikeluhkan berdasarkan kelompok usia sekaligus cara mengusir nyeri.

1. Sakit pinggang

Sakit pinggang merupakan salah satu jenis nyeri yang paling umum dialami sebagaian orang. Apabila Anda berusia di bawah 50 tahun dan sudah mengalami penyakit ini, bisa jadi kondisi tersebut disebabkan karena kebiasaan duduk dalam waktu yang lama. Ini mengakibatkan terlalu banyak tekanan pada sendi di bagian punggung Anda.

Kemungkinan besar akan menyerang: Usia 30 sampai 40-an. Namun, umumnya sakit pinggang juga bisa terjadi pada usia berapa saja.

Cara mengatasi: Melakukan latihan kekuatan atau kardio sangat membantu mengatasi kondisi ini. Latihan kekuatan dan kardio secara rutin akan memperlancar aliran darah, dan membantu Anda membangun otot inti yang mendukung tulang belakang Anda.

Obat-obatan tanpa resep seperti ibuprofen dan acetaminophen yang banyak di jual di pasaran untuk membantu mengurangi mengurangi rasa sakit. Meski begitu, sebaiknya jangan gunakan obat tersebut dalam jangka waktu panjang untuk menghindari masalah kesehatan lainnya. Duduk dengan bantal di punggung belakang juga bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit.

Selain itu, perhatikan juga kebiasaan duduk Anda. Jika sebagian besar waktu bekerja Anda duduk, sediakan waktu minimal 10 menit untuk melakukan peregangan sederhana agar otot-otot di sekitar leher, punggung, maupun bokong Anda bisa rileks.

2. Sakit kepala

Sakit kepala seperti migrain yang diikuti dengan gejala mual merupakan jenis nyeri yang paling umum menyerang orang pada usia muda maupun tua. Beberapa pakar sampai saat ini belum yakin apa penyebab pastinya. Hanya saja penyakit ini umumnya dipicu oleh beberapa hal seperti stres, sindrom pramenstruasi (PMS), dehidrasi, kelelahan otot, pengaruh cuaca, bahkan makanan tertentu.

Kemungkinan besar akan menyerang: Orang berusia 20 sampai 50-an.

Cara mengatasi: Jika sakit kepala Anda hanya berpusat di bagian kening atau pelipis, ini bisa jadi sakit kepala yang disebabkan oleh ketegangan. Anda bisa meredakan sakit kepala ini dengan cara memijat secara lembut. Anda juga bisa mengoleskan sedikit krim pereda nyeri yang mengandung mentol di bagian dahi atau leher Anda untuk memberikan efek menenangkan.

Beberapa obat pereda nyeri seperti acetaminophen, ibuprofen, atau obat khusus untuk migrain yang mengandung kafein, acetaminophen, atau aspirin, bisa jadi pilihan pengobatan. Tapi ingat, jangan mengonsumsinya lebih dari 3 hari tanpa berbicara dengan dokter Anda.

3.Osteoarthritis (OA)

Kondisi umum ini terjadi saat tulang rawan pelindung antara sendi dan tulang Anda mengalami keausan atau penipisan sehinggga menyebabkan rasa sakit pada sendi tersebut, seperti tangan, lutut, dan pinggul. Banyak orang berpikir bahwa osteoarthritis terjadi secara alami dan tidak dapat dihindari karena bagian dari penuaan. Meski begitu, ahli medis meyakini kondisi ini dapat dicegah.

Kemungkinan besar akan menyerang: Usia 60 sampai 70-an. Sejumlah 33 persen orang lanjut usia (lansia) berusia di atas 60 tahun mengidap OA.

Cara mengatasi: Terus bergerak aktif adalah salah satu kunci untuk mencegah sekaligus mengontrol penyakit ini. Pasalnya, aktivitas fisik akan memperlancar aliran darah, yang bisa membuat persendian Anda tetap sehat sekaligus mengurangi rasa sakit. Sebelumnya, bicarakan dulu dengan dokter untuk menentukan jenis olahraga atau aktivitas fisik yang sesuai dengan kebutuhan Anda, terlebih jika Anda juga mengalami arthritis kronis.

Selain itu, beberapa orang merasa lebih baik dengan mengoleskan krim panas saat persendiannya kaku dan kompres es saat persendiannya mengalami pembengkakan.

4. Tendinitis

Tendinitis merupakan salah satu jenis nyeri yang juga sering dikeluhkan sebagian orang. Tendinitis adalah peradangan pada tendon, suatu kumpulan jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang. Kondisi ini akan membuat Anda kesulitan untuk bergerak. Pasalnya, semakin banyak Anda bergerak, maka akan menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan. Tendinitis umumnya disebabkan akibat melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan berulang, seperti saat bermain golf dan menyekop.

Kemungkinan besar akan menyerang: Di atas usia 40 tahun. Seiring bertambahnya usia, tendon Anda menjadi kurang lentur dan lebih rentan terhadap cedera.

Cara mengatasi: Hal utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan berisitirahat sejenak dari kegiatan yang bisa memperparah rasa sakit di bagian sendi Anda. Anda juga bisa menggunakan kompres dingin untuk meredakan rasa nyeri di area yang sakit.

Selain itu, Anda bisa mengonsumsi beberapa obat antiradang nonsteroid, seperti ibuprofen atau naproxen untuk meradakan peradangan. Segera konsultasi dengan dokter jika kondisi Anda tidak membaik setelah seminggu.

5. Nyeri panggul

Satu dari tujuh wanita berusia antara 18 dan 50 tahun mengalami nyeri panggul kronis. Kondisi ini akan menimbulkan rasa nyeri dan sakit yang tak tertahankan. Rasa sakit itu bukan disebabkan karena pengaruh menstruasi. Melainkan beberapa kondisi yang lebih serius, seperti endometriosis atau IBS (irritable bowel syndrome).

Kemungkinan besar akan menyerang: Wanita dalam rentang usia 18 hingga 50 tahun.

Cara mengatasi: Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit bisa meredakan nyeri yang Anda alami. Namun, jika Anda mengeluhkan rasa sakit yang tidak kunjung hilang, segera konsultasi ke dokter. Pengobatan yang Anda butuhkan tergantung pada penyebab nyeri panggul Anda. Dokter mungkin merekomendasikan terapi fisik, meresepkan obat penghilang rasa sakit, atau obat relaksasi otot.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 menit baca

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca